Sabtu, 23 Juni 2018

Menjaga Tauhid, Memberantas Syirik




Menjaga Tauhid, Memberantas Syirik

Oleh :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah
-hafizhahullah-
@abu.faizah03

Tauhid” adalah mengesakan Allah dan mengkhususkan-Nya dalam ibadah.

Seorang yang men-tauhid-kan Allah bila ia hanya mempersembahkan semua bentuk ibadahnya kepada Allah, baik itu berupa ibadah qolbiyyah (yang berkaitan dengan amalan hati), maupun fi’liyyah (yang berhubungan dengan amalan anggota badan).

Diantara bentuk kesempurnaan tauhid, seorang hamba mencegah semua jalan (perbuatan atau ucapan) yang mengarah kepada lawan tauhid, yaitu syirik.

Lantas apa itu “syirik”?!

Syirik adalah menyekutukan Allah dalam beribadah, yakni seorang hamba, selain ia beribadah kepada Allah, ia juga beribadah kepada makhluk, sehingga ia telah dianggap mengangkat sekutu bagi Allah dalam ibadahnya.

Para pembaca yang budiman, Allah –azza wa jalla- telah menganugerahkan kepada kita seorang rasul yang bernama Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muththolib bin Hasyim Al-Qurosyi.

Kamis, 14 Juni 2018

Sunnahnya Shalat Ied di Lapangan, bukan di Masjid




Sunnahnya Shalat Ied di Lapangan, bukan di Masjid

oleh : 
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
_hafizhahullah_
@abu.faizah03

Ada suatu pemandangan yang terkadang menarik perhatian, yaitu adanya dua kubu kaum muslimin yang mengadakan sholat ied. Kubu yang pertama melaksanakan sholat ied di lapangandan kubu yang kedua sholat ied di masjid. 

Terkadang kaum muslimin pusing tujuh keliling melihat fenomena perpecahan seperti ini. Tragisnya lagi, jika yang berselisih dalam hal ini adalah dua organisasi besar di Indonesia Raya. 

Nah, manakah yang benar sikapnya dalam perkara ini sehingga harus didukung. Ikuti pembahasannya berikut ini:

Jika kita adakan riset ilmiah berdasarkan Al-Kitab dan Sunnah, maka kita akan menemukan bahwa hadits-hadits dari Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- mendukung kubu yang melaksanakan sholat ied di lapangan.

Pembaca yang budiman, hadits-hadits dari Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- menunjukkan bahwa Sholat ied: idul fitri, maupun iedul adha, semuanya beliau kerjakan di lapangan.

q  Dalil Pertama

Abu Sa'id Al-Khudriy -radhiyallahu 'anhu- berkata,
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلَاةَ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُوْمُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوْسٌ عَلَى صُفُوْفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وُيُوْصِيْهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ فَإِنْ كَانَ يُرِيْدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ أَوْ يَأْمُرُ بِشَيْءٍ أَمَرَ بِهِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ
"Dulu Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- keluar di hari raya idul fitri dan idul adha menuju lapangan. Maka sesuatu yang paling pertama kali beliau mulai adalah shalat ied, kemudian beliau berbalik dan berdiri menghadap manusia, sedangkan manusia duduk pada shaf-shaf mereka. Beliau pun memberikan nasihat dan wasiat kepada mereka, serta memberikan perintah kepada mereka. Jika beliau ingin mengirim suatu utusan, maka beliau putuskan (tetapkan), atau jika beliau memerintahkan sesuatu, maka beliau akan memerintahkannya. Lalu beliau pun pulang".[HR. Al-Bukhariy dalam Shohih-nya(913) dan Mulim dalam Shohih-nya (889)]

Selasa, 05 Juni 2018

Hamba Dunia




Hamba Dunia

Oleh :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhahullah_

Dunia adalah sesuatu yang manis lagi hijau melalaikan manusia dari hakikat dan tujuan kehidupannya di dunia.

Banyak manusia yang banting tulang dan menguras keringat demi mencapai lezatnya kehidupan dunia yang fana ini.

Siang dan malam, ia harus mengernyitkan dahi demi meraihnya.

Sebagian orang terkadang sudah lupa waktu dan terbawa segala macam aktifitas beserta problemanya, sehingga ia sangat susah tidur dan tidak merasakan enaknya istirahat.

Tak ada di kepalanya, selain jumlah dinar dan rupiah yang menerawang dalam ufuk pemikirannya.

Disana-sini banyak usaha dan bisnis yang ia jalankan sampai terkadang membuatnya lupa anak dan istri.

Seonggok permasalahan dunia yang ia geluti sering membuat dirinya tak khusyu’ dalam mengerjakan sholat atau mungkin akan terlambat sholat, bahkan melalaikan sholat dengan dalih bahwa sholat hanyalah rutinitas yang menghabiskan waktu.

Menurutnya, waktu masih panjang dan kesempatan masih luas untuk meminta ampunan atas kelalaiannya dalam mengerjakan sholat atau atas ampunan semua dosa dan kesalahan.