Hadits Lemah tentang Nabi Adam Turun di India


 

Hadits Lemah tentang Nabi Adam Turun di India

 

Penulis :

Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.

_hafizhahullah_

  

Di dalam kisah-kisah para nabi dan rasul, disebutkan kisah masyhur bahwa Nabi Adam -alaihis salam- turun di negeri India, berdasarkan hadits yang lemah berikut ini,

 

نَزَلَ آدَمُ بِالْهِنْدِ وَاسْتَوْحَشَ فَنَزَلَ جِبْرِيْلُ فَنَادَى بِالْأَذَانِ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مَرَّتَيْنِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ مَرَّتَيْنِ قَالَ آدَمُ مَنْ مُحَمَّدٌ قَالَ آخِرُ وَلَدِكَ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ

 

"Nabi Adam turun di India, dan beliau merasa asing. Karenanya, turunlah Jibril seraya mengumandangkan adzan, "Allahu Akbar, Asyhadu Alla Ilaha illallah (dua kali), asyhadu anna Muhammdan rasulullah (dua kali).

Adam bertanya, "Siapakah Muhammad itu?" Jibril menjawab, "Cucumu yang paling terakhir dari kalangan nabi".". [HR.Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqo (2/323/2)]

 

Hadits ini dho'if (lemah), atau bahkan mungkin palsu, karena ada seorang rawi dalam sanadnya yang bernama Muhmmmad bin Abdillah bin Sulaiman.

 

Orang yang bernama seperti ini ada dua; yang pertama dipanggil Al-Kufiy, orangnya majhul (tidak dikenal), sedang orang yang seperti ini haditsnya lemah.

 

Yang satunya lagi, dikenal dengan Al-Khurasaniy. Orang ini tertuduh dusta. Jika dia yang terdapat dalam sanad ini, maka hadits ini palsu. Hadits ini di-dho'if-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Adh-Dho'ifah (403).


Hadits yang lemah tidak boleh dijadikan hujjah dalam menetapkan suatu urusan agama, baik itu berupa hukum, aqidah, akhlak, dan lainnya.


Artikel Sebelumnya : 

Hukum Memakai Gelang bagi Kaum Laki-laki

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenang Buah Pahit Peristiwa Demonstrasi dan Aksi Reformasi Tahun 1998 agar Menjadi Pelajaran Berharga bagi Mereka yang Gemar Berdemonstrasi (Renungan Bermakna sebelum 4 November 2016 M)

Doa-doa Penting di Musim Hujan

Bantahan Khusus untuk Ustadz Adi Hidayat yang Menganggap Zakat Fitri dengan Beras tidak Memiliki Dasar dalam Agama