Menyingkap Kebatilan Teori Darwin
Menyingkap
Kebatilan Teori Darwin
Ini adalah Silsilah Fatwa yang berisi fatwa-fatwa pilihan dari para ulama'Ahlus Sunnah wal
Jama'ah. Kali ini, kami akan mengangkat beberapa permasalahan aqidah yang
bertebaran di masyarakat beserta jawabannya dari fatwa-fatwa tersebut.
Rubrik fatwa kali ini dan
seterusnya –insya Allah- akan kami nukilkan dari fatwa-fatwa Syaikh
Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, Syaikh Abdur Razzaq Afifi, Syaikh Abdullah bin
Hasan bin Qu'ud, Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman bin Ghudayyan, Syaikh Ibrahim
bin Muhammad Alusy Syaikh, dan Syaikh Abdullah bin Sulaiman bin Muhammad bin
Mani' -rahimahumullah-.
Para ulama' kita ini tergabung
dalam suatu lembaga yang disebut dengan "Al-Lajnah Ad-Da'imah li
Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta'".
Kebatilan Teori Darwin
Para pembaca yang budiman, sebagian
manusia ada yang meyakini bahwa asal penciptaan manusia berasal dari kera.
Jadi, menurut teori ini, manusia awalnya berbentuk kera. Lalu mengalami
perkembangan dan evolusi yang mengubah struktur dan bentuk tubuh mereka lebih
sempurna; cara berpikir juga berkembang, dan perlahan-lahan berubah bentuk dari
monyet jadi manusia sempurna.
Inilah "teori
evolusi" batil yang pernah dicetuskan oleh Darwin. Teori ini
didasari oleh sangkaan dan perkiraan-perkiraan batil yang tidak dibangun di
atas dalil dari wahyu.
Para ulama telah memberikan
pengingkaran atas teori Darwin ini, karena menyelisihi nash-nash Al-Qur'an,
As-Sunnah, dan ijma' para salaf.
Oleh karenanya, Syaikh bin
Baaz dan ulama' sejawatnya yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Da'imah li
Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta' memberikan jawaban terhadap
pertanyaan seputar teori Darwin dengan menyatakan dengan tegas,
"Pendapat ini tak benar !! Dalil
yang membuktikan hal itu (yakni, kebatilan teori Darwin), Allah -Ta'ala- telah
menjelaskan dalam Al-Qur'an tentang periode penciptaan Adam seraya berfirman,
{إِنَّ
مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ
لَهُ كُنْ فَيَكُونُ } [آل عمران: 59]
“Sesungguhnya
misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah
menciptakan Adam dari tanah”. (QS. Ali
Imraan: 59).
Kemudian tanah ini dibasahi
sehingga menjadi tanah liat yang melengket pada tangan.
Allah -Ta'ala- berfirman,
{وَلَقَدْ
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ } [المؤمنون: 12]
"Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah". (QS. Al-Mu'minun: 12).
Allah -Ta'ala- berfirman,
{وَلَقَدْ
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ } [المؤمنون: 12]
"Sesungguhnya kami Telah menciptakan
mereka dari tanah liat". (QS. Ash-Shaaffat: 11).
Kemudian menjadi lumpur hitam
yang diberi bentuk. Allah -Ta'ala- berfirman,
{وَلَقَدْ
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ } [الحجر: 26]
"Dan Sesungguhnya kami Telah
menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur
hitam yang diberi bentuk". (QS. Al-Hijr: 26).
Kemudian setelah menjadi
kering, maka ia menjadi tanah kering seperti tembikar.
Allah -Ta'ala- berfirman,
{خَلَقَ
الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ } [الرحمن: 14]
"Dia menciptakan manusia dari tanah
kering seperti tembikar". (QS. Ar-Rahman: 14).
Allah membentuknya sesuai
bentuk yang dikehendaki oleh Allah, dan meniupkan ruh padanya dari ruh-ruh
(ciptaan)-Nya.
Allah -Ta'ala-' berfirman,
{وَإِذْ
قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ
مَسْنُونٍ (28) فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ
سَاجِدِينَ (29)} [الحجر: 28، 29]
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu
berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang
manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi
bentuk. Lalu apabila Aku Telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan
kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan
bersujud". (QS.Al-Hijr
:28-29).
Inilah periode-periode yang
dilalui penciptaan Adam menurut Al-Qur'an.
Adapun periode-periode yang
dilalui oleh penciptaan anak-cucu Adam, maka Allah -Ta'ala- berfirman,
{وَلَقَدْ
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ
نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (13) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً
فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا
الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ
أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (14)} [المؤمنون: 12 - 14]
"Dan Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami
jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,
lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling
baik". (QS.
Al-Mu'minun: 12-14).
Adapun istri Adam (yakni,
Hawwa'), maka Allah -Ta'ala- pun menjelaskan bahwa Dia menciptakannya dari Adam
seraya berfirman,
{يَاأَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا
اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا } [النساء: 1]
"Hai sekalian manusia, bertakwalah
kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya
Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan
laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah)
hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi
kamu". (QS.
An-Nisaa':1).
Wabillahit
taufiq. Washollahu alaa nabiyyinaa Muhammadin wa aalihi washohbihi wa
sallam".
[Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah li
Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta' (1/68-70), cet. Dar Balansiyah, 1421
H ]

Komentar
Posting Komentar