Kamis, 02 Maret 2017

Noda-noda Kesyirikan dalam Dunia Pertogelan


Noda-noda Kesyirikan 
dalam Dunia Pertogelan

oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
-hafizhahullah-

Syirik alias kemusyrikan adalah menyekutukan Allah dalam sifat-sifat-Nya dan hak-Nya (ibadah), seperti berdoa kepada selain Allah, sholat kepada Syaikh Abdul Qodir Al-Jailaniy.

Termasuk kesyirikan, seseorang mengaku tahu perkara ghaib, sehingga ia pun melakukan peramalan dan perdukunan.

Pertogelan alias perjudian adalah perkara yang menyeret kepada keburukan, sedikit demi sedikit.

Lantaran itu, syariat Islam melarang kita dari perjudian dengan larangan yang tegas lagi gamblang.

Kita lihat, Allah -Ta'ala- berfirman,
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا [البقرة : 219]
"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (minuman keras) dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". (QS. Al-Baqoroh : 219)

Kenapa Allah menyatakan bahwa judi lebih besar dosanya daripada manfaatnya?

Karena, judi akan mengantarkan para pelakunya kepada keburukan yang tak terhingga.

Coba anda lihat para pemain togel, saat mereka akan memasang angka atau nomor yang akan naik dalam suatu putaran judi, maka banyak diantara mereka lari ke rumah-rumah tukang ramal dan dukun yang mereka gelari sebagai "orang pintar", selanjutnya bertanya kepada mereka tentang nomor yang bakal keluar dalam putaran tersebut.

Sungguh bodohnya mereka ini. Perkara ghaib, seperti kejadian hari esok (termasuk diantaranya, nomor yang akan keluar), tak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah -Azza wa Jalla-.

Allah –Tabaroka wa Ta'ala- berfirman,
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ [لقمان : 34]
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal". (QS. Luqman : 34)

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
  مَفَاتِحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا اللهُ : لَا يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِي غَدٍ...
"Kunci-kunci perkara ghaib ada lima, tak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah: Tak ada seorang pun yang mengetahui sesuatu yang akan terjadi di hari esok…". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-Istisqoo' (no. 1039)]

Al-Imam Ali bin Kholaf Al-Qurthubiy yang dikenal dengan nama "Ibnu Baththol" -rahimahullah- berkata,
الآية وهذه الآية مع هذا الحديث تبطل تخرص المنجمين فى تعاطيهم علم الغيب ، فمن ادعى علم ما أخبر الله ورسوله أن الله منفرد بعلمه ، وأنه لا يعلمه سواه فقد كذب الله ورسوله ، وذلك كُفر من قائله . اهـ من شرح صحيح البخارى ـ لابن بطال - (3 / 30)
"Ayat ini beserta hadits ini membatalkan ramalan para ahli nujum (tukang ramal) saat mereka mengaku tahu perkara ghaib. Barangsiapa yang mengaku tahu tentang sesuatu (perkara ghaib) yang dinyatakan oleh Allah dan Rasul-Nya bahwa hanya Allah-lah yang mengetahuinya, dan bahwa tak ada yang mengetahuinya, selain Allah, maka sungguh si pengaku ini telah mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Sedang hal seperti ini adalah kekafiran dari pelakunya". [Lihat Syarh Shohih Al-Bukhoriy (3/30) karya Ibnu Baththol, dengan tahqiq Abu Tamim, cet. Maktabah Ar-Rusyd, 1423 H]

Kekafiran para peramal dan dukun telah dipersaksikan oleh para ulama kita, karena mereka adalah wali dan budak setan, serta berani mendustakan Al-Qur'an dan Sunnah.

