Kisah Harut dan Marut (Serial Hadits Palsu dan Lemah)
Kisah Harut dan Marut
(Serial Hadits Palsu dan Lemah)
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-
Hadits palsu, dan berita isra'iliyyat
banyak bertebaran di dalam kitab-kitab. Ambil saja sebagai contoh, hadits tentang
Harut, dan Marut.
Oleh karenanya, saat membaca sebagian kitab-kitab
tafsir, seorang harus pandai memilah, dan memilih hadits, jangan sampai memilih
hadits palsu, atau berita Isra'iliyyat yang diadopsi dari Taurat, dan
Injil, atau dari ucapan para pendeta dan mantan pendeta yang masuk ke dalam
Islam, seperti hadits berikut:
إِنَّ
آدَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أَهْبَطَهُ اللهُ تَعَالَى إِلَى اْلأَرْضِ
قَالَتِ الْمَلاَئِكَةُ أَيْ رَبِّ
(أَتَجْعَلُ
فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ
وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ [البقرة : 30])
قَالُوْا
رَبَّنَا نَحْنُ أَطْوَعُ لَكَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ قَالَ اللهُ تَعَالَى لِلْمَلاَئِكَةِ
هَلُمُّوْا مَلَكَيْنِ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ حَتَّى يُهْبَطَ بِهِمَا الأرضَ فَنَنْظُرَ
كَيْفَ يَعْمَلاَنِ قَالُوْا رَبَّنَا هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ فَأُهْبِطَا إِلَى اْلأَرْضِ
وَمُثِّلَتْ لَهُمَا الزُّهْرَةُ اِمْرَأَةً مِنْ أَحْسَنِ الْبَشَرِ فَجَاءَتْهُمَا
فَسَأَلاَهَا نَفْسَهَا فَقَالَتْ لاَوَاللهِ حَتَّى تَكَلَّمَا بِهَذِهِ الْكَلِمَةِ
مِنَ اْلإِشْرَاكِ فَقَالاَ وَاللهِ لاَنُشْرِكُ بِاللهِ فَذَهَبَتْ عَنْهُمَا ثُمَّ
رَجَعَتْ بِصَبِيٍّ تَحْمِلُهُ فَسَأَلاَهَا نَفْسَهَا قَالَتْ لاَ وَاللهِ حَتَّى
تَقْتُلاَ هَذَا الصَّبِيَّ فَقَالاَ وَاللهِ لاَنَقْتُلُهُ أَبَدًا فَذَهَبَتْ ثُمَّ
رَجَعَتْ بِقَدَحِ خمَرْ ٍفَسَأَلاَهَا نَفْسَهَا قَالَتْ لاَ وَاللهِ حَتَّى تَشْرَبَا
هَذَا الْخَمْرَ فَشَرِبَا فَسَكَرَا فَوَقَعَا عَلَيْهَا وَقَتَلاَ الصَّبِيَّ فَلَمَّا
أَفَاقَا قَالَتِ الْمَرْأَةُ وَاللهِ مَا تَرَكْتُمَا شَيْئًا مِمَّا أَبَيْتُمَا
عَلَيَّ إِلاَّ قَدْ فَعَلْتُمَا حِيْنَ سَكَرْتُمَا فَخُيِّرَا بَيْنَ عَذَابِ الدُّنْيَا
وَالآخِرَةِ فَاخْتَارَا عَذَابَ الدُنْيَا
"Sesungguhnya
Adam ketika ia diturunkan oleh Allah ke bumi, para malaikat berkata, "Wahai
Robb-ku, apakah Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"
Allah
berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian
ketahui."
Mereka
berkata, "Wahai Rabb kami, kami lebih taat kepadamu dari pada bani adam".
Allah
berkata kepada para malaikat, "Datangkan kepadaku dua malaikat dari
malaikat-malaikat yang ada sehingga keduanya diturunkan ke bumi dan kita lihat
bagaimana keduanya berbuat?"
Para
malaikat berkata, "Wahai Rabb kami, turunkanlah Harut dan Marut".
Kemudian
keduanya pun diturunkan ke bumi, dan dinampakkanlah hiasan dunia kepada mereka
berdua dalam bentuk seorang wanita yang paling cantik.
Wanita
itu pun datang kepada mereka berdua dan kedua malaikat itu meminta diri wanita
tersebut.
Sang
wanita berkata, "Tidak !! Demi Allah, sampai kalian berdua mengucapkan
kalimat syirik ini.
Keduanya
berkata, "Demi Allah, kami tidak akan berbuat syirik kepada Allah."
Wanita
itu pun meninggalkan mereka berdua. Kemudian wanita itu kembali dengan membawa
seorang bayi, maka kedua malaikat itu kembali meminta diri sang wanita.
Sang
wanita berkata, "Tidak!! Demi Allah, sampai kalian membunuh bayi ini."
Kedua
malaikat itu berkata, "Demi Allah, kami tidak akan membunuhnya selamanya".
Maka
sang wanita pergi. Kemudian ia kembali lagi membawa segelas khamer.
Kedua
malaikat kembali meminta diri sang wanita. Maka sang wanita berkata, "Tidak!!
Demi Allah, sampai kalian minum khamer ini".
Akhirnya,
keduanya pun meminum khamer tersebut, lalu keduanya mabuk sehingga keduanya
menyetubuhi sang wanita itu, dan membunuh bayi.
Tatkala
keduanya sadar, sang wanita berkata, "Demi Allah, tidak satu pun yang
kalian tinggalkan dari apa yang kalian abaikan di hadapanku, kecuali telah
kalian lakukan ketika kalian mabuk."
Keduanya
pun diperintahkan untuk memilih siksa dunia atau siksa akhirat. Maka keduanya
memilih siksa dunia".
[HR. Ahmad
dalam Al-Musnad (2/134/no. 6178), Ibnu Hibban dalam Shohih-nya
(6186), Ibnu Abid Dunya dalam Al-Uqubat (222), Abd bin Humaid
dalam Al-Muntakhob (787), dan lainnya]
Hadits
adalah hadits yang batil, bukan sabda Nabi -Shallallahu 'alaihi wa
sallam-, karena dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Zuhair
bin Muhammad At-Tamimiy Al-Marwaziy; ia tsiqoh, tapi biasa meriwayatkan
hadits yang munkar, seperti hadits Harut, dan Marut ini.
Selain itu,
gurunya yang bernama Musa bin Jubair; ia adalah seorang yang mastur (tak dikenal
kedudukannya). Intinya, hadits ini batil baik sanad, maupun redaksinya, dan
hadits ini adalah berita isra'iliyyat yang terambil dari Ka'ab Al-Ahbar sebagaimana
yang dijelaskan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Adh-Dho'ifah (170).
Hadits
palsu dan lemah (termasuk di dalamnya berita isra'iliyyat), bukanlah
hujjah dalam agama. Seseorang tidak boleh menyandarkannya kepada Nabi -Shallallahu
alaihi wa sallam- dan tidak pula membangun hukum atau aqidah di atasnya.
Adapun kami
sengaja menyebutkannya disini, agar kita mengetahui kedudukannya, sehingga kita
pun tidak berhujjah dan berdalil dengannya dalam semua urusan agama.
Komentar
Posting Komentar