Hindari dan Ubah Nama-nama Buruk

........................................

Hindari dan Ubah Nama-nama Buruk
........................................
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-

Masyarakat Islam di hari ini banyak mengalami pergeseran nilai. Salah satu nilai yang mulai bergeser dan berubah dari yang baik menuju yang buruk adalah perkara memberi nama, sehingga banyak diantara mereka yang memberi nama bagi anak-anak atau saudaranya atau yang lainnya dengan nama-nama yang tak diketahui asal-usulnya, bahkan mereka asal-asalan dalam memberi nama.

Anda akan menemukan sebagian manusia menamai anaknya dengan "Musyrikin", dengan dalih bahwa lafazh itu ada dalam Al-Qur'an. Padahal maknanya buruk, yakni bermakna "orang-orang yang berbuat syirik".

Ada yang menamai anaknya dengan "Imlek", karena ia lahir pada hari raya China yang dikenal dengan Hari Raya Imlek. Nama ini jelas terlarang keras, karena kata Imlek menggambarkan syiar dan agama kekafiran. Nah, dengan memakainya sebagai nama, secara tak langsung berdakwah dengan nama itu kepada kekafiran!!

Ada juga yang menamai dirinya dengan "An-Naar", dalam bahasa Arab bermakna "neraka"!! Disini kami sempat teringat dengan sebuah pengalaman pribadi saat berkunjung ke rumah seorang ikhwah (teman) di Makassar. Dia ternyata tinggal di lorong yang dinamai dengan "Lorong Neraka", karena konon kabarnya orang yang didengar dan dipatuhi di tempat itu adalah orang yang suka bermaksiat. Nama-nama buruk seperti ini harus dan wajib diganti!!!

Sebagian komunitas muslim senang mengambil nama-nama para "jagoan" kafir yang hebat dalam sebagian profesi, lalu menyematkan nama-nama mereka pada anak-anaknya. Orang yang senang sepak bola, maka mereka menamai anaknya dengan "Maradona", "Ronaldo", "Backhem", "Lionel Messi",  dan sederet bintang sepakbola yang lagi beraksi di lapangan hijau. Bagi yang suka balapan, mereka namai anak-anak atau kerabatnya dengan "Schumacher", "Rossi", "Alonso", "Vettel" dan lainnya.

Orang suka musik, maka ia namai anaknya dengan nama-nama para pemain musik, misalnya mereka namai anaknya dengan "Cobain", "Michael Jackson", "Mick Jagger", "Ariel", "Ahmad Dani", "Pasha" dan lainnya.

Perlu diketahui bahwa musik dan pelakunya tercela dalam agama sebagaimana yang dijelaskan dalam banyak dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Warna lain dari kesalahan dalam memberi nama, ada sebagian orang yang suka membuat nama-nama yang sangat panjang bagi anak-anaknya, sampai mereka sendiri susah menghafal nama anaknya. Realita ini dapat kita temukan di kalangan para selebriti yang suka aneh-aneh, misalnya : Isabella Mualiawati Fawzi, Ahmad Abdul Qadir Jaelani, Naysila Nafulany Mirdad, Sabrang Mowo Damar Penuluh, dan masih banyak lagi contohnya.

Konon kabarnya, rekor nama terpanjang yang pernah disematkan pada seorang bayi dari Inggris dengan menyandang 27 kata dengan nama lengkap berikut: Autumn Sullivan Corbett Fitzsimmons Jeffries Hart Burns Johnson Willard Dempsey Tunney Schmeling Sharkey Carnera Baer Braddock Louis Charles Walcott Marciano Patterson Johansson Liston Clay Frazier Foreman Brown.

Semua kata itu adalah nama seorang anak di Inggris. Namanya diambil dari 25 nama petinju top dari seluruh dunia. Sisa 2 adalah nama depan dan nama keluarga.

Ini sebagian realita yang ada di lapangan kehidupan, banyaknya pelanggaaran dalam memberi nama, akibat kejahilan dan jauhnya kebanyakan kaum muslimin dari agamanya.
Para ulama kita telah menjelaskan bahwa diantara nama-nama buruk yang harus kita hindari:
1.    Nama-nama yang memperhambakan diri kepada selain Allah, misalnya, Abdul Husain (Hamba Husain), Abdul Ka'bah (Hamba Ka'bah), Abdul Ali (Hamba Ali), Abdul Muththolib dan lainnya

2.    Nama-nama yang khusus disandang oleh Allah, misalnya, Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Kholiq, Al-Bari, dan lainnya.

3.    Nama-nama asing yang khusus dipakai oleh orang kafir, misalnya : Petrus, George, Diana, Christian, Paulus, Alexander, dan lainnya.

