Hukum Kencing Berdiri
Hukum Kencing Berdiri
Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. _hafizhahullah_
Kebiasaan manusia pada umumnya saat ia buang air
kecil alias kencing adalah kencing dalam posisi duduk atau jongkok.
Namun ada sebagian keadaan yang menuntut kita
untuk melakukan kencing berdiri. Lalu apa hukumnya kencing berdiri bagi seorang
muslim?
Pertanyaan seperti ini pernah diajukan dan
diutarakan kepada Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin _rahimahullah_.
Kemudian beliau memberikan jawaban bagi
pertanyaan itu seraya berkata,
"الجواب:
البول قائماً يجوز بشرطين :
أحداهما: أن يأمن من التلوث بالبول.
الثاني: أن يأمن من أن ينظر أحد إلى عورته."
اهـ من فتاوى أركان الإسلام (ص: 211) (رقم 127)
“Kencing berdiri boleh dengan dua syarat :
Pertama : aman dari ternodai
(terpecik) oleh kencingnya.
Kedua : aman dari pandangan seseorang
terhadap auratnya.”
Sumber : Fatawa Arkan Al-Islam
(hlm. 211) (no. 127)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
BalasHapusAfwan akhy idzinkan ana untuk membagikan da'wah antum ke beberapa grup. Jazaakumullahu khairan atas ilmunya
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
HapusSilakan saudaraku bagikan sebanyak mungkin agar manusia paham agama ini dan anda pun akan meraih pahala yang banyak.