Islam tidak Mengajarkan Terorisme kepada Pemeluknya
Islam
tidak
Mengajarkan Terorisme
kepada
Pemeluknya
oleh :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
_hafizhahullah_
Kaum
muslimin harus lebih cerdik menilai sebagian berita-berita yang disebarkan oleh
para propagandis dari kalangan musuh-musuh Islam yang amat tertata halus
dan rapi.
Berita-berita
yang mereka sebarkan dengan memanfaatkan media sosial yang bekerja hanya
sekedar mencari duit, tanpa memperhatikan kerugian dan bahaya yang ditimbulkan
bagi Islam dan kaum muslimin.
Berita-berita
berbahaya yang dihembuskan oleh mereka mengandung berbagai macam kebatilan, dan
igauan dusta, dan terkadang berita itu dipotong, atau dibolak-balik, sehingga memberikan kesan buruk bagi Islam dan menyudutkan
kaum muslimin.
Diantara
usaha buruk para propagandis dari kalangan kaum kafir dalam menjatuhkan dan
mendiskreditkan Islam, menyandarkan "TERORISME" kepada
Islam.
Ini
merupakan tuduhan terkeji bagi Islam sepanjang sejarah, khususnya belakangan
ini. Sebuah tuduhan keji untuk menebar kebencian, fobia Islam, dan memusuhi
Islam serta menyandarkan keburukan kepada Islam. Padahal Islam bersih dari
semua tuduhan dan keburukan itu!!
Tuduhan
busuk ini dihembuskan melalui media-media sosial merupakan usaha terencana dan
halus dalam menjauhkan manusia dari Islam, dimana manusia pada hari-hari ini
banyak yang masuk Islam dan simpati kepadanya.
Sebenarnya
kalau kita mau jujur dan mau mengerti sedikit saja, maka sesungguhnya "terorisme" itu ada pada setiap tempat
dan kaum, karena terorisme merupakan
fenomena global yang mungkin ada pada setiap tempat dan kaum.
Tidak ada suatu agama pun yang rela dituduh mengajarkan terorisme kepada umatnya, apalagi Islam.
Tidak ada suatu agama pun yang rela dituduh mengajarkan terorisme kepada umatnya, apalagi Islam.
Kalau
kita ingin menilik arti dari kata "terorisme", maka ia terambil dari
kata dalam Bahasa Inggris"terror" : kegentaran, kengerian,
kerusuhan, keributan, kekacauan, dan huru-hara, dan ketakutan. [Lihat : http://uuu.sederet.com/translate.php]
Dalam
KBBI, disebutkan bahwa "terorisme"
adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai
tujuan (terutama tujuan politik)." [Lihat : http://kbbi.web.id/terorisme ]
"Terorisme"
merupakan perilaku dan tindakan yang
muncul dari sikap tathorruf (berlebihan dan melampaui batas), yang tidak
akan kosong suatu masyarakat darinya.
Pemikiran
terorisme memiliki banyak warna dan ragamnya. Bisa dalam skala personal,
kelompok, sekte, organisasi atau negara.
Keragaman
terorisme ini juga bisa dipengaruhi oleh sikap berlebihan dalam pemikiran, atau
melampaui batas dalam beragama, melampaui batas dalam membela dan mencintai
suku, organisasi, partai, atau pimpinan.
Jadi,
tampak dari penjelasan ini bahwa "terorisme", bukan hanya muncul
karena akibat sikap ghuluw (melampaui batas) dalam beragama yang dilakukan oleh
pemeluk agama tertentu, bahkan juga dalam ranah perpolitikan, kesukuan,
kepemimpinan, dan lainnya.
Belakangan
ini, terorisme hanya dikaitkan dengan ranah agama. Jelas ini keliru besar, sebab terorisme bukan hanya
terbatas pada ranah agama, seperti yang telah kami jelaskan.
Belum
lagi kalau kita tarik garis sejarah sampai hari ini, maka terlalu banyak
buktinya, sebagaimana yang telah diketahui semua pihak.
Di
dalam Al-Qur'an Al-Karim, Allah -Tabaroka wa Ta'ala- pernah menegur orang-orang
Yahudi dan Nasrani (Kristen) dari sikap ghuluw yang merupakan cikal
bakal lahirnya "terorisme",
قُلْ
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا
تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا
وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
[المائدة : 77]
"Katakanlah:
"Hai ahli kitab, janganlah kalian ghuluw (berlebih-lebihan dan melampaui
batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kalian mengikuti
hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad)
dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari
jalan yang lurus."
(QS. Al-Maa'idah : 77)
Perhatikan
akhir ayat ini, Allah terangkan bahwa hasil dari sikap ghuluw (melampaui
batas) dalam beragama adalah menyimpangnya seseorang dari rel kebenaran.
Orang-orang
Yahudi dan Kristen telah melakukan sikap ghuluw (ekstrim) dalam
mengikuti agama Islam yang dianut oleh Nabi Isa, sampai membuat agama dan
aturan baru serta melenceng dari ajaran nabi mereka. Akibatnya, lahirlah dua
agama yang menyimpang : Yahudi dan Nashoro (Nasrani alias Kristen).
Pada
gilirannya, muncul sikap kasar dan keras dari mereka kepada siapa saja yang
tidak mau mengikuti ajaran mereka yang sesat lagi menyimpang.
Ahli
Tafsir Negeri Syam, Al-Hafizh Abul Fida' Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah-
berkata saat mengomentari kalimat bergaris di atas,
أي:
وخرجوا عن طريق الاستقامة والاعتدال، إلى طريق الغواية والضلال.
"Maksudnya,
mereka keluar dari jalan lurus dan tegak menuju jalan penyimpangan dan
kesesatan." [Lihat Tafsir Al-Qur'an
Al-Azhim (3/159) karya Ibnu Katsir, cet. Dar Thoibah]
Demikianlah
hasil dan akibat dari sikap ghuluw yang ada pada kaum Yahudi dan
Kristen.
Diantara
sikap ghuluw Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), mereka berlebihan terhadap
nabi mereka, sampai disamakan dengan Allah dalam peribadahan dan ketuhanan.
Mereka
ghuluw (berlebihan) terhadap para pendeta dan orang sholih diantara
mereka sampai menyamakannya dengan Tuhan dalam menghalalkan sesuatu atau
mengharamkan perkara-perkara yang tidak pernah Allah syariatkan.
Sikap
ghuluw (melampaui batas dan berlebihan) seperti ini mengantarkan mereka
untuk meninggalkan Taurat dan Injil dengan melakukan berbagai revisi dan
perubahan terhadap kedua kitab suci tersebut, sehingga lahirlah agama
baru yang jauh dari inti ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Musa dan Isa.
Begitu
lancangnya mereka membuat agama dan syariat baru, demi meninggalkan dan
melenceng dari agama Allah (Islam) yang merupakan misi para nabi dan rasul.
Agama
dan syariat baru buatan Ahli Kitab yang kita kenal dengan "Agama
Yahudi", dan "Agama Kristen."
Kelancangan
mereka dalam meninggalkan agama dan syariat Allah merupakan hasil dan buah dari
sikap ghuluw mereka.
Tidak
heran apabila Ahli Kitab berani melakukan tindakan "terorisme"
yang telah diabadikan di dalam Al-Qur'an dan akan dibaca serta
dikenang oleh sejarah manusia sampai akhir zaman sebagai sejarah kelam mereka.
ضُرِبَتْ
عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ
مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ
الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ
وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا
يَعْتَدُونَ [آل عمران : 112]
"Mereka
diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang
kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka
kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang
demikian itu, karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. yang
demikian itu[220] disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas." (QS. Ali Imraan : 112)
Allah
perjelas aksi terorisme yang dilakukan oleh Ahli Kitab dalam
firman-Nya,
لَقَدْ
سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ
أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ
وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ (181) ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ
وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ (182) الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ
اللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّى يَأْتِيَنَا
بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ قُلْ قَدْ جَاءَكُمْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِي
بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِنْ كُنْتُمْ
صَادِقِينَ (183) فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ جَاءُوا
بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتَابِ الْمُنِيرِ (184) [آل عمران : 181 - 185]
"Sesungguhnya
Allah Telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya
Allah miskin dan kami kaya". Kami akan
mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa
alasan yang benar, dan kami akan mengatakan (kepada mereka):
"Rasakanlah oleh kalian siksa yang membakar".