4.    Nama-nama berhala, misalnya: Manat, Uzza, Hubal, Isaf, Na'ilah, Brahma, Wisnu, Krisna, Siwa, Hanoman, Sidarta, Hercules, Zeus, Fortuna, dan lainnya.

5.    Nama-nama yang mengandung penyucian diri, klaim terhadap sesuatu yang tak ada pada dirinya dan kedustaan, seperti: Malikul Amlak (Raja Diraja), Sulthonus Salathin (Penguasa Para Penguasa), Qodhil Qudhoh (Hakim Segala Hakim), dan lainnya.

6.    Nama-nama setan, seperti: Ifrit, Khinzib dan lainnya.

7.    Nama-nama yang dibenci oleh hati, karena memiliki kandungan makna yang buruk atau dapat menimbulkan rasa risih dan malu pada pemiliknya jika ia sudah besar, misalnya: boneka, bebek, kuda, dll.

8.    Nama-nama yang menimbulkan syahwat dan mengesankan sesuatu yang tabu, seperti Cinta, Fatin (yang menggoda), Asmara, Cantik, Manis, dan lainnya.

9.    Nama-nama orang fasik dari kalangan para artis, penyanyi dan pemain film atau sandiwara.

10.          Nama-nama yang menunjukkan makna dosa dan maksiat, seperti Zhalim bin Sarroq (Orang zalim anak Pencuri).

11.          Nama-nama hewan yang buruk, seperti: Kalb (anjing), Himar (Keledai), Kird (Monyet), dan lainnya.

12.          Nama-nama yang diakhiri dengan kata "Din" (agama) atau "Islam", karena akan mengandung pengakuan dan bualan, seperti Taqiyuddin, Syarifudin, Shalihuddin, Saiful Islam, Nurul Islam, Syihabuddin, Tajuddin, Nashiruddin, Ruknuddin dan lainnya.

13.          Nama-nama yang dirakit dari dua atau tiga nama, seperti Muhammad Said, Muhammad Ali, Ali Bahar, Ali Sadikin, Shalih Mahmud, Muhammad Nur Maulana, dan lainnya.

14.          Sebagian ulama membenci seseorang memakai nama-nama malaikat, seperti Jibril, Israfil, Mikail, dan lainnya.

15.          Sebagian ulama membenci seseorang menggunakan nama-nama sebagian surah dari Al-Qur'an, seperti Thoha, Yasin, Hamim, Thoshin, dan lainnya.

Para pembaca yang budiman, disebutkan di dalam sebagian hadits bahwa Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bila mendengarkan nama-nama yang buruk, maka beliau segera mengubahnya. Jadi, mengubah nama merupakan perkara yang diperintahkan dalam agama, jika ia adalah salah satu dari nama-nama yang terlarang di atas.

Ketika Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- mendengar ada seorang wanita bernama "Barroh" (yang baik), maka beliau mengubahnya dengan Zainab.

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
لا تزكوا أنفسكم ، فإن الله هو أعلم بالبرة منكن و الفاجرة ، سميها زينب
"Janganlah kalian menyucikan diri kalian. Karena, Allah yang lebih tahu orang yang baik dan fajir. Namailah ia dengan Zainab". [HR. Al-Bukhoriy dalam Al-Adab Al-Mufrod (no. 821) dan Abu Dawud dalam Sunan-nya (4953). Lihat Ash-Shohihah (210)]

Di kala beliau melihat seseorang bernama "Syihab" (nyala api), maka beliau menggantinya dengan "Hisyam" (kedermawan).

Dari A'isyah -radhiyallahu anha-, ia berkata,
ذكر عند رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلٌ يقال له : شهاب. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "بل أنت هشام".
"Pernah disebutkan di sisi Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- seorang lelaki yang bernama "Syihab", maka Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- berkata, "Bahkan engkau adalah "Hisyam" (kedermawanan)". [HR. Al-Bukhoriy dalam Al-Adab Al-Mufrod (no. 825), Ath-Thoyalisiy dalam Al-Musnad (1501), Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (5823), Ath-Thobroniy dalam al-Kabir (442), dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (4/227)]

Inilah sejumlah dalil menunjukkan bahwa nama-nama buruk dan menyelisihi tuntunan agama merupakan nama-nama yang selayaknya diubah.


Dalil-dalil itu juga menjelaskan bahwa nama-nama para sahabat adalah pendek dan ringkas, tidak panjang seperti nama-nama orang jahil di zaman ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenang Buah Pahit Peristiwa Demonstrasi dan Aksi Reformasi Tahun 1998 agar Menjadi Pelajaran Berharga bagi Mereka yang Gemar Berdemonstrasi (Renungan Bermakna sebelum 4 November 2016 M)

Doa-doa Penting di Musim Hujan

Bantahan Khusus untuk Ustadz Adi Hidayat yang Menganggap Zakat Fitri dengan Beras tidak Memiliki Dasar dalam Agama