Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Meluruskan Kesalahpahaman tentang Agama Para Nabi dan Rasul

Gambar
Meluruskan Kesalahpahaman tentang  Agama Para Nabi dan Rasul oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah - hafizhahullah - edisi : 28 Dzulhijjah 1437 H Banyak orang yang mengira bahwa Nabi Isa adalah seorang yang beragama Kristen dan membawa misi penyebaran agama itu. Sehingga mereka pun seakan-akan mempertentangkan antara beliau dengan Nabi Muhammad - Shallallahu alaihi wa sallam -. Padahal mereka (para nabi) adalah satu agama (yaitu, Islam), walaupun syariat dalam beragama yang berbeda.

Tafakkur tentang Akhir Sebuah Kehidupan yang Fana

Gambar
Tafakkur tentang Akhir Sebuah Kehidupan yang Fana oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah - hafizhahullah - Kehidupan dunia ini hanyalah sebentar saja. Jika seorang hamba tahu bahwa kehidupan dunia hanya sebentar saja, dan selanjutnya akan sirna, maka selayaknya ia takut dengan hari tersebut. Ia harus takut jangan sampai berpulang kesana tanpa bekal berupa amal sholih yang akan diberi ganjaran. Perjalanan menuju akhirat memang panjang, namun hakikatnya tidaklah demikian. Sepantasnya orang yang melakukan perjalanan panjang mempersiapkan bekal yang dapat melegakan dan melonggarkan perjalanannya. Al-Imam Ibnul Jawziy Ad-Dimasyqiy - rahimahullah - berkata, من تفكر في عواقب الدنيا، أخذ الحذر، ومن أيقن بطول الطريق، تأهب للسفر "Barangsiapa yang merenung tentang kesudahan dari dunia ini, maka ia akan berhati-hati. Barangsiapa yang meyakini panjangnya perjalanan (menuju Allah), maka ia akan melakukan persiapan untuk safar (perjalanan panjang)". [Lihat...

Belaian Lembut bagi si Sakit di Balik Doa-doa Shohih dalam

Gambar
Belaian Lembut bagi si Sakit di Balik Doa-doa Shohih dalam Sunnah (Doa-doa Mujarab buat Mereka yang Sakit) oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah - hafizhahullah - Setiap orang mungkin akan merasakan sakit di sela-sela sehatnya. Sakit merupakan ketetapan Allah bagi bani Adam sebagai tanda butuhnya mereka kepada Tuhan (Allah) Yang Maha menyembuhkan. Sakit merupakan jalan untuk mengikuti sebuah sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-. Sebab dengannya kita dianjurkan berobat dengan beberapa doa dan ruqyah yang pernah beliau ajarkan. Diantara doa penting yang sering dilalaikan orang. Padahal doa ini memiliki keutamaan yang besar. Doa ini amat perlu kita hafal, karena ia merupakan salah satu sebab kesembuhan bagi si sakit. Ia merupakan doa yang pernah diajarkan oleh Nabi – Shallallahu alaihi wa sallam - kepada sahabatnya.

Ajari si Kecil agar Jangan Ribut dan Gaduh di Rumah-rumah Allah

Gambar
  Ajari si Kecil agar Jangan Ribut dan Gaduh di Rumah-rumah Allah oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- edisi : Sabtu, 21 Dzulhijjah 1437 H Sebuah fenomena yang kurang sedap dipandang, adanya orang-orang tua yang membawa anaknya ke masjid, tanpa mengajari mereka sebelumnya tentang adab-adab di masjid, misalnya harus tenang dan tak boleh ribut atau tak boleh lari-lari di dalam masjid. Adab-adab ini banyak dilalaikan oleh orang tua dan pendidik saat membawa anak-anak kecil mereka ke masjid-masjid kaum muslimin. Akibatnya, hamba-hamba Allah yang sibuk beribadah disana akhirnya terganggu dengan berbagai ulah mereka yang masih lugu dan tak tahu hal. Terlebih lagi, sebagian orang tua dan pendidik tak mau tahu dan pusing. Yang penting menurutnya, anak-anak dibawa ke masjid tujuannya untuk membiasakan mereka masuk masjid dan mengenal tata cara kaum muslimin mengerjakan sholat.

