Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Dentingan Cinta dan Kerinduan kepada Negeri Mekkah & Baitullah

Gambar
Dentingan Cinta dan Kerinduan  kepada Negeri Mekkah & Baitullah oleh :  Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah  - hafizhahullah - Sepuluh tahun telah berlalu bagiku dari kenangan masa lalu di Baitullah.  Kini kerinduan itu semakin menguat dalam kalbu di hari-hari menjelang hari pertama dari Bulan Dzulhijjah.  Kerinduan untuk menjadi tamu-tamu kemuliaan di sisi Allah - Tabaroka wa Ta'ala- semakin kuat . Hati ini merasakan ghibthoh (kecemburuan) saat melihat saudara-saudaraku berangkat dari berbagai pelosok dunia menuju Baitullah untuk berhaji di tahun 1438 H.  Semoga Allah menganugerahkan kami kesempatan berkunjung ke rumah Allah yang mulia, Ka'bah 'Baitullah' Al-Musyarrofah. Tidak terasa air mata menetes saat menyaksikan kafilah para perindu Baitullah telah berangkat menuju Baitullah yang berhias selangit pahala, dan kenikmatan surga yang menanti mereka. Itulah karunia Allah kepada mereka yang dikehendaki-Nya. Dentingan cinta ...

Makalah Ringkas Manasik Haji

Gambar
إِرْشَادُ اْلأُمَّةِ إِلَى مَنَاسِكِ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ عَلَى ضَوْءِ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَفَهْمِ سَلَفِ اْلأُمَّةِ Makalah Ringkas Manasik Haji & Umrah لـَبَّيْـكَ اللهُمَّ لـَبَّيْكَ, لـَبََّيْكَ لا شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَة لَكَ وَالْمُلْكَ لا شَريْكَ لَكَ Ini merupakan manasik haji dan umrah untuk memudahkan para Jama’ah Haji dan umrah. Ringkas & praktis, akan tetapi sesuai dengan Sunnah. Cuma tujuh halaman word, anda sudah siap berhaji seperti Nabi –shollallahu alaihi wasallam-. Ringkas bukan berarti kurang. Ditulis & Disusun oleh Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc (Alumni Islamic University of Medinah, KSA) Manasik Haji & Umroh Manasik haji yang afdhol dan utama adalah tamattu’ , yaitu seorang melakukan umrah pada bulan-bulan haji (Syawwal, Dzulqo’dah, dan  awal bulan Dzulhijjah) yang diakhiri tahallul. Kemudian dilanjutkan kegiatan haji pada tanggal 8  Dzulhijjah...

Sejarah Gelar "Ash-Shiddiq" bagi Abu Bakr dan Pembelaan bagi A'isyah dari Cercaan Kaum Syi'ah-Rofidhoh

Gambar
Sejarah Gelar "Ash-Shiddiq" bagi Abu Bakr  dan Pembelaan bagi A'isyah  dari Cercaan Kaum Syi'ah-Rofidhoh oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. - hafizhahullah - "Ash-Shiddiq" , artinya adalah orang yang amat membenarkan atau orang yang amat jujur. Kalau wanita, biasanya disebut dengan "shiddiqoh" . Ia merupakan sifat yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki derajat iman yang tinggi. Orang yang pertama kali membenarkan kenabian dan kerasulan bagi Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam- adalah Abu Bakr. Setiap langkah dan ucapan beliau senantiasa diiringi oleh ash-shidqu (kejujuran), sehingga ia pun dikenal sebagai seorang yang amat menjaga kejujuran. Pembenarannya kepada wahyu juga dikenal di kalangan kaum muslimin, bahkan di tengah orang-orang kafir sekalipun!! Dari A'isyah - radhiyallahu anha -, لَمَّا أُسْرِيَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى أَصْبَحَ ...

Segunung Fadhilah di Balik Sholat Dhuha

Gambar
Segunung Fadhilah di Balik Sholat Dhuha oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc -hafizhahullah- Sebuah sunnah yang banyak ditinggalkan oleh kebanyakan orang di zaman ini. Itulah Sholat Dhuha, sholat yang dikerjakan sejak awal siang sampai menjelang Sholat Zhuhur [1] , di saat matahari sudah terbit seukuran satu tombak. Anak onta kala itu mulai kepanasan oleh teriknya matahari. Sholat Dhuha memang tidak semasyhur dengan sholat-sholat sunnah lainnya, karena banyak orang yang jarang mendengarkan penjelasan tentang kedudukan, hukum, dan dalil seputar Sholat Sunnah Dhuha. Saking kurangnya penjelasan tentang sholat yang satu ini, sampai sebagian kaum muslimin ragu mengerjakannya, bahkan ia meninggalkannya selama hayat masih dikandung badan. Jadi, selama hidupnya, ia tak mengenal yang disebut dengan "Sholat Dhuha" . Yang ia kenal hanya "Sholat Lail" yang lebih dikenal dengan "Sholat Tahajjud" . Pasalnya kenapa? Akibat kurangnya ...

Keterangan Ilmiah tentang Masuknya Kedua Orang Tua Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- ke dalam Neraka

Gambar
Keterangan Ilmiah   tentang Masuknya Kedua Orang Tua Nabi - Shallallahu alaihi wa sallam - ke dalam Neraka oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah - hafizhahullah-   Sebuah kenyataan yang sering luput dari wawasan kita bahwa kedua orang tua Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- ternyata meninggal dalam keadaan kafir dan kelak akan kekal di dalam neraka!! Sebuah realita yang mungkin terasa pahit dan sulit diterima oleh sebagian orang jahil tentang sunnah dan berita dari Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-.  Adapun orang yang beriman kepada beliau, maka mereka membenarkan berita yang beliau sampaikan bahwa kedua orang tua beliau di neraka. Tulisan ini kami angkat, karena pernah lewat di telinga kami bahwa sebagian orang tidak percaya jika kedua orang tua Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- akan dimasukkan ke dalam neraka. Pengingkaran mereka ini didasari oleh perasaan dan taklid buta. Diantara mereka yang mengingkari keberadaan orang tua N...