Al-Imam Ibrohim bin As-Sariy Az-Zajjaj -rahimahullah- berkata,
"من ادّعى أَنه يعلم شَيْئا من هَذِه الْخمس فقد كفر بِالْقُرْآنِ الْعَظِيم." اهـ من عمدة القاري شرح صحيح البخاري - (7 / 61)
"Barangsiapa yang mengaku bahwa ia tahu sesuatu diantara lima perkara itu, maka sungguh ia telah kafir (ingkar) terhadap Al-Qur'an Al-Azhim". [Lihat Umdah Al-Qoriy (7/61) karya Badruddin Al-Ainiy Al-Hanafiy]

Para peramal dan dukun yang mengaku tahu tentang nomor atau angka-angka yang bakal naik, telah lancang berbohong di hadapan manusia, bahkan mendustakan Al-Qur'an yang telah menyatakan bahwa perkara ghaib (termasuk, peristiwa hari esok) tak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah.

Karenanya, kita amat heran dengan para pemain togel yang amat mempercayai orang pembohong seperti ini.

Lebih para lagi, jika si pemain togel datang ke kuburan untuk meminta pertolongan dan bantuan dari si mayit yang sudah tidak berdaya.

Ketahuilah bahwa perbuatan seperti ini merupakan perbuatan syirik alias kemusyrikan, karena ia telah berdoa dan memohon kepada selain Allah.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُوْ مِنْ دُوْنِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ
"Barangsiapa yang meninggal, sedang ia menyeru (berdoa) kepada sembahan selain Allah, maka ia akan masuk neraka ". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (no. 4227)]

Kenapa ia masuk neraka, karena ia telah syirik (menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya) dalam beribadah, seperti berdoa kepada orang mati, walaupun di waktu lain ia masih berdoa kepada Allah. Inilah kemusyrikan kaum jahiliah Quraisy!!

Syaikh Abdul Aziz bin Baz An-Najdiy -rahimahullah- berkata,
والحذر مما وقع فيه الكثيرون من المنتسبين إلى الإسلام من الغلو في الأنبياء والصالحين والبناء على قبورهم واتخاذ المساجد والقباب عليها, وسؤالهم والاستغاثة بهم واللجوء إليهم وسؤالهم قضاء الحاجات وتفريج الكروب وشفاء المرضى والنصر على الأعداء إلى غير ذلك من أنواع الشرك الأكبر. اهـ من مجموع فتاوى ابن باز - (1 / 69)
"Waspadalah terhadap sesuatu yang terjerumus ke dalamnya kebanyakan manusia yang berafiliasi kepada Islam berupa sikap ghuluw (ekstrim dan berlebihan) terhadap para nabi, dan orang-orang sholih, serta (wasapadalah dari) membangun di atas kuburan mereka, membuat masjid dan kubah cungkup di atasnya, memintai mereka (orang-rang sholih yang telah mati), memohon pertolongan (istighotsah) kepada mereka di kala susah, meminta perlindungan kepada mereka, memintai mereka dalam menyelesaikan segala hajat, melapangkan kesusahan, meminta kesembuhan (kepada mereka), dan kemenangan atas musuh, dan lain-lainnya diantara jenis-jenis syirik akbar." [Lihat Majmu' Fatawa Syaikh Abdul Aziz Ibni Baz, (1/69)]

Ketahuilah bahwa kematian di atas dosa kesyirikan (menyekutukan Allah dalam penyembahan dan ibadah) adalah perkara yang amat mengerikan, karena ia akan menjadi sebab pelakunya akan masuk ke dalam neraka dan dikekalkan di dalamnya!

