18 Hadits Palsu dan Lemah seputar Keutamaan Qurban
18 Hadits Palsu dan Lemah seputar Keutamaan Qurban Penulis: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Sebuah perkara yang miris, sebagian dari dai-dai saat menerangkan keutamaan ibadah qurban, mereka membawakan sejumlah hadits dho’if (lemah) atau maudhu’ (palsu) dalam menguatkan perkara yang ia utarakan. Padahal sebenarnya seorang dai tidak butuh kepada hadits-hadits lemah yang disandarkan kepada Rasulullah Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam- . Sebab, itu termasuk bentuk kedustaan atas nama beliau dan memasukkan dalam agama ini sesuatu yang bukan bagian darinya. Adanya realita seperti ini, mendorong kami untuk sedikit menjelaskan hadits-hadits lemah dan palsu yang sering kali digunakan oleh sebagian dai saat menjelaskan keutamaan qurban. Diantara hadits-hadits lemah itu : Hadits Pertama (Ù…َا عَÙ…ِÙ„َ آدَÙ…ِÙŠٌّ Ù…ِÙ†ْ عَÙ…َÙ„ٍ ÙŠَÙˆْÙ…َ النَّØْرِ Ø£َØَبَّ Ø¥ِÙ„َÙ‰ اللهِ Ù…ِÙ†ْ Ø¥ِ...