Jumat, 22 Februari 2019

Meraih Manisnya Akhlak




Meraih Manisnya Akhlak

oleh : 
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
_hafizhohulloh_

Akhlaq merupakan salah satu perkara yang dibawa dan didakwahkan oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- di tengah umatnya.

Akhlak banyak memberikan pengaruh kepada kaum musyrikin sampai banyak diantara mereka yang masuk Islam karena melihat akhlaq Sang Nabi Pembawa Rahmat, Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Masyarakat Quraisy jahiliah adalah masyarakat yang menyembah makhluk, namun masih memiliki akhlaq yang karimah (mulia) yang mereka warisi dari orang-orang sholih sebelumnya.

Akhlaq yang mereka pelihara dahulu, seperti: menjaga malu, amanah, melayani para tamu, menjamu para jama'ah haji, menyambung silaturahmi, bersedekah, dan lainnya.

Ketika Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- datang menyelamatkan mereka dari kubang kesyirikan, dan dari sebagian penyimpangan akhlak, maka Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- membawa risalah Islam berupa Al-Qur'an dan Sunnah yang berisi akhlak yang amat sempurna lagi terpuji.

Dahulu akhlak hanya dalam batasan sempit, Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- memperluas cakupannya, sehingga mencakup akhlaq kepada Allah -Azza wa Jalla- dan akhlak kepada makhluk.

Inilah yang disinyalir oleh Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-  dalam sabdanya,
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلاَقِ
"Aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan makarimul akhlaq (akhlaq-akhlaq yang mulia)". [HR. Al-Bukhoriy dalam Al-Adab Al-Mufrod (273), Ahmad dalam Al-Musnad (2/381/no. 8939), Al-Baihaqiy dalam As-Sunan Al-Kubro (10/191/no. 20571), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok alaa Ash Shohihain (4221). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami' (2349)]

Penampilan seorang manusia ada dua macam :
(1)  penampilan lahiriah dan
(2)  penampilan batin.

Penampilan lahiriah, seperti : ganteng, jelek, hitam, putih, buta, melihat, dan lainnya.

Penampilan batin, misalnya : malu, berani, pemurah, dermawan, suka membantu, suka melayani hajat orang lain tanpa pamrih, menyambung silaturahim.

Penampilan batin inilah yang biasa disebut “AKHLAQ”.

Jadi, akhlaq adalah penampilan batin yang dimiliki oleh seorang hamba dalam bermuamalah dengan yang lain. Akhlaq biasa disebut dengan istilah "adab", atau "suluk".

Al-Imam Jamaluddin Al-Qosimiy -rahimahullah- menjelaskan bahwa jika dari penampilan batin itu muncul perbuatan-perbuatan yang baik menurut akal dan syari'at, maka penampilan itu disebut dengan "akhlaq hasanah" (akhlaq yang baik) atau "akhlaq karimah" (akhlaq yang mulia). [Lihat Jawami' Al-Adab fi Akhlaq Al-Anjaab (hal. 138) yang dicetak dalam sebuah album kitab yang berjudul "Rosa'il fil Akhlaq", cet. Dar Al-Bashiroh, Mesir]

Allah -Ta'ala- dan Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- ketika memuji akhlaq di dalam Al-Qur'an dan hadits, maka yang dimaksud ialah AKHLAQ KARIMAH.

Diantara keutamaan akhlaq yang disebutkan oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- :