Tata Cara Umrah menurut Sunnah
Tata Cara Umrah menurut Sunnah
oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu
Fa'izah, Lc.
-hafizhahullah-
Seringkali kami mendapat saran dari kaum muslimin untuk menulis artikel tentang "Tata Cara Umrah" yang ringkas dan praktis. Inilah yang mendorong kami untuk menulis artikel ini.
Umrah
merupakan sebuah amal ibadah yang amat dianjurkan oleh Rasulullah -Shallallahu
alaihi wa sallam- dalam banyak hadits. Semua itu karena keutamaan yang
besar di dalam ibadah umrah ini.
Insya
Allah -Tabaroka wa Ta'ala- akan kami ulas keutamaan-keutamaannya dalam
sebuah artikel khusus beserta dalil-dalilnya dari sunnah yang shohihah.
Kali
ini, kami hanya ingin memaparkan tata cara umrah menurut sunnah Nabi -Shallallahu
alaihi wa sallam- yang shohih dari beliau. Jadi, apa yang kami tuangkan disini
berupa manasik (tata cara umrah), maka semuanya atas dasar dalil dari
hadits-hadits Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- yang telah
di-shohih-kan oleh para ulama hadits, sehingga kita beribadah di atas
keyakinan.[1]
Kegiatan
Pertama :
Ihram :
q
Sebelum pakai ihram, maka mandilah, pakailah
minyak wangi pada badan[2],
bukan pada pakaian. Adapun wanita dilarang memakai parfum, sebelum dan sesudah
ber-ihram!
q
Lalu pakailah ihram bagi pria. Wanita tetap
memakai jilbab panjang/kerudung.
q
Ketika di miqot [3]
,menghadaplah ke kiblat sambil membaca doa masuk ihram:
لَبََّيْـكَ اللهُمَّ بعُمْرَََةٍ
“Ya Allah aku penuhi panggilanmu melaksanakan umrah”.
q
Setelah itu, perbanyak membaca talbiyah
yang berbunyi:
لـَبَّيْـكَ
اللهُمَّ لـَبَّيْكَ, لـَبََّيْكَ لا شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ
وَالنِّعْمَة لَكَ وَالْمُلْكَ لا شَريْكَ لَكَ
Talbiyah ini dibaca sejak
menggunakan ihram hingga tiba di Makkah.[4]
q
Jika seorang sudah ihram dan baca doa ihram
tersebut di miqot, maka telah diharamkan baginya melakukan perkara berikut: Jimak
beserta pengantarnya, melakukan dosa, debat dalam perkara sia-sia,memakai
pakaian biasa yang berjahit, tutup kepala bagi pria, pakai parfum, memoton atau
cabut rambut dan bulu, memotong kuku, berburu, melamar, dan akad nikah.
q
Namun dibolehkan perkara berikut: Mandi, garuk
badan, menyisiri kepala, bekam, cium bau harum, menggunting kuku yang hampir
patah, melepas gigi palsu, bernaung pada sesuatu yang tak menyentuh
kepala-seperti, payung, mobil, pohon, bangunan, dll-, memakai ikat pinggang,
memakai sandal, cincing, jam dan kaca mata.
Kegiatan
Kedua
Tawaf
q
Putuskan talbiyah, jika telah tiba di
Makkah.
q
Masuklah Masjidil Haram sambil bersholawat dan
membaca doa masuk masjid :
اللّهُمَّ افـْتَحْ
لِيْ أبْوَابَ رَحْمَتِكَ
q
Tawaflah dari Hajar Aswad sambil menampakkan
lengan kanan (bagi laki-laki).
q
Jika tiba di Hajar Aswad , bacalah doa: “Bismillahi
wallahu akbar” sambil cium Hajar Aswad atau jika tak bisa diisyaratkan
dengan tangan kanan. Lalu mulailah berputar dengan perbanyak doa dan dzikir.[5]
q
Tiba di Rukun Yamani, maka usap Rukun Yamani.
