Kabar Gembira dan solusi di Tengah Keterpurukan Umat

Kabar Gembira dan solusi
di Tengah Keterpurukan Umat
oleh : Al-Ustadz
Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-
|
Dimana-mana
kita telah menyaksikan, mendengar dan mendapatkan berita tertekan atau tertindasnya
Islam dan kaum muslimin.
Sebaliknya
kaum kafir semakin menunjukkan taring kebuasannya di hadapan kaum muslimin
bagaikan singa yang siap menerkam mangsanya.
Islam dan pengikutnya selalu disempitkan geraknya oleh orang-orang kafir sehingga kebenaran yang akan
disuarakan oleh penegak dan pembawa panji kebenaran terpinggirkan, bahkan hampir
tenggelam oleh kekuatan kaum kafir dan segala makarnya dalam memadamkan cahaya
kebenaran Islam.
Allah
-ta'ala- berfirman,
يُرِيدُونَ
أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ
نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (32) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى
وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
(33) [التوبة/32، 33]
"Mereka (kaum kafir) berkehendak
memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah
tidak menghendaki, selain menyempurnakan cahayanya,
walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus
Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya
atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai". (QS. At-Taubah : 32-33)
ونور
اللّه: دينه الذي أرسل به الرسل، وأنزل به الكتب، وسماه اللّه نورا، لأنه يستنار
به في ظلمات الجهل والأديان الباطلة، فإنه علم بالحق، وعمل بالحق، وما عداه فإنه
بضده، فهؤلاء اليهود والنصارى ومن ضاهوه من المشركين، يريدون أن يطفئوا نور اللّه
بمجرد أقوالهم، التي ليس عليها دليل أصلا. (انظر : تيسير الكريم الرحمن - ص 335)
"Cahaya Allah adalah agama-Nya
yang Dia mengutus para rasul untuk membawanya dan menurunkan kitab-kitab
dengannya. Allah menamainya sebagai "cahaya", karena ia (agama Islam)
dijadikan pelita di dalam gelapnya kejahilan dan agama-agama batil. Sebab Islam
itu adalah ilmu tentang kebenaran dan pengamalan terhadap kebenaran. Adapun
selainnya, maka justru sebaliknya!! Orang-orang Yahudi dan Nasrani (Kristen)
serta orang-orang serupa dengan mereka dari kalangan kaum musyrikin,
menginginkan untuk memadamkan cahaya (agama) Allah dengan sekedar
ucapan-ucapan mereka yang pada asalnya tidak didasari oleh suatu
dalil". [Lihat Taisir Al-Karim
Ar-Rahman (hal. 335)]
Orang-orang
kafir dengan berbagai macam tipe dan jenisnya, semuanya bersepakat ingin memadamkan
cahaya Islam yang dibawa oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- kepada
umat manusia.
Upaya
memadamkan cahaya Islam, mereka lakukan dengan berbagai macam propaganda busuk yang mengkambinghitamkan Islam, menyudutkan, merendahkan
dan menekannya.
Namun
semua upaya itu tidaklah berarti di sisi Allah, sebab Dia ingin menyempurnakan
cahaya Islam dan memenangkannya di atas segala agama batil!!!
Di
dalam ayat ini terdapat busyro (berita gembira) bagi kaum beriman
bahwa Islam akan dimenangkan atas semua agama batil. Inilah yang diisyaratkan
oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam beberapa hadits yang
shohih dari beliau.
Nabi -Shallallahu
alaihi wa sallam- bersabda,
إِنَّ
اللَّهَ زَوَى لِىَ الأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِى
سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِىَ لِى مِنْهَا
"Sesungguhnya Allah telah menghimpun
bumi bagiku. Karenanya, aku melihat bagian-bagian timur dan baratnya.
Sesungguhnya umatku, kerajaannya (kekuasaannya) akan mencapai sesuatu yang
telah dihimpunkan bagiku dari bumi itu". [HR. Muslim dalam Kitab Al-Fitan wa Asyrooh
As-Sa'ah (no. 2889)]
Mungkin
ada diantara kita yang bertanya dalam hati, "Siapa tahu kejayaan itu
telah berlalu?"
Jawabnya, "Tidaklah demikian, kejayaan Islam tidaklah
berakhir, bahkan akan ada saatnya kejayaan itu kembali di akhir zaman
sebagaimana yang akan anda lihat dalam hadits-hadits lainnya di bawah ini".
