Senin, 05 September 2016

Hukum Mengirim Uang untuk Qurban di Tempat yang Lain

Hasil gambar untuk ‫عيدية العيد‬‎

Hukum Mengirim Uang untuk Qurban 
di Tempat yang Lain
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-

Sebagian kaum muslimin menanyakan hukum MENGIRIM DANA QURBAN dari satu tempat ke tempat lainnya, atau dari satu negara ke negara lainnya, dengan adanya beberapa alasan dan kondisi masing-masing orang, sehingga mereka memandang perlu untuk mengirimkan dana atau dagingnya ke tempat lain.

Dalam menjawab pertanyaan ini, kami akan bawakan berikut ini fatwa dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah-.

Pertanyaan :
س: مسلم مقيم في بلد غير إسلامي، وإن ذبح الأضحية قد لا يجد محتاجًا يطعمه منها، فهو يرى أن يرسل ثمنها لفقراء المسلمين أو لتذبح بأرضهم، فما الحكم؟ 
"Seorang muslim berdiam di suatu negeri yang tidak islami. Kalau ia menyembelih qurban, terkadang ia tidak menjumpai orang yang butuh; ia akan beri makan kepadanya dari qurban itu. Lalu ia pun memandang perlu untuk mengirim dana qurban untuk kaum fakir yang muslim, atau agar hewan qurban itu disembelih di negerinya. Apa hukumnya?"

Jawaban dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah- :
جلا مانع في ذلك إن أرسلها تذبح هناك، هذا حسن بواسطة الثقات، وإن أرسل قيمتها فلا بأس، لكن كونه يذبحها عنده إذا تيسر من يأكلها من أصحابه وإخوانه أفضل، يقيم السنة في محله عند الجاليات الإسلامية، ويهدي لإخوانه الطلبة والمسلمين، ويهدي منها إلى الكفار، ما فيه بأس إذا كانوا غير محاربين للإسلام؛ لأنها صدقة تطوع، وإن أرسلها إلى الفقراء في أفريقيا، للمجاهدين إن وجدوا، أو أرسل قيمتها، لا بأس بذلك.
"Tidak hal yang jadi penghalang dalam perkara itu. Jika ia mengirim hewan qurban, yang disembelih disana (yakni, di negeri lain, pen.). Ini bagus, dengan perantaraan orang-orang terpercaya. Jika ia mengirim nilainya (dananya), maka tidak mengapa.
Akan tetapi (kalau) ia menyembelihnya di sisinya, jika ia mudah (mendapatkan) orang memakannya dari kalangan teman-teman dan saudara-saudaranya, maka ini lebih utama. Ia menghidupkan sunnah di tempat tinggalnya, pada komunitas muslim, dan ia hadiahkan kepada saudara-saudaranya yang pelajar dan kaum muslimin, serta ia hadiahkan sebagiannya kepada orang-orang kafir. Hal ini tidak apa-apa sepanjang mereka tidak memusuhi Islam. Karena, ia merupakan sedekah sunnah.
Jika mengirimnya kepada orang-orang fakir di Afrika, kepada para mujahidin jika ada, atau ia kirim dananya, maka hal itu tidak mengapa." [Fatawa Nur ala Ad-Darb (18/207)]

……………………
……………………

Pada kesempatan yang lain, Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah- pernah ditanya :
سهل يجزئ أن ندفع مبلغًا من المال لشراء أضحية وذبح ذلك في الخارج للفقراء والمساكين؟ 
"Apakah sah menyerahkan dana untuk membeli hewan qurban, dan menyembelihnya di luar (yakni, di luar negeri atau luar daerah) untuk para fuqoro' dan kaum miskin?"

Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah- :
لا حرج، سواءٌ ذبحها في بيته أو في الخارج، لكن في بيته أفضل، إذا ضحى في بيته وأكل منها ووزع على من حوله كان أفضل تأسياً بالنبي - صلى الله عليه وسلم - كونه يذبح الضحية في بيته ويأكل ويطعم وإذا أحب أن يذبح ضحايا أخرى في محل فقراء في بلد أخرى فله أجر ذلك هذا من الصدقات.
"Tidak ada masalah, sama saja apakah ia menyembelihnya untuk keluarganya atau di luar (yakni, di luar daerahnya). Akan tetapi untuk keluarganya lebih utama. Jika ia berqurban di rumahnya, dan ia memakan sebagiannya, serta ia bagikan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, maka itu lebih utama, demi meneladani Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, yaitu ia menyembelih qurban di rumahnya, memakan dan memberi makan (darinya, pen.).
Jika ia mau menyembelih hewan-hewan qurban lainnya di tempat tinggal para kaum fakir di negeri lain, maka ia akan mendapatkan pahala hal itu. Ini termasuk sedekah." [Fatawa Nur ala Ad-Darb (18/208)]

Sumber Online :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar