Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Nasihat Syaikh Ali bin Ahmad Ar-Rozihiy untuk Para Dai Ahlus Sunnah agar Jangan Ikut Campur dalam Urusan Pemerintah

Gambar
Nasihat Syaikh Ali bin Ahmad Ar-Rozihiy untuk Para Dai Ahlus Sunnah agar Jangan Ikut Campur dalam Urusan Pemerintah oleh :  Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah  -hafizhahullah- Belakangan ini, ada sebuah fenomena yang kami perhatikan merebak di kalangan sebagian Ahlus Sunnah, berupa ikut campurnya mereka dalam perkara-perkara dan kasus-kasus yang ditangani pemerintah, karena (mungkin) termakan media. Parahnya lagi, bila seorang dai ikut membuat pernyataan dalam urusan pemerintah yang bukan urusannya, sehingga bermunculan kesan buruk bagi dakwah Ahlus Sunnah bahwa mereka tidak menghormati pemerintah muslim. Padahal itu hanyalah sikap pribadi dai tertentu. Akibatnya, kini banyak juga ikhwah alias audiens yang "berani" berkomentar tentang masalah-masalah kekinian yang mendera negeri ini, seperti kasus Bapak Patrialis Akbar, dan lainnya. Tulisan dan nasihat ini, jangan dipahami bahwa kita menutup pintu nasihat bagi pemerintah. Silakan, nasihati mereka...

Duduk Tasyahhud yang Benar

Gambar
Duduk Tasyahhud yang Benar oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.  -hafizhahullah-  Banyak teman yang bertanya kepada kami tentang posisi duduk tasyahhud saat seorang melakukan sholat satu atau dua raka'at. Mereka bertanya-tanya seperti ini, karena melihat realita di tengah kaum muslimin berupa adanya sebagian kaum muslimin yang melakukan tawarruk (duduk sambil menyentuhkan pantat kiri di lantai) saat sholat satu atau dua raka'at, dan ada juga yang duduk iftirosy (duduk di atas telapak kaki kiri). Menjawab simpang-siur seperti ini, ada baiknya kami bawakan jawabannya dengan mengambil dan menyarikan fatwa ulama Al-Lajnah Ad-Da'imah (7/15)

Larangan Mengangkat Imam Besar dan Membai'atnya, saat Adanya Pemimpin Resmi dalam Negara

Gambar
Larangan Mengangkat Imam Besar dan Membai'atnya, saat Adanya Pemimpin Resmi dalam Negara oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah-   Belakangan ini sebuah kekhawatiran dalam hati, saat membaca, melihat dan mendengar berita bahwa ada sebagian jamaah mengangkat seorang "IMAM BESAR" [1] bagi kaum muslimin di negeri ini, lalu si imam besar ini pun dibai'at. Padahal pemimpin tertinggi negara ini ada dan dia adalah seorang muslim! Ini merupakan sebuah bentuk pemberontakan dan pembangkangan bagi pemerintah yang sah dan menjadi sebab lahirnya dualisme kepemimpinan. Jika muncul dualisme kepemimpinan bagi kaum muslimin, maka akan muncul berikutnya berbagai macam kerusakan yang akan timbul dengan munculnya fenomena ini. Kapan ada terjadi dualisme kepemimpinan, maka akan muncul banyak keributan dan kerusakan, bahkan boleh jadi perang besar. Lantas apa pandangan ulama-ulama besar tentang realita ini ? Sebagai jawaban, beriku...

15 Artikel Manis dari BLOG RESMI Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.

Gambar
15 Artikel Manis dari BLOG RESMI  Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Edisi Ketiga dari Bulan Aktober 2016 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Untuk KETIGA kalinya, kami mengumpulkan judul-judul tulisan manis dari buah tangan kami –semoga Allah memberkahi kami dan mengampuni dosa-dosa kami-. Judul-judul tulisan ini sengaja kami kumpulkan agar bisa dibaca oleh saudara-saudara kita yang belum sempat membacanya dan dapat menjadi rujukan bagi teman-teman pembaca yang membutuhkan materi penting yang telah berlalu. berikut judul-judul artikel beserta alamat URL-nya, semoga bermanfaat :

Bencana Foto Selfie dan semisalnya, serta Bantahan atas Orang-orang yang Menghalalkan Foto Makhluk Bernyawa