(Siksaan)
yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya
Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya,
(yaitu)
orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah telah
memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul,
sebelum dia mendatangkan kepada kami korban yang dimakan api".
Katakanlah:
"Sesungguhnya telah datang kepada kalian beberapa orang Rasul sebelumku
membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah
orang-orang yang benar".
Jika
mereka mendustakan kalian, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah
didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan Kitab
yang memberi penjelasan yang sempurna."
(QS. Ali Imran : 181-185)
Adakah
tindak terorisme yang lebih keji, lebih besar dosanya, dan lebih melanggar
dibandingkan usaha mengejar, memusuhi dan membunuh para nabi dan pengikutnya?!
Itulah
pekerjaan Ahli Kitab yang suka membunuh para nabi. Bahkan Yahudi dari kalangan
Ahli Kitab menurut sejarah merupakan pelopor dalam usaha mengejar dan membunuh
Nabi Isa –alaihi salam-, dengan bekerjasama bersama Pemerintah Romawi.
Walaupun
kaum Yahudi tidak berhasil melakukan tindak terorisme dalam membunuh Nabi Isa -Shallallahu
alaihi wa sallam-, hanya membunuh orang yang serupa dengan beliau, namun
mereka (Yahudi) tetap mendapatkan dosa dalam hal itu, karena mereka punya niat
membunuh Nabi Isa –alaihish sholatu was salam-. [Lihat : Al-Jawab
Ash-Shohih (94/380), dan Hidayah Al-Hayaro (hal. 167),
karya Ibnul Qoyyim]
Inilah
yang Allah -Azza wa Jalla- terangkan dalam firman-Nya,
وَقَوْلِهِمْ
إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا
قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا
فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ
وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ
عَزِيزًا حَكِيمًا (158) [النساء : 157 ، 158]
Dan
Karena ucapan mereka (kaum Yahudi) : "Sesungguhnya kami telah membunuh
Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah". Padahal mereka tidak membunuhnya
dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih
paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang
dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu,
kecuali mengikuti persangkaan belaka. Mereka tidak (pula) yakin bahwa yang
mereka bunuh itu adalah Isa.
Tetapi
(yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS.
An-Nisaa' : 157-158)
Padahal
kalau dari sisi nasab, Nabi Isa –alaihis salam- dan Yahudi adalah sama-sama
dari kalangan Bani Isra'il. Tapi mereka dengan kesombongan dan hasadnya
menggelar "aksi terorisme" yang dikecam oleh seluruh bangsa
(utamanya Kaum Nasrani alias Kristen).
Tidak
heran apabila ada kebencian diantara pengikut dua agama ini, terus membara
sampai hari ini, walaupun kedua pihak berusaha menutupi hal itu di depan kaum
muslimin dan masyarakat dunia.
Aksi
terorisme yang dilakoni kaum Yahudi dalam usaha membunuh Nabi Isa –alaish
sholatu was salam- telah diabadikan di dalam Al-Qur'an Al-Karim,
فَبِمَا
نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ
الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ
اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا (155)
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (156)
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ
وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ
اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا
اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ
إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا (158) [النساء : 155 - 158]
"Maka
(Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar
perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan
Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan
mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan, Sebenarnya Allah Telah
mengunci mati hati mereka Karena kekafirannya, Karena itu mereka tidak beriman
kecuali sebahagian kecil dari mereka.
Dan
Karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam
dengan kedustaan besar (zina),
Dan
Karena Ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa
putra Maryam, Rasul Allah". Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan
dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang
(pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali
mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh
itu adalah Isa.
Tetapi
(yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisaa' : 155-158)
Akibat
aksi terorisme yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi bekerjasama dengan
Kerajaan Romawi, maka kaum Yahudi pun dilaknat oleh Allah, mereka disambar
petir, menjelmakan mereka menjadi kera, dan sebagainya.
Siapa
saja yang ghuluw (melampaui batas dan berlebihan) dalam beragama dengan
keluar dari bimbingan wahyu Allah, maka pasti ia akan jatuh dalam
penyimpangan (salah satunya adalah terorisme).
