Kehinaan dan Kerendahan bagi Para Pembenci Islam
Kehinaan dan Kerendahan bagi Para
Pembenci Islam
Penulis :
Ustadz Abdul
Qodir Abu Fa’izah, Lc.
-hafizhahullah-
Kebencian kepada Islam adalah fenomena yang terkadang
mencuat ke permukaan, sadar atau tidak sadar. Inilah yang kita kenal dengan
istilah “islamofobia” berupa prasangka, diskriminasi, ketakutan dan kebencian
terhadap Islam dan kaum muslimin.
Islamofobia ‘kebencian terhadap Islam dan kaum muslimin’
ini dipicu dengan adanya isu-isu yang dimanfaat oleh musuh-musuh Islam, dengan
membangun sebuah image buruk terhadap Islam melalui peristiwa dan tindakan
anarkis yang dilakukan oleh sebagian person atau kelompok yang mengatasnamakan
Islam, entah benar mereka muslim ataukah hanya rekayasa.
Akibatnya, lahirlah buah yang amat pahit bagi Islam dan
kaum muslimin, dimana Islam dan pengikutnya sering kali dilecehkan,
didiskriminasi, dihinakan, dan
dipermainkan, serta ditampakkan sebagai suatu momok yang menakutkan. Padahal
Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Islam berlepas diri dari
berbagai sikap dan tidak anarkis dan kejahatan.
Kalau kita mau jujur, sebenarnya agama-agama lain pun
punya pengikut-pengikut yang anarkis dan jahat, dimana mereka melakukan tindak
teror bagi masyarakat dunia.
Lalu apakah pemuka-pemuka dalam agama-agama tersebut rela
jika tindak jahat, anarkis dan terorisme disandarkan dan dialamatkan kepada
agama mereka?
Kami yakin mereka tidak akan sudi. Lalu kenapa mereka
menyandarkan terorisme itu kepada Islam?!
Sungguh ini adalah standar ganda yang menandakan tidak
adanya keadilan dalam menyikapi masalah.
Sekarang kita lihat sebagai contoh apa terjadi belakangan
ini di New Zealand (Selandia Baru), dengan adanya pembantaian kaum muslimin di
sebuah masjid di sana.
Belum hilang dari ingatan kalian, tindak
terorisme dan kejahatan yang dilakukan kaum Hindu atas kaum muslimin di
Ayodya.
Kaum Hindu menghancurkan Masjid
Babri merupakan bangunan bersejarah di yang berdiri di Ayodya, India.
Masjid ini dibangun oleh Kaisar Mughal pertama India, Babur, abad ke-16. [http://www.merdeka.com/ramadan/masjid-babri-saksi-bisu-konflik-muslim-hindu-di-india.html]
Penghancuran Masjid Babri ini telah
memicu tewasnya ribuan kaum Muslim yang dengan gagah berani
berusaha mempertahankan masjid Allah tersebut.
Penghancuran masjid ini dimotori
oleh Partai Bharatiya Janata (BJP), pimpinan Athal Bihari Fajpaye, yang
saat itu berkuasa di India.
Tidak berhenti sampai disitu, hingga
saat ini, ekstremis Hindu tetap ‘ngotot’ untuk membangun kuil di atas reruntuhan
Masjid Babri tersebut.
Para Hindu ekstremis tetap ingin
membangun kuil meskipun pemerintah India telah melarang mereka.
Ingatkah kalian dengan pembantaian
dan pengusiran yang dilakukan oleh Umat Buddha di
Myanmar (Burma) atas Muslimin Rohingya.
Ribuan warga muslim etnik Rohingya terpaksa lari dari
tempat tinggal mereka di Myanmar, melarikan diri ke negara lain (seperti,
Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dll).
Mereka memilih mati di negeri orang,
ketimbang bertahan di negara mayoritas Buddha radikal itu.
Rupanya, ada seorang biksu Buddha
menjadi dalang di balik musibah pembantaian atas kaum Rohingya.
Biksu itu bernama Ashin Wirathu itu
menyebarkan teror dan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar.
Dia menanamkan ketakutan bahwa suatu saat kelompok muslim minoritas akan menguasai
negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu. [http://www.suara-islam.com/read/index/14341]
Kilas balik ke tahun 1995, saat terjadi pembantaian yang
dilakukan oleh Serbia (yang beragama Kristen
Orthodoks) atas kaum muslimin Bosnia.
Pembantaian
Srebrenica (disebut juga “Genosida
Srebrenica”) adalah kejadian sekitar lebih dari 8000 pembantaian
lelaki dan remaja etnis Muslim Bosniak, pada Juli 1995 di daerah Srebrenica, Bosnia oleh
pasukan Republik Srpska pimpinan Jenderal Ratko Mladi.
Ini merupakan pembantaian terbesar
pasca Perang Dunia II dan gerakan terorisme paling parah atas muslimin
Srebrenica, Bosnia. [https://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Srebrenica]
Anda jangan lupa pula pembantaian
demi pembantaian di Palestina yang dilakukan oleh kaum Yahudi atas muslimin Palestina.
Sejarah kehidupan entitas
Zionis-Yahudi hanyalah diisi dengan pembantaian demi pembantaian terhadap
rakyat muslim Palestina yang tidak berdosa.
Rezim Yahudi dari waktu ke waktu,
tanpa jeda sedikitkpun terus melakukan pembantaian terhadap rakyat muslim
sipil, dan kemudian mengusir, menjajah, dan menguasai tanah kelahirannya. [http://global.liputan6.com/read/2075800/presiden-palestina-israel-sedang-lakukan-pembantaian-di-gaza
dan https://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Qibya]
|
Bangsa Indonesia sendiri sulit melupakan aksi terorisme
para kaum penjajah Kristen Portugis. Kemudian disusul dengan kedatangan aksi
terorisme Kristen Belanda (VOC dan pemerintah Belanda) selama 350 tahun
merampas, menindas dan menzolimi kaum muslimin dengan membawa tiga misi 3G
(Gold, Glory, dan Gospel). Gold sendiri berarti “emas”, tetapi
maksud dari gold disini adalah untuk mencari kekayaan. Setelah itu tujuan Glory
berarti “kejayaan”. Setelah merampas kekayaan
Nusantara, mereka memperoleh kejayaan. Kemudian Gospel (“Penyebaran
agama”). Selain mencari kekayaan dan
kejayaan mereka melakukan penyebaran agama Nasrani (Kristen) ke daerah-daerah
kekuasaannya di seluruh Nusantara. |
|
Jangan sekali-kali melupakan
sejarah dari para pelaku terorisme dari
kalangan Komunis (PKI) yang telah menumpahkan darah kaum muslimin,
membantai para pahlawan dan ulama. Puncak aksi terorisme PKI, terjadi 1965 M. Banyak korban dari kalangan kaum
muslimin yang dibantai oleh kaum komunis-PKI yang amat beringas dan benci
kepada Islam dan kaum
muslimin! Peristiwa mengenaskan itu, tidak
lepas dari pengaruh Republik Rakyat Cina (RRC), yang juga berideologi
sosialis-komunis yang meyakini tidak adanya Tuhan (termasuk Allah).
Na’udzu billahi min dzalik. |
Para pembaca yang budiman, kalau
kita ingin buka-bukaan berita dan kenyataan, maka kita akan dapati bahwa
kaum muslimin sering kali menjadi korban terorisme (baik skala kecil atau
skala besar).
Namun mengapa para pelaku terorisme
non-muslim tidak dicap sebagai teroris?!!
Mengapa kaum muslimin tidak mendapat
simpati dari dunia?!!!
Jawabnya, karena para pelaku bukanlah
muslim. Kedua, karena yang menguasai
media dan politik bukan kaum muslimin!!
Para pembaca
yang budiman, demikianlah sederet fakta yang menimpa kaum muslimin yang selama
ini agama mereka (yaitu, Islam) sering didiskreditkan sebagai agama yang
mengajarkan terorisme, dengan dalih adanya ulah segelintir muslim, sementara
Islam berlepas diri dari terorisme dan sama sekali tidak mengajarkannya, bahkan
mengingkari terorisme!
Pendiskreditan
yang dilakukan oleh kaum kafir, sebenarnya ada udang di balik batu. Mereka
punya tujuan untuk menghinakan dan mempersempit ruang gerak Islam dan kaum
muslimin. Sebab, belakangan mereka resah dengan berkembang pesatnya Islam dan
kaum muslimin di negeri-negeri mereka.