Setelah itu baca doa ini:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِـنَا عَـذَابَ النَّار
Ingat : baca doa ini dari Rukun Yamani Sampai ke Hajar Aswad.
q
Demikianlah seterusnya sampai selesai 7 putaran
yang diakhiri di Hajar Aswad atau garis lurus ke Hajar Aswad.
q
Usai tawaf, sholat sunnatlah dua raka’at di
belakang maqom Ibrahim[6]
menghadap kiblat dengan membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun dalam raka’at pertama.
Lalu Al-Fatihah dan Al-Ikhlash dalam raka’at kedua.
q
Belakangilah kiblat untuk menuju ke kran-kran
air Zam-Zam. Minum air Zam-Zam sebanyaknya, lalu siram kepala, tapi jangan
mandi atau wudhu disitu!!
q
Usai minum, datanglah ke Hajar Aswad/garis lurus
HajarAswad untuk mencium atau isyarat kepadanya sambil baca: “Bismillahi
wallahu akbar”.
q
Setelah itu, belakangi kiblat. Maka
disana anda temukan bukit Shofa untuk melaksanakan sa’i.
Peringatan :
1.
Pada setiap putaran tawaf, tidak ada doa
khusus di dalamnya, mulai dari putaran pertama tawaf, sampai putaran
terakhir, selain doa yang kami sebutkan di atas dari Rukun sampai Hajar
Aswad.
2.
Hanya saja seseorang dianjurkan memperbanyak
doa dan dzikir selama tawaf, tanpa dibatasi dengan doa khusus atau dzikir
khusus. Dalam hal ini, anda bebas memilih doa-doa yang sesuai hajat anda.
3.
Adapun doa-doa khusus yang mengiringi putaran
tawaf sampai putaran terakhir dari buatan sebagian pengurus haji atau travel,
maka ketahuilah bahwa itu tak ada asal dan dasarnya dalam hadits-hadits Nabi -Shallallahu
alaihi wa sallam-. Siapa yang beramal tanpa dalil dari hadits Rasulullah -Shallallahu
alaihi wa sallam- , maka ibadahnya tertolak pahalanya.
|
Kegiatan
Ketiga :
Sa’i :
q
Mendakilah
ke shofa sambil berdoa:
إنَّ الصَّفا وَالْمَرْوَة مِنْ شَعَائِر
ِاللهَ, أبْدَأ بمَا بَدَأ اللهُ به
q
Jika telah berada di atas Shofa, sambil
menghadap ke kiblat, maka bacalah Allahu akbar (3X), dan Laa
ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan, dengan iringan doa berikut:
لاَ إِلهَ إَلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى
كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ , أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Doa ini diulangi sebanyak tiga kali.
Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan untuk
memperbanyak doa setelahnya dan doanya bebas. Tak ada doa khusus di dalamnya.
Silakan pilih doa sendiri.
q
Setelah itu berjalanlah dengan pelan menuju
bukit Marwah. Jika tiba dibatas/isyarat lampu neon hijau, berlarilah semampunya
hingga diisyarat berikutnya yang juga warna hijau.
q
Jika telah lewat isyarat tsb, jalanlah pelan
hingga tiba di Marwah.[7]
q
Kalau sudah di atas Marwah, baca lagi Allahu
akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat
tangan berdoa:
لاَ إِلهَ إَلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى
كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ , أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Doa ini diulangi sebanyak tiga
kali.
Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan untuk
memperbanyak doa setelahnya dan doanya bebas. Tak ada doa khusus di dalamnya.
Silakan pilih doa sendiri.
q Dari Shofa
ke Marwah, terhitung satu putaran. Lalu dari Marwah ke Shofa, itu sudah dua
putaran.
Intinya: bilangan genap selalu di atas Shofa, dan
ganjil di atas Marwah. Jadi, 7 putaran yang akan kita lakukan, berakhir di
Marwah.