Gambar
Bencana Foto Selfie dan semisalnya, serta Bantahan atas Orang-orang yang Menghalalkan Foto Makhluk Bernyawa oleh :  Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.  -hafizhahullah- Dewasa ini, dengan perkembangan teknologi yang amat pesat, muncul sebuah alat yang kita kenal dengan "POTRET", alias "KAMERA". Alat ini dengan berbagai jenisnya, membawa sebuah perubahan dalam kehidupan manusia. Terlebih lagi saat kamera merupakan salah satu fitur yang melengkapi ponsel moderen yang ada di zaman ini, maka semakin berubahlah gaya hidup manusia. Berangkat dari dukungan alat tersebut, maka muncullah kebiasaan menghalalkan "foto selfie" alias foto pribadi. [1] Kebiasaan berfoto selfie ini melanda mayoritas manusia : muslim atau kafir, pria atau wanita, tua atau muda. Sebuah pemandangan yang miris, kita melihat berbagai jenis tampilan foto-foto selfie yang berseliweran di depan mata kita, saat kita membuka media sosial, seperti Facebook, WhatsA...

Menata Adab dan Akhlak sebelum Jauh Melangkah

Gambar
Menata Adab dan Akhlak sebelum Jauh Melangkah oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. - hafizhahullah - Sebuah kesalahan para penuntut ilmu, ia hanya mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya. Namun ia lupa menghiasi dirinya dengan adab-adab islami kepada yang lain : kepada ustadz, ilmu, kitab, kawan-kawan, tetangga, masyarakat, orang tua dan lainnya. Tak heran bila di zaman ini, kita akan menjumpai manusia-manusia durhaka kepada guru dan ustadznya yang telah mengajarinya sekian banyak jenis ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya. Semua itu dibalas dengan adab dan akhlak buruk kepada gurunya, sampai ada diantara mereka yang meng-ghibahi gurunya, menghukuminya sebagai orang sesat, sementara itu ia tak menasihatinya. Gelar-gelar buruk tak luput dari lisannya sehingga manusia yang berjasa dalam hidupnya ia gelari dengan "kadzdzab" (tukang dusta), dajjal, pencuri dan sederet gelar-gelar hina ia sematkan kepada sang guru. D...

Awal Segala Sesuatu

Gambar
Awal Segala Sesuatu oleh :  Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah- Disana ada beberapa hal yang pertama kali terjadi di antara perkara-perkara penting kita ilmui dan yakini agar keimanan kita semakin kokoh. Diantara perkara-perkara yang kami maksudkan, þ Makhluk Pertama Makhluk yang pertama kali ciptakan oleh Allah -Azza wa Jalla- adalah Al-Qolam (pena). Dialah yang menulis segala takdir yang dikehendaki oleh Allah sampai kiamat. Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ، فَقَالَ لَهُ: اكْتُبْ، قَالَ: رَبِّ، وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ "Sesungguhnya sesuatu yang paling pertama Allah -Ta'ala-  ciptakan adalah Al-Qolam (pena). Dia berfirman kepadanya, "Tulislah!!" Pena berkata, "Wahai Tuhanku, apa yang aku akan tulis?" Dia berfirman, "Tulislah takdir segala sesuatu sampai tegaknya hari kiamat...

Terpukau dengan Kemajuan Barat

Gambar
Terpukau dengan Kemajuan Barat oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-  Seorang doktor keluaran Amerika pernah memberikan sebuah ceramah di depan kaum muslimin dengan penuh semangat ia mengelu-elukan dan membanggakan kemajuan Amerika dan negara barat lainnya , yang notabenenya adalah kaum kafir yang ingkar kepada Islam. Dia membanggakan kaum kafir, karena semata kemajuan dunianya. Sebaliknya , dengan nada dan pandangan sinis, ia merendahkan kaum muslimin karena kemunduran dan keterbelakangan dalam urusan dunia. Ini adalah sebuah realitas ketertipuan sebagian kaum cendekiawan muslim terhadap kemajuan kaum kafir. Dia tertipu karena melihat, merasakan dan terpukau dengan gemerlapnya kemajuan kaum kafir barat, tanpa melihat sudut pandang kedudukan mereka di sisi Allah - Azza wa Jalla - sebagai makhluk yang paling buruk. Sementara itu, sang Doktor lupa bahwa kaum beriman adalah sebaik-baik makhluk di sisi Allah – tabaroka wa ta'ala -. ...

