Rabu, 21 November 2018

"Penghijauan", Sebuah Amal Jariyah




"Penghijauan", Sebuah Amal Jariyah
(Menyukseskan Gerakan Penanaman Sejuta Pohon)

oleh : Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.

Dekade terakhir ini, pemerintah Indonesia terus melancarkan “Program Penghijauan” secara maksimal, dengan melakukan penanaman pohon di berbagai tempat di kota dan pedesaan.

Oleh karena itu, dimana-mana kita akan melihat reklame dan promosi penghijauan, baik melalui media visual, maupun audio-visual, yang intinya mengajak untuk melakukan penghijauan lingkungan yang semakin hari amat butuh dihijaukan dengan pepohonan segar.

Promosi ini banyak terpajang di sudut-sudut jalan, dan tertempel di mobil-mobil dan lainnya yang mengajak kita menyukseskan program tersebut.

Bukan Cuma Indonesia, PBB telah mencanangkan program penghijauan dalam menjaga stabilitas bumi yang amat butuh penghijauan, seiring semakin berkurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kondisi lingkungan dan alam sekitar.

Khusus Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintahnya telah mencanangkan program penghijauan dengan tema "South Sulawesi Go Green" (Sulawesi Selatan Menuju Penghijauan).

Sebagian orang menyangka bahwa program penghijauan bukanlah suatu amalan yang penting di sisi Allah, sehingga ada diantara mereka yang bermalas-malasan dalam mendukung program tersebut.

Demi menepis persangkaan yang salah ini, kali ini kami akan mengulas PENTINGNYA PENGHIJAUAN menurut tuntunan Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- beserta dalil-dalilnya.

Minggu, 18 November 2018

Sesibuk Apapun, Jangan Lupa Sholat




Sesibuk Apapun, Jangan Lupa Sholat

Oleh :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhohulloh_

Hiruk pikuknya kehidupan dunia, dan sibuknya manusia bekerja, sering membuat kebanyakan orang melalaikan tugasnya sebagai hamba Allah, yakni meninggalkan sholat dengan alasan sibuk kerja.

Realita menyedihkan seperti ini banyak kita jumpai dimana-mana. Para petani sibuk dengan sawah ladangnya. Para pegawai sibuk dengan tugasnya. Para guru sibuk mengajar. Para pekerja ringan dan berat sibuk dengan pekerjaannya. Ibu rumah tangga sibuk dengan tugas rumah. Para pedagang sibuk dengan jual-belinya.

Intinya, banyak diantara mereka yang terlena dengan dunia dan aktifitasnya, lalu lupa dengan sholatnya dan sujudnya di hadapan Allah. Padahal suara adzan dan waktu sholat telah tiba.

Parahnya lagi, ada diantara mereka yang tidak lagi mengerjakan sholat lima waktu, bahkan sholat jum'at pun ditinggalkan sampai hampir saja kita tak mengenalnya sebagai seorang muslim, karena ia tak pernah menunaikan sholat.

Realita pahit ini anda bisa lihat di pasar-pasar, mall-mall, kantor-kantor dan lainnya; banyak diantara orang yang mengaku muslim, tapi tak sholat jum'at.

Orang yang seperti ini berhak memperoleh ancaman yang disebutkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam sabdanya,
مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ
"Barangsiapa yang meninggalkan sholat jum'at sebanyak tiga kali, karena ia meremehkannya, maka Allah akan menutup hatinya". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 1052), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (no. 500), dan An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (no. 1368). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (no. 727)]

Al-Imam Al-Hafizh Abu Umar Ibnu Abdil Barr An-Namariy Al-Andalusiy _rahimahullah_ berkata,
"وَهَذَا وَعِيدٌ شَدِيدٌ لِأَنَّ مَنْ طُبِعَ عَلَى قَلْبِهِ وَخُتِمَ عَلَيْهِ لَمْ يَعْرِفْ مَعْرُوفًا وَلَمْ يُنْكِرْ مُنْكِرًا." اهـ من الاستذكار (2/ 55)
“Ini adalah ancaman yang amat keras! Karena, siapa saja yang telah dicap dan ditutup hatinya, maka ia tidak akan mengenal sesuatu yang ma’ruf (yang baik), dan tidak akan mengingkari sesuatu yang mungkar.” [Lihat Al-Istidzkar (2/55), karya Ibnu Abdil Barr, cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, 1421 H]

Senin, 12 November 2018

Hukum Banyak Goyang dalam Sholat


Wave, Turquoise, Blue, Concentric

Hukum Banyak Goyang dalam Sholat

oleh : 
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
-hafizhohulloh-

Banyak pemandangan yang cukup menggelitik dari sebagian kaum muslimin saat mereka berdiri menghadap Allah Robbul alamin di dalam sholatnya.

Diantara pemandangan tersebut, adanya sebagian orang yang suka melakukan gerakan yang berlebihan saat ia sholat, sedang gerakan itu sebenarnya ia tak butuh kepadanya.

Belum lagi, ada diantara mereka yang bermain-main dan berpaling dari khusyu' di dalam sholatnya.

Disinilah kita akan melihat gerakan-gerakan aneh dari sebagian kaum muslimin yang melaksanakan sholat, seperti menyilangkan jari-jemari tangan, membersihkan kuku, selalu menggoyangkan kaki, membenarkan sorban, merapikan rambut atau pakaian, melihat ke arah jam tangan, mengencangkan sarung, menggali lubang hidung, membersihkan tahi mata dan telinga, mempermainkan HP, melongo ke kiri dan ke kanan, dan lain-lainnya diantara perkara yang dapat menggugurkan atau mengurangi pahala sholat seseorang.

Para pembaca yang budiman, khusyu' adalah inti dan rohnya sholat. Karenanya, yang disyariatkan bagi seorang mukmin, memperhatikan khusyu' saat menunaikan sholat, dan bersemangat untuk meraihnya.

Allah -ta'ala- berfirman saat memuji orang-orang mukmin,
{قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2)} [المؤمنون: 1، 2]
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya". (QS. Al-Mukminun : 1-2)

Al-Imam Al-Hafizh Abul Fidaa' Ibnu Katsir -rahimahullah- berkata,