Oleh
karena itu, jauh hari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- telah
mengingatkan umatnya dari sikap ghuluw agar mereka jatuh dalam penyimpangan.
Jauhnya seseorang menyimpang dari Islam merupakan kebinasaan.
Rasulullah
-Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda
إِيَّاكُمْ
وَالْغُلُوَّ ؛ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي
الدِّينِ.
"Waspadalah
kalian sikap ghuluw (melampaui batas), karena orang-orang sebelum kalian
hanyalah binasa karena ghuluw (melamapui batas) dalam beragama." [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (1/347), dan
An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (3057). Hadits dinilai shohih oleh
Al-Arna'uth dalam Takhrijul Musnad (no. 3248)]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Al-Harroniy -rahimahullah-
berkata,
وذلك
يقتضي: أن مجانبة هديهم مطلقاً أبعد عن الوقوع فيما به هلكوا وأن المشارك لهم في
بعض هديهم، يخاف أن يكون هالكاً.
"Hal
ini mengharuskan bahwa menjauhi jalan hidup mereka (Yahudi) secara mutlak
adalah tindakan yang lebih jauh dari terjerumus dalam (sebab) yang mereka
binasa karenanya dan bahwa orang mengiringi (mengikuti) mereka dalam sebagian
jalan hidup mereka, maka ditakutkan ia akan binasa." [Lihat Iqtidho' Ash-Shiroth Al-Mustaqim
(hal. 106]
Sekalipun
Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-, para sahabat, dan ulama-ulama
Ahlus Sunnah telah mengingatkan bahaya ghuluw (diantaranya adalah aksi
terorisme).
Karena,
aksi terorisme itu adalah kebiasaan Ahli Kitab. Namun disayangkan masih ada
saja diantara kaum muslimin yang jahil tentang agamanya, yang jatuh dalam sikap
ghuluw!!
Tidak
heran jika anda melihat kaum Khawarij memerangi para sahabat. Sekte
sesat Syi'ah memerangi para sahabat dan mengafirkan mereka, bahkan
juga mengafirkan kaum muslimin secara umum dan menghalalkan darah mereka,
seperti apa yang kalian lihat pada hari ini berupa aksi terorisme kaum Syi'ah
dalam membantai Ahlussunnah di Iran, Iraq, Suriah, dan lainnya.
Juga
terlibat di dalam aksi terorisme itu, negara-negara barat yang berideologi
komunis atau beragama Kristen (seperti : Rusia,
dan Perancis), sehingga semakin memperparah
penderitaan kaum muslimim di Timur Tengah dan menelan ribuan korban jiwa
belakangan ini.[1]
Belum
hilang dari ingatan kalian, tindak terorisme dan kejahatan yang
dilakukan kaum Hindu atas kaum muslimin di Ayodya.
Kaum
Hindu menghancurkan Masjid Babri merupakan bangunan bersejarah di yang
berdiri di Ayodya, India. Masjid ini dibangun oleh Kaisar Mughal pertama India ,
Babur, abad ke-16. [http://www.merdeka.com/ramadan/masjid-babri-saksi-bisu-konflik-muslim-hindu-di-india.html]
Penghancuran
Masjid Babri ini telah memicu tewasnya ribuan kaum Muslim yang dengan gagah berani
berusaha mempertahankan masjid Allah tersebut.
Penghancuran
masjid ini dimotori oleh Partai Bharatiya Janata (BJP), pimpinan Athal
Bihari Fajpaye, yang saat itu berkuasa di India.
Tidak
berhenti sampai disitu, hingga saat ini, ekstremis Hindu tetap ‘ngotot’ untuk
membangun kuil di atas reruntuhan Masjid Babri tersebut.
Para
Hindu ekstremis tetap ingin membangun kuil meskipun pemerintah India telah
melarang. [http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/hari-ini-16-tahun-yang-lalu-masjid-babri-india-dihancurkan-kafir-hindu.html#]
Ingatkah
kalian dengan pembantaian dan pengusiran yang dilakukan oleh Umat Buddha di
Myanmar (Burma) atas Muslim Rohingya.
Ribuan
warga Muslim Etnik Rohingya terpaksa lari dari tempat tinggal mereka di
Myanmar, melarikan diri ke negara lain (seperti, Indonesia, Bangladesh,
Malaysia, dll).
