Sabtu, 27 Oktober 2018

Kewajiban Muslim ‘Menjauhi Sikap Ghuluw terhadap Orang-orang Sholih’




Kewajiban Muslim
‘Menjauhi Sikap Ghuluw terhadap Orang-orang Sholih’

Oleh :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhohulloh_

Sikap “ghuluw” (berlebihan) terhadap orang-orang sholih, banyak kita temukan pemandangannya di negeri kita, dari sabang sampai Merauke, bahkan juga di berbagai belahan dunia.

Ghuluw (ekstrim) kepada mereka adalah melampaui batas dalam mengagungkan orang-orang sholih sampai terjerumus dalam kesyirikan.

Orang-orang sholih yang dikultuskan terkadang dari kalangan nabi, orang yang dianggap wali, kiyai, guru, pemimpin, dan lainnya. [Lihat At-Tamhid (hal. 331), oleh Sholih Alusy Syaikh]

Bahkan parahnya lagi, ada yang mengkultuskan hewan dan berlebihan padanya (semisal, Kiai Slamet di Solo). 

Sikap ghuluw terhadap orang-orang yang dianggap sholih bisa berupa ucapan, perbuatan atau keyakinan hati.

“Ghuluw” dalam ucapan, seperti ghuluw-nya orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair adalah anak Allah, atau orang-orang Nasrani yang mengatakan bahwa Nabi Isa bin Maryam adalah anak Allah.

Minggu, 07 Oktober 2018

Penyebab Utama Kerasnya Hati




Penyebab Utama Kerasnya Hati

oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhohulloh_

Hati yang dimiliki setiap insan terkadang ia selembut air, tapi juga terkadang sekeras batu.

Lembutnya hati karena taatnya si pemilik hati kepada Allah -Azza wa Jalla-.

Sebaliknya, kerasnya hati karena kedurhakaan si pemilik hati kepada Allah Sang Pencipta Alam Semesta.