Jangan bilang, "Khalifah Allah!"
Jangan bilang, "Khalifah Allah!"
Penulis :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. _hafizhahullah_
Di sebagian
literatur dan karya tulis, sebagian orang menggunakan istilah "Khalifah
Allah". Padahal penggunaan kata dan istilah seperti ini adalah
sebuah bentuk kekeliruan.
Karena,
khalifah artinya pengganti. Allah tak perlu digantikan, Allah senantiasa ada
dan mengawasi kita; Dia tak pernah mati sebagaimana layaknya makhluk.
Adapun
makhluk jika ia berkuasa dahulu, lalu ia mati, maka ia digantikan oleh
penggantinya yang disebut dengan "khalifah".
Syaikh bin
Baaz dan ulama sejawatnya yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Da'imah li
Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta' pernah ditanya,
"Aku
pernah mendapatkan dalam sebagian kitab-kitab suatu ungkapan yang berbunyi
"Kalian –wahai kaum muslimin- adalah khalifah Allah di Bumi". Apa
hukumnya ungkapan itu??"
Para ulama
kita tersebut memberikan jawaban,
"Ungkapan
ini tak benar dari segi maknanya, karena Allah; Dialah Sang Maha Pencipta
segala sesuatu, dan Pemiliknya. Allah tak pernah meninggalkan makhluk dan
kerajaan-Nya sehingga Allah harus mengambil khalifah (pengganti) baginya di
bumi. Allah hanyalah menjadikan sebagian orang menjadi khalifah (pengganti)
bagi yang lain di bumi.
Setiap kali
seorang mati, atau jama'ah atau umat, maka Allah jadikan sebagiannya sebagai khalifah
(pengganti) bagi yang lainnya dalam mengatur bumi sebagaimana Allah -Ta'ala-
berfirman,
{وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ
الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا
آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ }
[الأنعام: 165]
"Dan
dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan
sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu
tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat
siksaan-Nya dan Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al-An'aam:165).
Allah
-Ta'ala- berfirman,
{قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ
أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا قَالَ عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ
يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
} [الأعراف: 129]
"Kaum
Musa berkata: "Kami Telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum kamu datang
kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah
membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), Maka Allah akan
melihat bagaimana perbuatanmu". (QS. Al-A'raaf: 129).
Allah
-Ta'ala- berfirman,
{وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ
فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ
قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ } [البقرة: 30]
"Ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa
Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS.Al-Baqoroh
:30).
Maksudnya, sejenis makhluk
yang akan menggantikan yang sebelumnya dari kalangan makhluk-makhluk-Nya. Wabillahit
taufiq. Washollahu alaa nabiyyinaa Muhammadin wa aalihi washohbihi wa
sallam".
[Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta' (1/71-72), cet. Dar Balansiyah, 1421 H ]

Komentar
Posting Komentar