Tidak ada jalan
lain bagi mereka untuk menghambat roda perjalanan dakwah Islam, selain menebar
kebencian terhadap Islam yang kita istilahkan dengan “islamofobia” yang
hakikatnya adalah usaha menghinakan Islam dan mendiskreditkannya agar dijauhi
oleh manusia.
Sebagai contoh
kasus, kaum kafirin melalui Majalah Charlie Hebdo (yang dibela dan didukung oleh Macron) menerbitkan
sebuah karikatur atau kartun yang melecehkan Nabi –shallallahu alaihi wa
sallam-.
Sebenarnya itu
hanyalah batu loncatan dan umpan bagi mereka dalam memancing kemarahan kaum muslimin
agar kemudian ada di antara kaum muslimin yang terpancing dan terpicu untuk
melakukan tindak kekerasan.
Ketika ada sebagian
pemuda muslim melakukan kekerasan karena terpancing dengan kartun dan karikatur
tersebut, maka di sinilah saatnya kaum kafirin mengambil kesempatan emas untuk
membuat opini dan asumsi buruk tentang Islam dan kaum muslimin.
Media-media
kafirin pun ikut menggelembungkan opini ini agar wajah Islam benar-benar tercoreng
karena ulah sebagian pengikutnya. Sementara Islam sendiri tidak mengajarkan
sikap arogansi dan kekerasan yang mereka lakukan.
Tapi
demikianlah usaha kaum kafirin yang ingin selalu merendahkan, menghina dan
mencoreng Islam dan kaum muslimin.
Namun ada
sebuah hakikat yang harus kita pegangi dan yakini bahwa KEHINAAN DAN KERENDAHAN
BAGI PARA PEMBENCI ISLAM!
Para pembenci Islam ini adalah
orang-orang yang menyelisihi dan memusuhi Islam. Tidak ada akibat yang mereka
dapatkan, melainkan buah yang pahit berupa kehinaan dan kerendahan.
{سَيُصِيبُ
الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا
يَمْكُرُونَ } [الأنعام: 124]
“Orang-orang
yang berdosa kelak akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksaan yang keras,
karena tipu dayang yang mereka lakukan.” (QS. Al-An’aam : 124)
Ibnu Asyur Al-Malikiy At-Tunisiy –rahimahullah- berkata,
"إِنَّمَا أَصَابَهُمْ
صَغَارٌ وَعَذَابٌ لِإِجْرَامِهِمْ. وَالصَّغَارُ- بِفَتْحِ الصَّادِ- الذُّلُّ،
وَهُوَ مُشْتَقٌّ مِنَ الصِّغَرِ، وَهُوَ الْقَمَاءَةُ وَنُقْصَانُ الشَّيْءِ عَنْ
مِقْدَارِ أَمْثَالِهِ.
وَقَدْ
جَعَلَ اللَّهُ عِقَابَهُمْ ذُلًّا وَعَذَابًا: لِيُنَاسِبَ كِبْرَهُمْ
وَعُتُوَّهُمْ وَعِصْيَانَهُمُ اللَّهَ تَعَالَى. وَالصَّغَارُ وَالْعَذَابُ
يَحْصُلَانِ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا بِالْهَزِيمَةِ وَزَوَالِ السِّيَادَةِ
وَعَذَابِ الْقَتْلِ وَالْأَسْرِ وَالْخَوْفِ." اهـ من التحرير والتنوير (8/
56)
“Hanyalah menimpa mereka shoghor dan
siksaan, karena dosa-dosa mereka. Kata ash-shoghor (صَغَارٌ) dengan -men-fathah huruf shood- adalah
kehinaan. Dia terambil dari kata ash-shighor (kecil), yaitu kekerdilan dan
kurangnya sesuatu dari kadar hal-hal yang sepadan dengannya.
Sungguh Allah jadikan hukuman bagi
mereka dalam bentuk kehinaan dan siksaan agar sepadan dengan kesombongan, kecongkakan dan
kedurhakaan mereka.
Kehinaan dan
siksaan akan terjadi bagi mereka di dunia dengan (terjadinya) kekalahan,
hilangnya kekuasaan, adanya siksaan berupa pembunuhan, penawanan dan rasa
takut.” [At-Tahrir wa At-Tanwir (8/56)]
Sudah menjadi suratan takdir bahwa
Islam ini semakin direndahkan dan ditekan, maka pertolongan itu datang bagi
kaum muslimin yang menegakkan Islam.