Dari A'isyah -radhiyallahu anha- berkata,
"Aku pernah mendengarkan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-
bersabda,
لاَ
يَذْهَبُ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ حَتَّى تُعْبَدَ اللاَّتُ وَالْعُزَّى . فَقُلْتُ
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُ لأَظُنُّ حِينَ أَنْزَلَ اللَّهُ (هُوَ الَّذِى أَرْسَلَ
رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ
كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ) أَنَّ ذَلِكَ تَامًّا قَالَ: إِنَّهُ سَيَكُونُ مِنْ ذَلِكَ
مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ رِيحًا طَيِّبَةً فَتَوَفَّى كُلَّ مَنْ
فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَيَبْقَى مَنْ لاَ خَيْرَ
فِيهِ فَيَرْجِعُونَ إِلَى دِينِ آبَائِهِمْ
"Siang dan malam tak akan
hilang sampai Laata dan Uzza disembah lagi". Aku (A'isyah) katakan, "Wahai Rasulullah, sunguh
aku kira -saat Allah turunkan ayat (lalu beliau bacakan ayat 32 dari Surah
At-Taubah di atas)- bahwa hal itu (yakni, kemenangan Islam) telah
sempurna".
Beliau
bersabda, "Sesungguhnya kemenangan itu kelak akan terjadi sebagaimana
yang Allah kehendaki. Kemudian Allah akan mengutus angin yang harum. Allah pun
mewafatkan semua orang yang di dalam hatinya ada keimanan seberat biji sawi.
Akhirnya, tersisalah orang-orang yang tak ada kebaikan sama sekali pada
dirinya. Lalu mereka kembali kepada kepada agama nenek moyang mereka".
[HR. Muslim dalam Shohih-nya (2907)]
Ulama
Negeri Syam, Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albaniy -rahimahullah-
usai membawakan ayat di atas dan sebelum membawakan hadits ini berkata,
تبشرنا
هذه الآية الكريمة بأن المستقبل للإسلام بسيطرته و ظهوره و حكمه على الأديان كلها ,
و قد يظن بعض الناس أن ذلك قد تحقق في عهده صلى الله عليه وسلم و عهد الخلفاء
الراشدين و الملوك الصالحين , و ليس كذلك , فالذي تحقق إنما هو جزء من هذا الوعد
الصادق (انظر : سلسلة الأحاديث الصحيحة، 1/ 31)
"Ayat yang mulia ini memberikan
kabar gembira kepada kita bahwa masa depan Islam dengan berkuasanya Islam,
menang dan berhukumnya Islam atas seluruh agama. Terkadang sebagian orang
menyangka bahwa hal itu telah terealisasi di zaman beliau -Shallallahu alaihi
wa sallam-, zaman Khulafa' Rosyidin dan raja-raja sholih. Padahal bukanlah
demikian halnya!! Kemenangan yang terealisasi hanyalah sebagian dari janji
ini". [Lihat Silsilah Al-Ahadits
Ash-Shohihah (1/31)]
Kejayaan
Islam tidaklah terbatas pada zaman Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-,
bahkan akan meluas dan merata sampai tak ada tempat dan negeri, kecuali akan
dikuasai oleh Islam.
Dari Tamim Ad-Dariy -radhiyallahu
anhu- berkata,
"Aku
telah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
لَيَبْلُغَنَّ
هَذَا الأَمْرُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ ، وَلاَ يَتْرُكُ اللَّهُ بَيْتَ
مَدَرٍ وَلاَ وَبَرٍ إِلاَّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ هَذَا الدِّينَ ، بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ
بِذُلِّ ذَلِيلٍ ، عِزًّا يُعِزُّ اللَّهُ بِهِ الإِِسْلاَمَ ، وَذُلاًّ يُذِلُّ اللَّهُ
بِهِ الْكُفْرَ.
"Urusan (agama) ini akan
mencapai sesuatu yang dicapai oleh malam dan siang. Allah tak akan menyisakan
rumah kota dan pedalaman, kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya
dengan kemuliaan orang yang mulia dan dengan kehinaan orang yang hina;
kemuliaan yang Allah akan memuliakan dengan Islam dan kehinaan yang akan
menghinakan dengannya kekafiran". [HR.