Mereka
memilih mati di negeri orang, ketimbang bertahan di negara mayoritas Buddha
radikal itu.
Rupanya,
ada seorang biksu Buddha menjadi dalang di balik musibah pembantaian atas kaum
Rohingya.
Biksu
bernama Ashin Wirathu itu menyebarkan teror dan kebencian ke
tengah masyarakat Myanmar.
Dia
menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara
yang dulu dikenal dengan nama Burma itu. [http://www.suara-islam.com/read/index/14341]
Kilas
balik ke tahun 1995, saat terjadi pembantaian yang
dilakukan oleh Serbia (yang beragama Kristen
Orthodoks) atas kaum muslimin Bosnia.
Pembantaian
Srebrenica (disebut juga “Genosida Srebrenica”)
adalah kejadian sekitar lebih dari 8000 pembantaian
lelaki dan remaja etnis Muslim Bosniak, pada Juli 1995 di daerah Srebrenica, Bosnia oleh
pasukan Republik Srpska pimpinan Jenderal Ratko Mladi.
Ini
merupakan pembantaian terbesar pasca Perang Dunia II dan gerakan terorisme
paling parah atas muslimin Srebrenica, Bosnia. [https://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Srebrenica]
Anda
jangan lupa pula pembantaian demi pembantaian di Palestina yang
dilakukan oleh kaum Yahudi atas muslimin
Palestina.
Sejarah
kehidupan entitas Zionis-Yahudi hanyalah diisi dengan pembantaian demi
pembantaian terhadap rakyat muslim Palestina yang tidak berdosa.
Rezim
Yahudi dari waktu ke waktu, tanpa jeda sedikitkpun terus melakukan pembantaian
terhadap rakyat muslim sipil, dan kemudian mengusir, menjajah, dan menguasai
tanah kelahirannya. [http://global.liputan6.com/read/2075800/presiden-palestina-israel-sedang-lakukan-pembantaian-di-gaza
dan https://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Qibya]
Bangsa
Indonesia sulit melupakan aksi terorisme para kaum penjajah Kristen Portugis.
Kemudian disusul dengan kedatangan aksi terorisme Kristen Belanda (VOC dan
pemerintah Belanda) selama 350 tahun merampas, menindas dan menzolimi kaum
muslimin dengan membawa tiga misi 3G (Gold, Glory, dan Gospel).
Gold
sendiri berarti “emas”, tetapi
maksud dari gold disini adalah untuk mencari kekayaan.
Setelah
itu tujuan Glory berarti “kejayaan”.
Setelah
merampas kekayaan Nusantara, mereka memperoleh kejayaan.
Kemudian
Gospel (“Penyebaran agama”).
Selain
mencari kekayaan dan kejayaan mereka melakukan penyebaran agama Nasrani (Kristen)
ke daerah-daerah kekuasaannya di seluruh Nusantara.
|
Jangan
sekali-kali melupakan sejarah
para pelaku terorisme dari kalangan Komunis (PKI) yang telah
menumpahkan darah kaum muslimin, membantai para pahlawan dan ulama. Puncak
aksi terorisme PKI, terjadi 1965 M.
Banyak
korban dari kalangan kaum muslimin yang dibantai oleh kaum komunis-PKI yang
amat beringas dan benci kepada Islam kaum muslimin!
Peristiwa
mengenaskan itu, tidak lepas dari pengaruh Republik Rakyat Cina (RRC), yang
juga berideologi sosialis-komunis yang meyakini tidak adanya Tuhan (termasuk
Allah). Na’udzu billahi min dzalik.
|
Namun
mengapa para pelaku terorisme non-muslim tidak dicap sebagai teroris?!!
Mengapa
kaum muslimin tidak mendapat simpati dari dunia?!!!
Jawabnya, karena para pelaku bukanlah
muslim. Kedua, karena yang menguasai
media dan politik bukan kaum muslimin!!
Pembantaian
dan tidak teror telah dialami oleh kaum beriman sejak dahulu kala, disebabkan
oleh KEBENCIAN KAUM KAFIR terhadap
KEIMANAN KAUM MUSLIMIN.