Ibnu Baththol
Al-Bakriy Al-Qurthubiy –rahimahullah- berkata,
"وخص
بالنصر على من خالفه، ونصر بالرعب وجعلت كلمة الله هى العليا، ومن اتبعها هم
الأعلون." اهـ من شرح صحيح البخارى لابن بطال (5/ 103)
“Nabi –shallallahu alaihi wa sallam-
dikhususkan dengan pertolongan atas orang-orang yang menyelisihinya, dan beliau
ditolong dengan adanya rasa takut (di dalam hati musuh-musuh Islam), serta
dijadikan kalimat Allah adalah yang tertinggi. Siapa yang mengikuti kalimat
Allah (yakni, agama Islam), maka merekalah yang tertinggi.” [Syarh Shohih Al-Bukhoriy (5/103)]
Di dalam sebuah hadits yang shohih,
Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ
أَمْرِي
“Dijadikan
kerendahan dan kehinaan itu bagi orang yang menyelisihi urusan (agama)ku.” [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/50) (no.
5115), dan dinyatakan shohih oleh Al-Albaniy dalam Irwa’ Al-Gholil (no. 1269)]
Al-Imam
Al-Hafizh Ibnu Rajab As-Salamiy Al-Hambaliy –rahimahullah- berkata,
"هذا يدل على أن العز والرفعة في الدنيا
والآخرة بمتابعة أمر الرسول صلى الله عليه وسلم لامتثال متابعة أمر الله،...فالذلة
والصغار يحصل بمخالفة أمر الله ورسوله." اهـ من الحكم
الجديرة بالإذاعة (ص: 30_31)
“Ini menunjukkan bahwa kejayaan dan ketinggian di dunia dan
akhirat adalah dengan sebab mengikuti urusan (agama) Rasul –shallallahu alaihi
wa sallam-, karena merealisasikan mutaba’ah (mengikuti) urusan (agama) Allah.
Jadi, kerendahan dan kehinaan lahir karena menyelisihi
urusan (agama) Allah dan Rasul-Nya.” [Al-Hikam Al-Jadiroh bi Al-Idza’ah
(30-31)]
Kemuliaan
dan kejayaan itu adalah milik Allah –azza wa jalla-; Dia berikan kepada
orang-orang yang Dia kehendaki dari kalangan orang yang mengikuti agama Allah
yang tertuang di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul –shallallahu alaihi wa
sallam-.
Al-Amir
Muhammad bin Isma’il Ash-Shon’aniy –rahimahullah- berkata,
"وذلك أن العزة لله ولرسوله _صلى الله
عليه وسلم_ ولمن اتبعه وهذا مشاهد من أعلام النبوة." اهـ من التنوير شرح
الجامع الصغير (4/ 554)
“Yang
demikian itu karena kejayaan adalah milik Allah dan Rasul-Nya –shallallahu alaihi
wa sallam- serta bagi orang mengikutinya. Ini adalah perkara yang
disaksikan (oleh manusia) di antara tanda-tanda kenabian (bagi Nabi Muhammad
shallallahu alaihi wa sallam-).” [At-Tanwir Syarh Al-Jami’
Ash-Shoghir (4/554)]
Kunci
kejayaan dan kemenangan dunia dan akhirat adalah dengan mengikuti petunjuk
Islam yang tertuang di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Siapa yang berpaling
dengannya, karena sebab kekafiran dan kedurhakaannya, maka tidak ada
didepannya, selain kerendahan dan kehinaan!
Kuncinya
adalah kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup manusia. Siapa
yang ingin jaya, menang, dan selamat, maka ikutilah Al-Qur’an dan Sunnah.
Syaikh
Abdul Muhsin Al-Abbad –hafizhahullah- berkata,
"والناس
في هذا الزمان كما هو معلوم أعرضوا عن دينهم، وكثير من الناس ينتمون إلى الإسلام
وهم لا يطبقونه ولا يعملون بأحكامه، ومن أجل ذلك حصل لهم الذل والهوان." اهـ
من شرح سنن أبي داود للعباد
“Manusia
di zaman ini –sebagaimana yang telah diketahui- telah berpaling dari agama
mereka (Islam). Banyak di antara manusia menyandarkan diri kepada Islam, namun
mereka tidak menerapkannya dan tidak mengamalkan hukum-hukumnya. Gara-gara
itulah terjadi bagi mereka kehinaan dan kerendahan.” [Syarh Sunan Abi Dawud]
Ketahuilah
bahwa menyelisihi dan memusuhi Nabi
Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam- adalah pintu menuju lembah kerugian dan
kehancuran.