Ahmad dalam Al-Musnad (4/103). Dinilai shohih oleh Al-Albaniy
dalam Ash-Shohihah (no. 3)]
Hanya
saja kejayaan dan kemenangan tentunya akan diraih oleh kaum muslimin dengan
kesabaran, dan usaha keras dari mereka, bukan berpangku tangan dan sekedar
berangan-angan. Kaum muslimin harus menguatkan
fisik, materi dan iman mereka. Ini yang harus diusahakankan, jangan
tergesa-gesa!! Kemenangan bukan hanya sekedar emosi dan semangat belaka!!!
Khobbab bin Al-Arott -radhiyallahu
anhu- berkata,
أَتَيْتُ
النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً (بُرْدَهُ)
وَهُوَ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ وَقَدْ لَقِينَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ شِدَّةً فَقُلْتُ
يَا رَسُولَ اللهِ أَلَا تَدْعُو اللهَ فَقَعَدَ وَهُوَ مُحْمَرٌّ وَجْهُهُ فَقَالَ
لَقَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ لَيُمْشَطُ بِمِشَاطِ (بِأَمْشَاطِ) الْحَدِيدِ مَا دُونَ
عِظَامِهِ مِنْ لَحْمٍ أَوْ عَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ (يَصْرِفُ) ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ
وَيُوضَعُ الْمِنْشَارُ عَلَى مَفْرِقِ رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَيْنِ مَا يَصْرِفُهُ
ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَلَيُتِمَّنَّ اللهُ هَذَا الْأَمْرَ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ
مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ مَا يَخَافُ إِلَّا اللهَ * زَادَ بَيَانٌ: وَالذِّئْبَ
عَلَى غَنَمِهِ
"Aku mendatangi Nabi
-Shallallahu alaihi wa sallam-, sedangkan beliau berbantalkan kain selimut, di
bawah bayangan Ka'bah. Sungguh kami telah mendapati sikap keras dari kaum
musyrikin. Aku berkata, "Wahai Rasulullah, kenapa anda tak berdoa kepada
Allah?" Tiba-tiba beliau duduk, sedang wajahnya memerah seraya bersabda,
"Sungguh orang-orang sebelum kalian, dengan sisir besi, disisirilah sesuatu
sebelum tulangnya berupa daging atau urat. Hal itu tidaklah memalingkan mereka
dari agamanya. Gergaji diletakkan di atas sigaran (belahan) kepalanya, lalu
dibelah menjadi dua. Hal itu tidaklah memalingkan mereka dari agamanya. Sungguh
Allah akan menyempurnakan urusan (agama) ini sampai seorang pengendara akan
berjalan dari kota
Shon'a menuju Hadhromaut, ia tak takut, kecuali kepada Allah dan serigala atas
kambingnya". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya
(3852)]
"Masa
depan adalah untuk Islam!! Allah akan menolong agama-Nya dengan kemuliaan orang
yang mulia dan kehinaan orang yang hina; suatu kemuliaan yang Allah muliakan
dengannya Islam dan kaum muslimin dan suatu kehinaan yang Allah hinakan
dengannya kekafiran dan pengikutnya…Hadits-hadits dalam perkara ini adalah
mutawatir". [Lihat Bahjah An-Nazhirin (1/101)]
Dengan
kata lain, umat harus kembali kepada prinsip agama dan syariatnya yang suci.
Rasulullah
-Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ
أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللهُ
عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوْا إِلَى دِيْنِكُمْ
"Apabila kalian melakukan
transaksi "al-inah"(riba) dan kalian sibuk beternak sapi, serta
kalian rela (puas) dengan bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad, pastilah
Allah menimpakan kehinaan kepada kalian, dan Allah tidak akan melepaskan
kehinaan itu dari kalian sebelum kalian kembali ke agama kalian". [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4825), Ath-Thobraniy
dalam Al-Mu'jam Al-Kabir (3/208/1), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan
oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 11)]
Di dalam
hadits ini terdapat peringatan kaum muslimin bahwa apabila mereka meninggalkan
jihad dan ajaran agama, lalu menyibukkan diri dengan dunia, maka kehinaan akan
menimpa mereka.