Dalil Sunnah Haramnya Nikah Mut'ah

Gambar
Haramnya Nikah Mut'ah ...................................... oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Nikah Mut'ah adalah adalah pernikahan yang dilakukan oleh seorang lelaki dengan seorang wanita sampai waktu yang ditentukan dengan dihadiri oleh wali wanita dan dua orang saksi. [Lihat Thilbah Ath-Tholabah (hal. 102) oleh Najmuddin bin Hafsh An-Nasafiy,  cet. Dar Al-Qolam, 1406 H dan Al-Qomus Al-Fiqhiy (hal. 361) oleh Sa'diy Abu Jaib, cet. Dar Al-Fikr, 1408 H] Di awal Islam pernikahan ini dibolehkan dalam syariat kita. Namun sebelum Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- meninggal dunia, maka nikah mut'ah diharamkan oleh Allah -Azza wa Jalla- melalui lisan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam sebuah hadits dari sabahat mulia, Ali bin Abi Tholib -radhiyallahu anhu- berkata kepada Ibnu Abbas, إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الْمُتْعَةِ وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ زَمَنَ خَيْبَرَ ...

Hindari dan Ubah Nama-nama Buruk

Gambar
........................................ Hindari dan Ubah Nama-nama Buruk ........................................ oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Masyarakat Islam di hari ini banyak mengalami pergeseran nilai. Salah satu nilai yang mulai bergeser dan berubah dari yang baik menuju yang buruk adalah perkara memberi nama, sehingga banyak diantara mereka yang memberi nama bagi anak-anak atau saudaranya atau yang lainnya dengan nama-nama yang tak diketahui asal-usulnya, bahkan mereka asal-asalan dalam memberi nama. Anda akan menemukan sebagian manusia menamai anaknya dengan "Musyrikin" , dengan dalih bahwa lafazh itu ada dalam Al-Qur'an. Padahal maknanya buruk, yakni bermakna "orang-orang yang berbuat syirik" . Ada yang menamai anaknya dengan " Imlek " , karena ia lahir pada hari raya China yang dikenal dengan Hari Raya Imlek. Nama ini jelas terlarang keras, karena kata Imlek menggambarkan syiar dan a...

Wanita Rajin Ibadah, Namun Sial karena Keburukan ِAkhlaknya

Gambar
Wanita Rajin Ibadah,  Namun Sial karena Keburukan Akhlaknya oleh Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah- Sebuah musibah yang didapatkan oleh seorang suami, ia mendapatkan wanita sial. Sang Istri rajin mengerjakan perkara-perkara sunnah yang dianjurkan oleh agama, berupa sholat tahajjud, puasa sunnah, bersedekah kepada orang-orang yang butuh dan melakukan amalan-amalan sunnah lainnya. Cuma sialnya, si istri ini suka melakukan perkara haram berupa menyakiti orang dengan lisannya, misalnya mencela orang lain, meng-ghibah-nya, mengadu domba, menyebarkan kedustaan dan gosip serta merendahkan orang lain dengan lisannya. Abu Hurairah - radhiyallahu anhu - berkata, قِيلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ فُلَانَةَ تَقُومُ اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ، وَتَفْعَلُ، وَتَصَدَّقُ، وَتُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لَا خَيْرَ فِيهَا هِيَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ " قِيلَ: وَفُ...

Awas, Jangan Potong Kuku dan Rambut sebelum Selesai Berquban!

Gambar
Awas, Jangan Potong Kuku dan Rambut sebelum Selesai Berquban! oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Disana, terdapat sebuah adab yang sering kali dilalaikan oleh mayoritas orang yang ingin berkurban. Adab ini memang asing, karena jarang diperkenalkan dan disebarkan oleh dai-dai kita. Adab itu berupa LARANGAN MEMOTONG KUKU, BULU, DAN RAMBUT sejak masuknya tanggal 1 Dzulhijjah . Adab telah diterangkan oleh Rasulullah - Shallallahu alaihi wa sallam - dalam sebuah sabdanya,  ((إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْر وَأَرَادَ أَحَدكُمْ أَنْ يُضَحِّي فَلَا يَمَسّ مِنْ شَعْره وَبَشَره شَيْئًا)) م "Apabila 10 hari pertama (dari Bulan Dzulhijjah) telah masuk, sedang seorang diantara kalian mau berqurban, maka jangalah ia menyentuh (mengambil atau memotong) sedikitpun dari rambut dan kukunya." [HR. Muslim dalam Shohih -nya (no. 1977)]

Mengisi 10 Hari Pertama dari Bulan Dzulhijjah dengan Berbagai Amalan Sholih

Gambar
  Mengisi 10 Hari Pertama dari Bulan Dzulhijjah dengan Berbagai Amalan Sholih oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Hari merupakan salah satu nikmat besar yang Allah - Tabaroka wa Ta'ala- siapkan bagi para hamba-Nya dalam mengejar fadhilah (keutamaan) besar di sisi-Nya. Hari-hari dunia yang mencakup 360-an hari tidaklah memiliki martabat dan kedudukan yang sama di depan Allah -Azza wa Jalla-. Diantara hari-hari itu, ada hari-hari utama yang tidak tertandingi keutamaannya dibandingkan hari-hari lain. Allah -Azza wa Jalla- berfirman, إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ  [التوبة/36] "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bul...