Demonstrasi Damai, Apakah Dia Sarana Dakwah dan Al-Masholih Al-Mursalah yang Boleh Ditempuh oleh Seorang Dai dalam Menasihati Pemerintah Muslim?!
Demonstrasi Damai, Apakah
Dia Sarana Dakwah dan Al-Masholih Al-Mursalah yang Boleh Ditempuh oleh
Seorang Dai dalam Menasihati Pemerintah Muslim?!
Serial Sanggahan atas
Wahdah Islamiyah, dkk yang Membolehkan
Demonstrasi
=============================================
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu
Fa'izah -hafizhahullah-
=============================================
Pertanyaan seperti ini telah lama menyambangi seorang ulama Negeri Syam,
Al-Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy.
Pertanyaan
ini tampaknya datang kepada beliau awal munculnya syubhat dari sebagian kaum
pergerakan (haroki) yang memaksakan bolehnya DEMONSTRASI DAMAI.
Si
penanya berkata,
هل
يجوز القيام بالمظاهرات و المسيرات السلمية للتعبير عن حق الرأي فإن كان الجواب
بلا فنرجوا ذكر الدليل ، وهل تدخل هذه المسيرات ضمن المصالح المرسلة ( ما لا يتم
الواجب إلا به فهو واجب ) فالأصل فيها الإباحة حتى يرد النص بتحريمها ، وهل القيام
بها مع مراعات الضوابط والشروط التي ذكرها عبد الرحمن بن الخالق في رسالته "المسلمون
و العمل السياسي" جائزة ؟؟
"Apakah
boleh melakukan demonstrasi dan aksi damai untuk mengungkapkan hak berpendapat.
Jika jawabannya adalah "tidak boleh", maka kami harapkan penyebutan
dalil.
Apakah
unjuk rasa ini masuk dalam al-masholih al-mursalah. Sesuatu yang tidak bisa
sempurna suatu kewajiban, kecuali dengannya, maka ia wajib. Jadi, hukum asal
padanya adalah mubah sampai datang nash dalam mengharamkannya.
Apakah
melakukan demo damai diiringi penjagaan aturan dan syarat-syarat yang disebut
oleh Abdur Rohman Abdul Kholiq dalam risalahnya "Al-Muslimun wal Amal
As-Siyasiy" adalah boleh?"
Kemudian
sejauh mana hukum DEMONSTRASI DAMAI yang diserukan oleh kaum pergerakan itu
menurut pandangan ulama tua kita?
Nah,
ada baiknya kami nukilkan jawaban ilmiah penuh hikmah dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy
-rahimahullah- saat beliau menjawab pertanyaan di atas,
صحيح
أن الوسائل لم تكن إذا لم تكن مخالفة للشريعة فهي الأصل فيها الإباحة هذا لا إشكال
فيه، لكن الوسائل إذا كانت عبارة عن تقليد لمناهج غير إسلامية فمن هنا تُصبح هذه
الوسائل غير شرعية، فالخروج للتظاهرات أو مظاهرات وإعلان عدم الرضا أو الرضا
وإعلان التأييد أو الرفض لبعض القرارات أو لبعض القوانين هذا النظام يلتقي مع
الحكم الذي يقول الذي يقول الحكم للشعب، من الشعب وإلى الشعب. أما حينما يكون
المجتمع إسلاميًا فلا يحتاج الأمر إلى مظاهرات وإنما يحتاج إلى إقامةالحجة على
الحاكم الذي يخالف شرعية الله
"Benar
bahwa wasa'il (sarana-sarana) itu jika tidak menyelisihi syariat, maka hukum
asal padanya adalah mubah. Ini tidak ada masalah.
Akan
tetapi jika sarana-sarana itu adalah ungkapan tentang taqlid (membebek dan
mengekor) kepada manahij (jalan-jalan) yang tidak islami, maka disinilah
sarana-sarana itu menjadi tidak syar'i.
Jadi,
keluar untuk berdemonstrasi dan mengumumkan ketidaksetujuan atau kesetujuan
serta mengumumkan dukungan, atau penolakan terhadap sebagian ketetapan atau
sebagian perundang-undangan, maka aturan (cara) seperti ini akan bertemu (sama
dengan) orang bilang, "Kekuasaan adalah milik rakyat, dari rakyat untuk
rakyat."
Adapun
ketika masyakat itu adalah islami, maka ia tidak akan butuh kepada demonstrasi.
Masyarakat hanyalah butuh menegakkan hujjah atas penguasa yang menyelisihi
syariat Allah." [Buka : https://goo.gl/1E0GmX ]
Beberapa Faedah dari Fatwa di Atas :
1.
Hukum
asal wasa'il (sarana) adalah mubah, jika tidak menyelisihi
syariat.
2.
Akan
tetapi jika sarana itu adalah sesuatu yang asalnya adalah haram, maka hukum
menggunakannya adalah haram, misalnya : demo (damai atau rusuh), karena ia
adalah sarana pendukung yang digunakan dalam dunia demokrasi dan penyebab
munculnya banyak keburukan.[1]
3.
Demonstrasi
merupakan metode baru di kalangan kaum muslimin dan ia yang sejak lama menjadi
sarana yang digunakan oleh pejuang demokrasi di Barat, sebagai bentuk
pengejawantahan prinsip demokrasi yang berbunyi, "Suara rakyat adalah
suara tuhan, dan dari rakyat untuk rakyat."
4.
Masyarakat
Islam yang terbina dengan akhlak-akhlak dan nilai-nilai Islam tidaklah butuh
kepada produk barat yang bernama "DEMONSTRASI", karena agama kita punya
jalan dan syariat tersendiri dalam menasihati penguasa. Dengan mengambil produk
mereka, maka hilanglah nasihat
syar'i yang diajarkan oleh Al-Qur'an dan
sunnah yang mencerminkan ajaran kelembutan dan kasih sayang!
[1] Belum
lagi, demo adalah sarana penebar kebencian antara rakyat dengan pemerintah,
penyebab kerusuhan, provokasi, ditunggangi kaum tertentu untuk menjatuhkan
penguasa dan merendahkan martabatnya, dan merusak muru'ah, serta berbagai
keburukan lainnya.

Komentar
Posting Komentar