Al-Imam Izzuddin Abu Ibrahim Al-Amir Ash-Shon'aniy -rahimahullah- berkata,
وَفِي
هَذِهِ الْعِبَارَةُ زَجْرٌ بَالِغٌ وَتَقْرِيعٌ شَدِيدٌ حَتَّى جَعَلَ ذَلِكَ
بِمَنْزِلَةِ الرِّدَّةِ وَفِيهِ الْحَثُّ عَلَى الْجِهَادِ. (انظر : سبل السلام -
(2 / 58)
"Di
dalam ungkapan ini terdapat celaan mendalam dan teguran keras sampai
mendudukkan hal seperti kemurtadan. Di dalam hadits ini terdapat dorongan
kepada jihad." [Lihat Subul As-Salam
(2/58)]
Jika
teguran keras yang terdapat di dalam hadits ini, kita
tidak indahkan dan perhatikan dengan baik, maka yakin dan pasti kehinaan,
keterpurukan, kemunduran dan kelemahan akan mendera umat ini. Kita sibuk
masing-masing memperhatikan kehidupan dunia kita, dan pada gilirannya
kesenangan dunia yang indah membuat kita takut mati di jalan Allah demi
mempertahankan dan mendakwahkan agama ini.
Al-Imam Syamsul Haqq Al-Azhim Abadiy -rahimahullah- berkata,
وسبب
هذا الذل والله أعلم أنهم لما تركوا الجهاد في سبيل الله الذي فيه عز الإسلام
وإظهاره على كل دين عاملهم الله بنقيضه وهو إنزال الذلة بهم فصاروا يمشون خلف
أذناب البقر بعد أن كانوا يركبون على ظهور الخيل التي هي أعز مكان." (انظر : عون
المعبود - (9 / 242)
"Sebab
kehinaan ini –Wallahu A'lam- bahwa mereka (kaum muslimin) tatkala meninggalkan
jihad di Jalan Allah yang di dalam terdapat kewibawaan Islam dan kejayaannya di
atas seluruh agama, maka Allah membalas mereka dengan sebaliknya yakni, dengan diturunkannya
kehinaan pada mereka (kaum muslimin). Akhirnya, mereka pun berjalan di belakang
ekor-ekor sapi, dimana sebelumnya menunggangi pungggung-punggung kuda yang
merupakan tempat termulia." [Lihat
Aun Al-Ma'bud (9/242)]
Ketika
kaum muslimin menyelesihi tuntunan agama yang terdapat di dalam Kitabullah dan
Sunnah Rasul-Nya, maka mereka akan mendapatkan kehinaan. Sebaliknya, siapapun
dari kalangan umat ini yang berusaha dengan sungguh-sungguh dan bersabar serta
ikhlash dalam berpegang teguh dengan ajaran-ajaran agama, maka pertolongan itu
akan turun dari langit.
Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Rojab As-Salamiy Al-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata,
"ومن
أعظم ما حصل به الذل من مخالفة أمر الرسول صلى الله عليه وسلم ترك ما كان عليه من
جهاد أعداء الله، فمن سلك سبيل الرسول صلى الله عليه وسلم عز، ومن ترك الجهاد مع
قدرته عليه ذل...فمن ترك ما كان عليه النبي صلى الله عليه وسلم من الجهاد مع قدرته
واشتغل عنه بتحصيل الدنيا من وجوهها المباحة حصل له من الذل فكيف إذا اشتغل عن
الجهاد بجمع الدنيا من وجوهها المحرمة؟!" (الحكم الجديرة بالإذاعة - (ص / 40_41)
"Diantara
sebab terbesar terjadi dengannya kehinaan, penyelisihan urusan (agama) Rasul -Shallallahu
alaihi wa sallam-, yakni meninggalkan sesuatu yang dahulu dipijaki oleh beliau
berupa berjihad melawan musuh-musuh Allah.
Jadi,
barangsiapa yang menempuh jalan Rasul -Shallallahu alaihi wa sallam-, maka ia
mendapatkan kewibawaan dan kejayaan. Siapapun yang meninggalkan jihad –padahal mampu
berjihad-, maka ia akan menjadi hina.
Siapa
saja yang meninggalkan sesuatu yang dahulu dipijaki oleh Nabi -Shallallahu
alaihi wa sallam- berupa jihad –padahal ia mampu berjihad- dan malah
menyibukkan diri (lalai) dari jihad gara-gara mengejar dunia dari arah-arah
yang mubah, maka akan terjadi baginya kehinaan. Nah, bagaimana lagi bila
seseorang menyibukkan diri (lalai) dari jihad gara-gara mengumpulkan dunia dari
arah-arah yang diharamkan." [Lihat
Al-Hikam Al-Jadiroh bi Al-Idza'ah (hal. 40_41) karya Ibnu Rojab
Al-Hambaliy, dengan tahqiq Syaikh Abdul Qodir Al-Arna'uth, cet. Dar
Al-Ma'mun, 1990]
Komentar
Posting Komentar