Kamis, 10 November 2016

Benarkah Demonstrasi termasuk Perkara Ijtihadiyyah?


Benarkah Demonstrasi termasuk Perkara Ijtihadiyyah?

oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-
==========================================

Sebagian kaum yang berusaha keras dan memaksakan diri dalam membolehkan demonstrasi, berkilah, "Demonstrasi inikan masalah ijtihadiyyah akhi, yang di dalamnya boleh khilaf!!"

Benarkah hal itu, ataukah justru pernyataan yang keliru? Dalam menjawab hal ini, kami serahkan jawabannya kepada Syaikh Al-Luhaidan -hafizhahullah-, seorang ulama besar di Timur Tengah.

Beliau pernah ditanya begini,
فضيلة الشيخ، ينشر يعض الدعاة أن الخروج في المظاهرات السلمية والإنكار على الحاكم في العلن من المسائل الاجتهادية التي سيوغ فيها الخلاف, فما تعليق فضيلتكم
"Wahai Syaikh yang mulia, sebagian dai menyebarkan (isu) bahwa keluar berdemo damai dan mengingkari pemerintah secara terang-terangan termasuk masalah ijtihadiyyah yang boleh di dalamnya khilaf. Apa komentar anda?


Syaikh Al-Luhaidan -hafizhahullah- menjawab,
أهذا الذي يقول هذا الكلام هل هو من العلماء الراسخون في العلم المعروفين بسعة الاطلاع، المعروفين بالتحري وفي تصرفاته للالتماس مرضاة الله جل وعلا الداعي إلى تسكين رياح الفتن وإطفاء نيران

هل هذا القائل من هذا النوع؟ معاذ الله من أن يكون من هذا النوع!
إذن مثل هذا, مثل أن يكون من أهل العلم جريئا على الإشاعات، والنبي قال : ((اتقوا زلة العالم))

هذا إذا كان عالما، ثم هذا المتكلم لو وفق وقرأ سيرة أهل العلم وأهل دعوة السلف مما يقومون به لوجد رأيه مجانبا للصواب

"Apakah orang yang menyatakan pendapat ini (yakni, pendapat yang menyatakan demo termasuk masalah ijtihadiyyah, -pent.), apakah ia termasuk ulama yang kokoh dalam ilmu, dikenal dengan keluasan penelitian, dikenal dengan penuh penyelidikan, dan di dalam tindak-tanduknya untuk mencari keridhoan Allah –Jalla wa Alaa-, (ia) seorang yang mengajak untuk menenangkan angin fitnah dan memadamkan api fitnah.
Apakah orang yang berpendapat ini berasal dari jenis (ulama seperti) ini? Ma'adzallah, kalau ia termasuk jenis ini!

Jadi, orang seperti ini, misalkan ia termasuk ulama, berani (menghadapi) rumor-rumor?

Sementara Nabi bersabda, "Waspadalah terhadap ketergelinciran seorang ulama."

Inipun jika ia adalah seorang ulama.

Kemudian orang yang berbicara ini, andaikan ia diberi taufiq dan membaca sejarah hidup para ulama, dan para pengemban dakwah salaf berupa hal-hal yang mereka lakukan, maka ia (orang yang berbicara) ini akan menemukan pendapatnya menyelisihi kebenaran." [Dengar audionya disini : https://goo.gl/bjfavX ]

Beberapa Petikan Faedah dari Fatwa Syaikh di atas :
1.    Orang yang menyuarakan bolehnya demonstrasi bukanlah para ulama yang dikenal dengan kedalaman dan kekokohan ilmu agamanya. Sebab, jika ia adalah ulama yang dalam ilmunya, maka pasti ia tidak akan membolehkannya. Karena, demo merupakan sebab munculnya berbagai macam keburukan dan fitnah bagi umat. Sementara para ulama yang dalam dan kokoh ilmu, pasti akan membendung dan menutup semua pintu dan sarana yang mengantarkan kepada keburukan, kerusakan dan fitnah (ujian) atas umat ini.
2.    Andaikan orang yang membolehkan demo adalah ulama hakiki yang dikenal akan kekokohan ilmunya, maka hendaknya seorang hamba berlindung kepada Allah dan menjauhi ketergelincirannya. Sebab, pendapatnya yang batil dalam hal demo adalah ketergelinciran yang wajib dijauhi.
3.    Anggaplah kiranya ada ulama yang membolehkannya demo. Ulama ini andaikan ia membaca dan merenungi sejarah para ulama dan para pengemban dakwah salaf tentang tingginya kesabaran mereka[1] dalam menahan diri dari menyebarkan aib pemerintah muslim dan gigihnya mereka dalam menyabarkan umat agar jangan melecehkan, merendahkan, memberontak melawan pemerintah, maka pasti ia tidak akan membolekannya dan pasti ia akan tahu akan kebatilan pendapatnya, karena besarnya kerusakan dan keburukan yang timbul dari demonstrasi itu.






[1] Semisal Imam Ahmad dalam Fitnah Kholqul Qur'an. Beliau bersabar dan tidak mengajak manusia untuk berdemo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar