Dunia Ini Butuh Cahaya Ilmu
🔰 Dunia Ini Butuh Cahaya Ilmu
Penulis:
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah Al-Bughisiy -hafizhahullah-
Ilmu agama adalah cahaya yang menerangi kehidupan
manusia. Dengannya, seseorang dapat membedakan antara yang benar dan yang
salah, antara petunjuk dan kesesatan. Tanpa ilmu, manusia akan berjalan dalam
kegelapan, meskipun ia merasa berada di jalan yang benar.
Oleh karena itu, para ulama senantiasa menekankan
pentingnya menyebarkan ilmu agar kebaikan dapat tersebar luas di tengah
masyarakat.
Keadaan manusia tanpa ilmu dapat diibaratkan
seperti seorang musafir yang berjalan di malam hari tanpa membawa lampu. Ia
tetap melangkah, tetapi tidak mengetahui arah yang benar dan berisiko terjatuh
ke dalam bahaya.
Namun, ketika ia membawa cahaya, jalannya menjadi
jelas dan aman. Demikian pula ilmu; ia menerangi hati dan kehidupan manusia,
serta menjadi sebab keselamatan di dunia dan akhirat.
🟪
Syaikh Robi' bin Hadi Al-Madkholiy -rahimahullah- berkata,
"املؤوا
الدنيا علما، الناس بحاجة الى هذا العلم."
~ الذريعة (٣/ ٢١٥)
"Penuhilah dunia ini dengan ilmu
agama, karena manusia sangat membutuhkan ilmu tersebut.”
📙
~ Adz-Dzari‘ah (3/215)
Nasihat ini sejalan dengan firman Allah -Ta‘ala-,
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ
وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Katakanlah, 'Apakah sama orang-orang
yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?'”
(Suroh Az-Zumar: 9)
Ayat ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan
ilmu dalam Islam. Orang yang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi karena
ia mampu membimbing dirinya dan orang lain menuju kebenaran.
Selain itu, Rasulullah -shallallahu 'alaihi
wasallam- juga bersabda,
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walaupun satu
ayat.”
[Hadits Riwayat Imam Al-Bukhariy dalam Shohih-nya
(no. 3461)]
Hadits ini menunjukkan bahwa setiap muslim memiliki
tanggung jawab untuk menyampaikan ilmu yang ia ketahui, meskipun sedikit.
Penyebaran ilmu tidak harus menunggu menjadi ulama
besar, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang benar dan bermanfaat.
Nasihat ini mengingatkan kita bahwa menyebarkan
ilmu bukanlah tugas sebagian orang saja, tetapi tanggung jawab setiap muslim
sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Dunia ini sangat membutuhkan cahaya ilmu agar
manusia tidak tersesat dalam kebodohan dan hawa nafsu.
Lantaran itu, siapa saja yang diberikan ilmu oleh
Allah, hendaknya ia tidak menyimpannya untuk dirinya sendiri, tetapi berusaha
menyampaikannya dengan penuh keikhlasan dan hikmah.
Keadaan ini dapat diibaratkan seperti seseorang
yang memiliki pelita di tengah kegelapan. Jika ia hanya menerangi dirinya
sendiri, maka orang lain tetap berada dalam kegelapan.
Namun, jika ia membagikan cahaya tersebut, maka
banyak orang akan mendapatkan manfaat darinya tanpa mengurangi cahayanya
sedikit pun.
Demikian pula ilmu; semakin dibagikan, semakin luas
manfaatnya dan semakin besar pahala yang akan diperoleh di sisi Allah -Azza wa
jalla-.
📌 Faedah dari Nasihat
ini:
Berikut beberapa petikan faedah dari nasihat Syaikh
Robi' bin Hadi Al-Madkholiy -rahimahullah- tersebut:
1) Kewajiban Menyebarkan Ilmu
Seorang muslim tidak hanya dituntut untuk mencari
ilmu, tetapi juga menyebarkannya sesuai dengan kemampuannya.
2) Ilmu sebagai Kebutuhan Umat
Manusia sangat membutuhkan ilmu untuk menjalani
kehidupan yang benar dan terarah, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
3) Bahaya Kebodohan
Ketika ilmu tidak tersebar, kebodohan akan meluas
dan membuka pintu kesesatan serta berbagai kerusakan.
4) Keutamaan Berdakwah dengan Ilmu
Menyampaikan ilmu kepada orang lain merupakan
bagian dari dakwah yang memiliki pahala yang amat besar di sisi Allah -Tabaroka
wa ta'ala-.
5) Ikhlas dalam Menyampaikan Ilmu
Ilmu yang disampaikan harus dilandasi dengan
keikhlasan, bukan untuk mencari pujian atau kedudukan.
6) Ilmu yang Bermanfaat adalah yang Diamalkan dan
Diajarkan
Ilmu tidak akan sempurna manfaatnya jika hanya
disimpan, tetapi akan hidup ketika diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.
7) Penyebaran Ilmu sebagai Cahaya Kehidupan
Semakin luas ilmu disebarkan, semakin terang
kehidupan manusia dengan petunjuk dan kebaikan.
Makassar, 9 Syawwal 1447 H

Komentar
Posting Komentar