Pesona Kemuliaan di Balik Dua Sifat yang Indah

Gambar
Pesona Kemuliaan di Balik Dua Sifat yang Indah oleh :  Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Seorang hamba yang mau meraih kemuliaan selayaknya memiliki dua sifat mulia: tidak berharap-harap dan berkhayal mendapatkan sesuatu dari harta benda yang dimiliki oleh manusia. Tapi ia merasa cukup dengan karunia dan pemberian Allah. Kedua , ia menjadi seorang yang pemaaf bagi manusia jika muncul dari mereka sesuatu yang tidak menyenangkan hatinya berupa kekeliruan, kekurangan dan khilaf yang muncul dari manusia biasa selama tidak sengaja melanggar batasan syariat. Al-Imam Ayyub As-Sikhtiyaniy - rahimahullah - berkata, لاَ يَسْتَوِي الْعَبْدُ أَوْ لاَ يَسُوْدُ الْعَبْدُ حَتَّى يَكُوْنَ فِيْهِ خَصْلَتَانِ الْيَأْسُ مِمَّا فِيْ أَيْدِي النَّاسِ وَالتَّغَافُلُ عَمَّا يَكُوْنُ مِنْهُمْ "Seorang hamba tak akan sempurna atau mulia sampai ada dua perkara pada dirinya: Berputus asa dari sesuatu yang ada di tangan manusia dan lalai dari sesuatu yang muncul da...

Sekelumit tentang Ta'ziyah, Keutamaannya dan Sejumlah Kekeliruan yang Terjadi di Dalamnya

Gambar
Sekelumit tentang Ta'ziyah, Keutamaannya dan Sejumlah Kekeliruan yang Terjadi di Dalamnya oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. - hafizhahullah - edisi 19 Dzulhijjah 1437 H Ta'ziyah (melayat) adalah semua perkara yang diucapkan atau perbuatan yang dilakukan oleh seseorang bagi keluarga yang meninggal dalam rangka menghiburnya dan meringankan kesedihan mereka. Ucapan-ucapan dan perbuatan itu harus berupa perkara yang dibenarkan oleh agama untuk dilakukan saat ta'ziyah (melayat jenazah) , berupa doa dan ucapan belasungkawa yang menghibur hati dan meringankan kesedihan mereka. Jika berupa perbuatan, misalnya para tetangga dan handai taulan membuatkan makanan buat keluarga yang meninggal, sebab ketika itu tak ada lagi kesempatan untuk memperhatikan hal itu. Mereka sedang dirundung sedih dan galau. Melakukan ta'ziyah banyak dilalaikan orang di zaman ini, karena banyaknya kesibukan. Bahkan kadang mereka tak tahu kematian tetan...

Bolehkah Mengadakan Acara Peresmian Masjid?!

Gambar
Bolehkah Mengadakan Acara Peresmian Masjid?! oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Seakan menjadi perkara yang lumrah di masyarakat, setiap kali ada sebuah masjid yang sudah rampung pembangunannya, maka para pengurus dan panitia masjid serta-merta mengadakan "Acara Peresmian Masjid". Mereka melakukan hal ini sebagai rasa syukur kepada Allah -Azza wa Jalla-. Tapi apakah acara seperti ini disyariatkan saat meresmikan masjid? Pertanyaan ini telah dijawab oleh para ulama Timur Tengah yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Da'imah dengan jawaban berikut,

Berlindung dari Lima Tipe Manusia Berbahaya

Gambar
Berlindung dari Lima Tipe Manusia Berbahaya oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah  -hafizhahullah- edisi 18 Dzulhijjah 1437 H Manusia dalam pergaulan dunia ini memiliki banyak tipe. Ada yang menyenangkan dan membawa berkah atau kebaikan, dan ada yang menyusahkan dan memberikan keburukan kepada yang lain. Lantaran itu, selayaknya seorang mukmin berhati-hati dalam bersahabat, memilih tetangga, mendidik anak, mencari pasangan hidup dan mengusahakan harta benda duniawi. Jika seseorang salah langkah dalam memilih dan mencari hal-hal tersebut, maka ia akan mendapatkan kesusahan hidup dan kesengsaraan di dunia dan boleh jadi di akhirat. Tetangga yang buruk akan banyak menimbulkan masalah dan keburukan bagi saudaranya yang lain. Tetangga buruk merupakan beban berat yang melebihi beratnya batu besar dan besi berat!! Konon kabarnya, Luqman Al-Hakim - rahimahullah - pernah berpesan kepada anaknya, يَا بُنَيَّ حَمَلْتُ الْجَنْدَلَ وَالْحَدِيدَ وَ...