Kegiatan
Keempat :
Tahallul :
q Jika
selesai 7 putaran yang tetap diakhiri doa di atas, maka keluarlah dari Marwah
ke tukang cukur dan lakukan tahallul,
dengan menggundul kepala atau mencukur rata seluruh sisi kepala sampai rambut
berukuran 1 cm. (khusus bagi pria)
Adapun bagi wanita, potong ujung rambut seukuran 1 ruas
jari. Wanita usahakan bawa gunting sendiri sehingga bisa potong rambut sendiri.[8]
q
Wanita boleh memotong rambutnya di hotel atau
penginapan, agar rambutnya -yang merupakan aurat- tidak terlihat oleh kaum
laki-laki.
q
Nah, selesailah umrah kita dengan tahallul
tsb. Sekarang boleh pakai baju biasa dan melakukan beberapa hal yang
dilarang dalam umrah, selain maksiat.
q
Dengan selesainya umrah yang di akhiri dengan
tahallul tersebut, maka boleh jimak dengan istri, pakai parfum, potong kuku,dll
dari perkara-perkara yang halal.
Dari
penjelasan tata cara umrah di atas, tampaklah bagi anda tentang mudah dan
gampangnya ibadah umrah ini. Cuma kita sayangkan, sebagian orang berusaha
menggambarkan bahwa umrah itu susah dan berat, sehingga harus membawa buku
petunjuk dan bimbingan umrah yang selalu dibawa kesana-kemari. Belum lagi,
buku-buku itu tebal.
Padahal
umrah itu singkat, tidak perlu bertele-tele. Karena, memang asal agama kita itu
mudah. Hanya sebagian orang memberat-beratkannya dengan aturan dan petunjuk
atau tata cara umrah yang rumit.
ARTIKEL TERKAIT : Manasik Haji Ringkas
DUKUNG KAMI :
Dalam
membantu pembangunan Masjid
IMAM SYAFI'I POLMAN SULBAR, milik Ahlus Sunnah Polman.
"Siapa
yg membangun sebuah masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan istana
baginya di surga".[HR. Al-Bukhori & Muslim]
#
Bagi anda yang ingin membangun istananya di surga, silakan kirim
sebagian rezki anda melalui :
BRI.0259-01-035305-50-9
a/n. YAYASAN AR-RAHMAH AL-MANDARY
atau
:
Rek
BNI No; 0507-4673-45 atas nama Masjid
Imam Syafi'i Polman
Kontak Person :
0852-3091-8001
(Saudara Mu'in)
0813-5595-4435
(Saudara Abdullah Majid)
0813-4370-0400
(Saudara Arif)
Jazakumullohu
khoiron
atas sumbangsih dan doanya.
|
[1] Ketahuilah bahwa ibadah –termasuk umrah-
harus didasari oleh hadits-hadits shohih, tidak boleh dengan hadits-hadits
lemah atau palsu, apalagi hanya pendapat kiyai, ustadz atau pembimbing jamaah
haji.
[2] Ini khusus pria. Adapun wanita, maka ia
diharamkan memakai parfum, baik di luar ihram, maupun ketika ihram.
[3] Miqot adalah tempat memulai ihram. Jama’ah Haji Indonesia
biasanya melalui dua miqot. Pertama, jika
ia lewat Jeddah, maka ihram dan doanya di atas pesawat persis ketika lewat miqot
Yalamlam. Setengah jam sebelum lewat Yalamlam, awak pesawat akan
ingatkan. Yang kedua, lewat miqot
Dzulhulaifah/Bi’r Ali di Madinah, jika lewat Madinah.
[4] Perbanyak talbiyah, jangan banyak bicara.
[5] Dalam tawaf tidak ada doa tertentu, kecuali
antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disitu ada doa. Sebelum, dari Hajar Aswad
menuju Rukun Yamani, tak ada doa/dzikir khusus. Bebas doa atau dzikir.
[6] Maqom Ibrahim: itu bukan kubur.
[7] Ketika berjalan dari Shofa ke Marwah, tak ada doa
khusus. Bebas berdoa, atau kalau mau dzikir, baca Qur’an. Demikian pula dari
Marwah ke Shofa.
[8] Memotong rambut bagi wanita jangan di depan umum,
sebab rambutnya adalah aurat. Boleh ia potong di hotelnya atau di tempat
tersembunyi lainnya.

Jazakallahu khaira. Semoga menjadi amal jariyah.
BalasHapusAmiin. Semoga umat ini di atas petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah, baik dalam ibadah, atau pun yang lainnya, sehingga mereka beruntung dunia & akhiratnya.
Hapus