Qurban, Deretan Ibadah-ibadah yang Agung nan Utama

Qurban, Deretan Ibadah-ibadah yang Agung nan Utama
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu
Fa'izah -hafizhahullah-
Qurban
merupakan ibadah yang agung di sisi Allah -Tabaroka wa Ta'ala-. Karena
itu, Allah -Azza wa Jalla- perintahkan di dalam Kitab-Nya,
إِنَّا
أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) [الكوثر : 1 ، 2]
"Sesungguhnya
kami Telah memberikan kepadamu Telaga Al-Kautsar[1].
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah".
(QS. Al-Kautsar : 1-2)
Al-Allamah Ibnu Nashir As-Sa'diy -rahimahullah- berkata,
ولما
ذكر منته عليه، أمره بشكرها فقال: { فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ }
خص
هاتين العبادتين بالذكر، لأنهما من أفضل العبادات وأجل القربات. ولأن الصلاة تتضمن
الخضوع [في] القلب والجوارح لله، وتنقلها في أنواع العبودية، وفي النحر تقرب إلى
الله بأفضل ما عند العبد من النحائر، وإخراج للمال الذي جبلت النفوس على محبته
والشح به.
"Tatkala
Allah telah menyebutkan anugerah-Nya kepada Nabi -Shallallahu alaihi wa
sallam-, maka Allah memerintahkan beliau untuk mensyukurinya, seraya berfirman
(yang artinya),
"Sesungguhnya
kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka Dirikanlah shalat
Karena Tuhanmu; dan berqurbanlah".
Allah
menyebutkan kedua ibadah ini secara khusus, karena keduanya termasuk ibadah
yang paling utama dan pendekatan diri yang paling mulia; dan karena sholat
mengandung ketundukan dalam hati dan anggota-anggota badan kepada Allah, dan
berbolak-baliknya hati dan anggota-anggota badan dalam berbagai jenis
penghambaan.
Di
dalam qurban terdapat pendekatan diri kepada Allah dengan seutama-utamanya
sesuatu yang ada di sisi seorang hamba berupa sembelihan-sembelihan, dan (juga
di dalam qurban) terdapat usaha mengeluarkan harta benda yang jiwa manusia
dicipta untuk mencintainya dan tamak padanya." [Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal. 935)]
Keutamaan
qurban tidak disebutkan di dalam banyak hadits secara gamblang. Adapun
hadits-hadits yang gamblang menyebutkan keutamaannya, maka semuanya lemah dari
periwayatan sebagaimana yang akan kami jelaskan –insya Allah- dalam artikel
berikutnya.
Namun
apa yang disebutkan oleh Allah -Tabaroka wa Ta'ala- berupa perintah untuk
berqurban merupakan argumen yang teramat kuat untuk membuktikan bahwa "QURBAN" adalah ibadah yang amat agung dan istimewa di sisi Allah
-Tabaroka wa Ta'ala-.
Di
dalam ibadah qurban terdapat sebuah renungan mendalam tentang adanya korelasi
dan hubungan antara nikmat yang Allah berikan kepada seorang hamba dengan
kesyukuran kepada Pemberi nikmat tersebut, yakni Allah -Azza wa Jalla-. Dalam
artian, jika seorang hamba memperoleh nikmat dari Sang Pencipta 'Allah Robbul
Alamin', maka dituntut adanya kesyukuran dari hamba. Sedang kesyukuran itu
tergambar dalam ketaatan dan ibadah berupa sholat, qurban, dan
lain-lainnya. Adapun sholat dan qurban disebutkan secara khusus, karena keduanya
memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah -Subhanahu wa Ta'ala-.
Syaikh Muhammad Amin Al-Mukhtar Asy-Syinkithiy -rahimahullah- berkata,
فِي
هَذَا مَعَ مَا قَبْلَهُ رَبْطٌ بَيْنَ النِّعَمِ وَشُكْرِهَا ، وَبَيْنَ
الْعِبَادَاتِ وَمُوجِبِهَا ،
Di
dalam (qurban) ini beserta (ibadah sholat) yang sebelumnya terdapat ikatan dan
hubungan antara nikmat-nikmat dan kesyukuran terhadap nikmat, antara ibadah-ibadah
dengan hal yang menuntutnya." [Lihat
Adhwa' Al-Bayan (9/129)]
Ibadah
qurban merupakan salah satu syiar dan simbol yang merealisasikan tauhidullah
(pengesaan Allah) dalam ibadah. Jika kaum musyrikin menyembelih untuk berhala
dan pepohonan yang mereka agungkan, maka seorang muslim harus menyelisihi
mereka dengan sembelihan qurban yang hanya dikhususkan bagi Allah -Tabaroka wa
Ta'ala- !!
Seorang
ulama tabi'in, Abu Hamzah Muhammad bin
Ka'ab Al-Qurozhiy -rahimahullah- berkata,
أن
ناساً كانوا يصلون لغير الله وينحرون لغير الله فأمر الله نبيه صلى الله عليه وآله
وسلم أن يكون صلاته ونحره له
"Sesungguhnya
ada beberapa manusia dahulu sholat kepada selain Allah dan menyembelih untuk
selain Allah. Karenanya, Allah memerintahkan Nabi-Nya -Shallallahu alaihi wa
sallam—agar sholat dan qurbannya untuk Allah." [Lihat Fath Al-Bayan fi Maqoshid Al-Qur'an
(15/412), karya Abuth Thoyyib Muhammad Shiddiq Hasan Khan, cet. Al-Maktabah
Al-Ashriyyah, 1412 H]
Jadi, qurban adalah ibadah
yang agung. Saking agungnya, Allah sebutkan perintah berqurban di dalam
Al-Qur'an, dan juga di dalam Sunnah melalui lisan Rasulullah -Shallallahu
alaihi wa sallam-.
Sementara
banyak ibadah yang tidak disebutkan di dalam Al-Qur'an, namun hanya disebutkan
di dalam hadits-hadits nabawi. Justru qurban yang disebutkan secara khusus dalam Al-Qur'an. Ini bukti
akan kebesaran qurban di sisi Allah -Azza wa Jalla-.
Lantaran
itu, jika kita diberi kelapangan rezki oleh Allah -Azza wa Jalla-, maka
hendaknya keutamaan qurban jangan sampai luput dari diri kita. Mari berqurban di
Hari Idul Adh-ha 'Hari yang Paling Utama di sisi Allah'.
[1] Telaga
Al-Kautsar adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah -Azza wa Jalla-
berikan kepada Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.
Komentar
Posting Komentar