Pencinta Surga yang Terlena dengan Kesenangan Dunia dan Syahwat yang Melalaikan

Gambar
Pencinta Surga yang Terlena dengan Kesenangan Dunia dan Syahwat yang Melalaikan oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah - hafizhahullah - edisi : 17 Dzulhijjah 1437 H Di dunia ini banyak manusia yang bercita-cita mendapatkan kebahagiaan dan nikmat surga serta terlindungi dari kerasnya siksa neraka. Hanya saja ia tak mempersiapkan bekal menuju kesana. Ia pun lalai dan terbuai dalam kesengangan dunia yang menipu dan berhura-hura dalam maksiat, sampai ia dijemput Malaikat Maut. Seorang ulama tabi'in di zama nnya, Harim bin Hayyan Al-Abdiy Al-Bashriy (wft 46 H) -rahimahullah- berkata, مَا رَأَيْتُ كَالنَّارِ نَامَ هَارِبُهَا، وَلاَ كَالْجَنَّةِ نَامَ طَالِبُهَا "Aku tak pernah melihat sesuatu seperti neraka; orang yang lari (takut) darinya malah tertidur, dan tidak pula sesuatu seperti surga; pencarinya pun tertidur". [Lihat Tarikh Al-Islam (5/534) oleh Al-Imam Adz-Dzahabiy]

Warisan Berharga yang Sepantasnya Kita Perebutkan

Gambar
Warisan Berharga yang Sepantasnya Kita Perebutkan oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah - hafizhahullah - edisi 17 Dzulhijjah 1437 H Sudah menjadi tabiat, manusia pada umumnya senang dengan warisan. Apalagi warisan itu bisa dipandang dengan kasat mata dan memiliki nilai dan kedudukan yang amat berharga. Banyak diantara kita yang lekas dan berusaha mengurus warisan sepeninggal keluarga mereka demi mendapatkan bagian dari harta warisan itu dan memang itu adalah hak mereka dalam Islam. Namun satu fenomena yang kita sayangkan di hari ini, banyak diantara kita saat ia tak memiliki modal ilmu dan fakir tentang agama, ia malah bersantai ria dan acuh-tak acuh dengan ilmu wahyu yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Padahal ilmu agama alias ilmu wahyu merupakan kebutuhan mendasar pada diri setiap manusia.

Memperbanyak Dzikir dan Takbir di Hari Raya Idul Adh-ha dan Tiga Hari Tasyriq (Diiringi dengan Penjelasan tentang Hukum Takbir setelah Sholat)

Gambar
  Memperbanyak Dzikir dan Takbir di Hari Raya Idul Adh-ha dan Tiga Hari Tasyriq (Diiringi dengan Penjelasan tentang Hukum Takbir setelah Sholat) oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Dzikir dan Takbir amat dianjurkan pada hari-hari utama dari 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah, terlebih lagi pada Hari Raya Idul Adh-ha dan tiga hari setelahnya yang kita kenal dengan "Hari-hari Tasyriq", sebab kita diperintahkan memperbanyak takbir padanya. Dzikir yang dianjurkan pada 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah ada dua macamnya : Pertama : Dzikir Muthlaq Dzikir muthlaq adalah dzikir yang tidak terikat dengan dzikir tertentu dan waktu tertentu. Dzikir ini mencakup semua jenis dzikir, seperti bertasbih, ber-tahlil, bertakbir, bertahmid, dan lainnya. Jenis dzikir inilah yang diperintahkan oleh Allah -Tabaroka wa Ta'ala- dan Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- di dalam Kitabullah dan Sunnah yang shohihah. Allah - Azza wa Jalla - berfirman,...

Menebar Salam dan Ucapan Doa Selamat di Dua Hari Raya : Idul Fithri dan Idul Adh-ha

Gambar
Menebar Salam dan Ucapan Doa Selamat di Dua Hari Raya : Idul Fithri dan Idul Adh-ha oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. - hafizhahullah - Di hari raya kita disunnahkan untuk saling mengucapkan selamat dan doa bagi kaum muslimin yang lain saat kita berjumpa di hari itu atau setelahnya. Perkara ini perlu kami jelaskan, karena sebagian orang ada yang mengingkari hal ini dan ada juga yang memang jahil tentang sunnah ini, sehingga ia pun mengarang kata-kata dan ucapan selamat yang sering kali melanggar batasan agama. Sejumlah atsar telah menunjukkan bahwa disunnahkan bagi seorang muslim mengucapkan kata selamat bagi saudaranya di hari raya (ied) demi melengkapi rasa gembira mereka pada hari tersebut. Dari Shofwan bin Amer As-Saksakiy - rahimahullah - , ia berkata, رأيت عبد الله بن بسر المازني وخالد بن معدان وراشد بن سعد وعبد الرحمن بن جبير بن نفير وعبد الرحمن بن عائذ وغيرهم من الأشياخ يقول بعضهم لبعض في العيد: تقبل الله منا ومنكم "Aku pernah mel...