Apa yang dilakukan oleh Macron dan Majalah Charlie Hebdo
berupa penyelisihan, permusuhan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad –shallallahu
alaihi wa salam- melalui kartun dan karikatur yang mereka buat dan sebarkan;
semua itu hakikatnya adalah pintu yang mereka buat menuju kerugian dan kehancuran
di dunia sebelum kerugian dan kehancuran di akhirat, na’udzu billah! Itulah
kerendahan dan kehinaan yang hakiki!
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah-
berkata,
"مَنْ
خَالَفَهُ وَشَاقَّهُ وَعَادَاهُ هُوَ الشَّقِيُّ الْهَالِكُ فَكَذَلِكَ مَنْ
أَعْرَضَ عَنْهُ وَعَمَّا جَاءَ بِهِ وَاطْمَأَنَّ إلَى غَيْرِهِ وَرَضِيَ بِهِ
بَدَلًا مِنْهُ هُوَ هَالِكٌ أَيْضًا. فَالشَّقَاءُ وَالضَّلَالُ فِي الْإِعْرَاضِ
عَنْهُ وَفِي تَكْذِيبِهِ وَالْهُدَى وَالْفَلَاحِ فِي الْإِقْبَالِ عَلَى مَا
جَاءَ بِهِ وَتَقْدِيمِهِ عَلَى كُلِّ مَا سِوَاهُ." اهـ من مجموع الفتاوى
(19/ 105)
“Barang siapa yang menyelisihi beliau (yakni, Nabi –shallallahu
alaihi wa sallam-), menjauhinya, dan memusuhinya, maka dia adalah orang yang
celaka dan binasa.
Demikian pula orang yang berpaling dari beliau dan
sesuatu (risalah) yang beliau bawa, serta merasa tenang kepada selainnya dan
ridho dengannya sebagai ganti baginya, maka itulah orang binasa juga.
Jadi, kesengsaraan dan kesesatan ada pada sikap berpaling
dari beliau, dan mendustakannya.
Sedang petunjuk dan keberuntungan ada di dalam sikap “iqbaal”
(menghadap) kepada sesuatu yang beliau bawa, dan mendahulukannya di atas segala
sesuatu selainnya.” [Majmu’ Al-Fatawa (19/105)]
Sungguh
sebuah kedurhakaan dan sikap pembangkangan dari seorang hamba di kala ia
menghina dan melecehkan Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- sebagai
manusia pilihan dan sosok yang terbaik serta pembawa ajaran terbaik bagi
kebahagian, kemuliaan dan kejayaan manusia di dunia dan di akhirat.
Ibnu
Qoyyim Al-Jauziyyah
–rahimahullah- berkata,
"جَعَلَ
أَهْلَ طَاعَتِهِ أَكْرَمَ خَلْقِهِ عَلَيْهِ، وَأَهْلَ مَعْصِيَتِهِ أَهْوَنَ خَلْقِهِ
عَلَيْهِ، وَجَعَلَ الْعِزَّةَ لِهَؤُلَاءِ، وَالذِّلَّةَ وَالصَّغَارَ
لِهَؤُلَاءِ." اهـ من الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي = الداء
والدواء (ص: 86)
“Allah
jadikan orang-orang yang taat kepada-Nya sebagai makhluk yang termulia di
sisi-Nya, dan (Allah) jadikan orang-orang yang durhaka kepadanya sebagai
makhluk yang paling hina di sisi-Nya. Allah tetapkan kemuliaan bagi mereka
(yang taat kepada-Nya), serta kehinaan dan kerendahan bagi mereka (yang durhaka
kepada-Nya).” [Al-Jawab
Al-Kafi (hlm. 86)]
Lalu
adakah orang yang lebih durhaka dibandingkan orang-orang menghina dan
melecehkan Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam-?! Tentu tidak ada!!

Komentar
Posting Komentar