Aturan Pukul-Memukul dalam Bimbingan Al-Qur'an & Sunnah

Gambar
Aturan Pukul-Memukul  dalam Bimbingan Al-Qur'an & Sunnah oleh :  Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Di sebagian kesempatan, kami pernah menyaksikan seorang bocah cilik menampar dan memukul wajah temannya, tanpa merasa bersalah. Ketika ditanya dan dinasihati agar jangan memukul wajah teman, maka ia beralasan bahwa itu cuma canda dan gurau.  Ia menganggap bahwa memukul orang boleh dan bebas saja, tanpa aturan!! Kesalahan dan kejadian ini membekas dalam lubuk hati kami, yang mendorong kami agar sedikit berbicara seputar aturan pukul-memukul dalam syariat Islam yang suci. Di sisi lain, disana ada sekelompok manusia yang menganggap bahwa memukul adalah perkara yang dilarang secara total, sehingga ia menyangka bahwa dalam dunia pendidikan –misalnya- tak boleh memukul anak didik, walaupun itu adalah pukulan mendidik. Ini jelas kesalahan berpikir!!!

Penawar Musibah

Gambar
Penawar Musibah oleh :  Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah-  Setiap manusia pasti mengalami musibah, baik ia muda, maupun tua. Musibah dan ujian terkadang menimpa hati, jasad dan harta benda. Seorang pedagang mengalami kerugian. Seorang ibu kematian anak atau suami. Seorang bapak kehilangan anak atau istri. Seorang pejabat dan pegawai atau pekerja kehilangan kedudukan dan pekerjaan. Seorang yang mengalami kecelakaan. Seorang petani gagal panen. Semua ini adalah musibah yang muncul dari ketentuan (takdir) Allah -Subhanahu wa Ta'ala- sebagian ujian bagi keimanan bagi para hamba. Mungkin diantara kita bertanya, "Lantas apa penawar musibah-musibah itu?" Jawabnya , seorang hamba ridho dan rela terhadap takdir (ketentuan) Allah berupa musibah yang menimpa dirinya. Itulah kesabaran. Lalu kesabaran itu diiringi oleh ihtisab (mencari pahala) di sisi Allah -Azza wa Jalla-.

"Innocence of Muslims", Bukti Kebencian dan Makar Kaum Kafir

Gambar
"Innocence of Muslims" Bukti Kebencian dan Makar Kaum Kafir Oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah- Di segala zaman kaum kafir senantiasa melancarkan makar busuknya, akibat kebenciannya kepada ajaran kebenaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul – alaihimush sholatu was salam -. Para pengikut kebenaran senantiasa dicela oleh kaum kafir, karena keimanan mereka kepada kebenaran yang disampaikan oleh Allah melalui lisan para nabi dan rasul-Nya. Allah - Azza wa Jalla - berfirman dalam menceritakan kaum beriman yang disiksa dan dibakar dalam parit oleh kaum kafir yang dikenal dengan "Ash-habul Ukhdud" , وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ [البروج : 8] "Dan mereka (kaum kafir) tidak menyiksa orang-orang mukmin itu, melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. Al-Buruj : 9) Siksaan, celaan dan pembunuhan merupakan...

Keindahan Poligami yang Kini Terkubur

Gambar
Keindahan Poligami  yang Kini Terkubur oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc - hafizhahullah - Poligami merupakan syariat agung yang terhias dengan berbagai keindahan yang terpendam padanya. Semakin kita cermati dan selami, maka semakin muncul darinya berbagai keindahan yang agak sulit digambarkan, kecuali bagi mereka yang diberi ilmu dan taufik oleh Allah - Azza wa Jalla -. Hanya saja keindahan demi keindahan poligami kian hari, kian pudar dan terkubur ditelan oleh gelapnya kejahilan manusia. Syariat poligami semakin hari, semakin terasing di tengah kaum muslimin.  Banyak diantara  kaum muslimin yang "menolak" dengan  terang-terangan  syariat  poligami, terutama kaum wanita dan orang-orang jahil Ironisnya lagi, jika sebagian wanita cadaran juga ikut-ikutan menolak, saat suaminya ingin menjalankan syariat poligami. Padahal suaminya mampu menjalankan tugas sebagai suami dan juga mampu memberi nafkah.