Realita
ini tidak dapat dipungkiri, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah -Tabaroka
wa Ta'ala- dalam firman-Nya,
وَمَا
نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (8)
الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
شَهِيدٌ (9) إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ
يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ (10) إِنَّ
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ
تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ (11) [البروج : 8 - 11]
"Dan mereka (orang-orang kafir) tidak
menyiksa orang-orang mukmin itu, melainkan karena orang-orang mukmin itu
beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai
kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu.
Sesungguhnya orang-orang yang
mendatangkan cobaan[2]
kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak
bertobat, maka bagi mereka siksa Jahannam dan bagi mereka siksa (neraka) yang
membakar.
Sesungguhnya orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai; Itulah keberuntungan yang besar." (QS. Al-Buruuj : 8-11)
Ini
jelas mencoreng nama ISLAM dan KAUM MUSLIMIN!! Sehingga kesannya Islam itu
identik dengan teror dan kekerasan.
Padahal
agama kita, Islam adalah agama kasih sayang dan kedamaian!!!
Islam
tidak mengajarkan TERORISME kepada pengikutnya.
Kemudian
jika ada oknum muslim yang melakukannya, maka itu bukanlah atas ajaran Islam,
tapi hal itu muncul dari kesalahpahaman tentang Islam.
Karena
itu, para ulama Islam dan dai-dainya mengingkari hal itu dan mengecamnya,
karena bertentangan dengan Islam.
Nah,
adakah ketika umat lain melakukan aksi TERORISME, maka ketika itu juga para
pendeta, biara dan biksu mereka serentak melakukan pengingkaran dan kecaman
atas para pelaku?!!
Pengingkaran
gencar atas aksi terorisme, hanyalah datang dari kalangan ulama Islam untuk
mencegah dan memberantas penyakit terorisme yang mengancam keamanan dan
stabilitas dunia.
Adapun
pengingkaran dari agama lain, silakan anda menilai sendiri.
Kalau
ingin memberantas teroris, ya harus adil, jangan cuma kaum muslimin yang
jadi sasaran dan sering kali diintai dan dituduh sebagai teroris, lalu para
perusak dan teroris dari agama lain tidak disikapi sama!!
Tulisan
ini kami buat sebagai tanggapan atas pernyataan Direktur Eksekutif Megawati
Institut, Siti Musdah Mulia menuding sekolah Islam sebagai penyebab
munculnya terorisme di Indonesia .
Pernyataan
ini kemudian mendapatkan kritikan pedas dari berbagai kalangan. Pernyataan
ini memberikan kesan negatif, seakan-akan Islam diajarkan di pesantren
untuk menanamkan pemikiran radikal dan terorisme.
Padahal
sebaliknya Islam kalau mau jujur, justru melalui pesantren-pesantren
mengajarkan kasih sayang, akhlak yang baik, memberantas segala macam kezholiman
(termasuk sikap radikal, teror, dan pembantaian).
Memang
tidak dipungkiri bahwa memang ada sebagian oknum muslim mengajarkan hal-hal
buruk seperti itu dari arah yang ia tidak sadari, sebagaimana hal itu juga
dilakukan oleh oknum lain dari agama-agama lain.
Jadi,
amat keliru jika sebuah kasus khusus dan oknum tertentu, lalu hal itu
digeneralisasi dalam sebuah opini buruk yang menyudutkan Islam.
Karena
itu, kami meminta kepada si penuduh agar berpikir jujur dan objektif. Jika ia
muslim atau muslimah agar segera bertobat.
……………………..
Tulisan
ini rampung, tanggal 24 Rajab 1437 H yang bertepatan 2 Mei 2016 M, di Makassar,
Sulsel, Indonesia.
……………………..
Selesai
kami edit ulang, 30 Sya’ban 1439 H, bertepatan dengan 16 Mei 2018 M, Kantor
Markaz Dakwah untuk Bimbingan, Taklim, dan
Keamanan Berpikir, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.
[1] Adakah
dunia tercengang di kala masyarakat sipil Suriah di bombardir oleh Rusia
bersama Basyar Asad?! Aksi terorisme ini didiamkan oleh dunia, karena yang
melakukannya orang kafir.
[2] seperti menyiksa,
mendatangkan bencana, membunuh dan sebagainya.

Komentar
Posting Komentar