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئاً دَخَلَ النَّارَ
"Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka ia akan masuk neraka". [HR. Muslim (93)]

Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy Al-Yamaniy -rahimahullah- berkata,
"لا خِلَافَ بَيْنِ الْمُسْلِمِينَ أَنَّ الْمُشْرِكَ إِذَا مَاتَ عَلَى شِرْكِهِ لَمْ يَكُنْ مِنْ أَهْلِ الْمَغْفِرَةِ الَّتِي تَفَضَّلَ اللَّهُ بِهَا عَلَى غَيْرِ أَهْلِ الشِّرْكِ حَسْبَمَا تَقْتَضِيهِ مَشِيئَتُهُ وَأَمَّا غَيْرُ أَهْلِ الشِّرْكِ مِنْ عُصَاةِ الْمُسْلِمِينَ فَدَاخِلُونَ تَحْتَ الْمَشِيئَةِ، يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ." اهـ من فتح القدير للشوكاني - (1 / 549)
"Tak ada khilaf di antara kaum muslimin bahwa seorang yang berbuat syirik, jika ia mati di atas kesyirikan, maka ia bukanlah termasuk orang berhak mendapatkan ampunan yang Allah anugrahkan kepada orang yang tidak berbuat syirik sebagaimana yang dituntut oleh kehendak-Nya". [Lihat Fathul Qodir (1/549) karya Asy-Syaukaniy, cet. Darul Hadits dan Darul Kalimit Thoyyib, 1414 H]

Hendaknya para pemain togel sadar bahwa neraka akan menunggu dirinya, bila ia tak bertobat.

Apalagi perbuatan kesyirikannya akan menjadi sebab ia akan dikekalkan dalam siksa neraka!!

Para pembaca yang budiman, masih ada lagi sebuah penyimpangan yang dilakukan oleh para pecandu togel, yaitu mereka mempercayai zodiak Cina yang dikenal dengan nama shio.

Shio dari sisi sejarah termasuk bagian dari agama dan keyakinan kaum Buddha. Konon kabarnya, ketika Sang Buddha (Sidarta Gautama) hendak meninggalkan bumi, maka ia pun memerintahkan semua binatang untuk hadir di hadapannya.
Kebanyakan hewan tidak mengindahkan undangan tersebut dan mengarang berbagai macam alasan untuk tidak hadir. Akhirnya, hanya ada 12 binatang yang muncul untuk mengucapkan selamat jalan kepada Sang Buddha. Pertama-tama datanglah tikus, kemudian kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan terakhir babi. [Baca Ujung Pandang Ekspres, dengan judul "Mitos dan Sejarah Shio", Sabtu, 14 Februari 2009 M]

Shio adalah zodiak Tionghoa (Cina) yang sering digunakan dalam dunia astrologi (peramalan) di kalangan mereka. Walaupun belakangan ini shio juga telah digunakan oleh bangsa lain.

Shio merupakan syi'ar dan symbol kekafiran kaum pagan (penyembah berhala). 

Seorang muslim tak boleh bangga dengan syi'ar-syi'ar kekafiran kaum kafir. Bahkan ia harus mengingkarinya dan membencinya dengan sekeras-kerasnya.

Seseorang tak akan sempurna keislamannya sampai ia berlepas diri dan benci kepada kekafiran beserta simbol-simbol dan ajarannya. 

Lantaran itu, Nabi Ibrahim -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah menyatakan baro' (berlepas diri) dari kaumnya yang kafir dan beliau mengingkari kekafiran mereka.

Allah -Azza wa Jalla-  berfirman,
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ  [الممتحنة : 4]
"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan  daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja". (QS. Al-Mumtahanah : 4)

Perhatikanlah Ibrahim bersama kaumnya menyatakan pengingkaran terhadap kekafiran kaumnya yang ingkar.

Ini adalah contoh dan jalan hidup yang harus diikuti oleh kaum muslimin, bukan malah meyakini syi'ar kekafiran, atau berbangga dengannya, ataukah mendiamkannya, tanpa pengingkaran.

Lantaran itu, amat kelirulah kaum muslimin bodoh yang mempercayai shio yang nyata-nyata syi'ar kekafiran.

Demikian pula orang-orang yang mengucapkan selamat hari raya kepada kaum kafir. Semua ini salah dan berbahaya bagi agama seorang muslim.

Tak boleh bagi seorang muslim mengucapkan, "Selamat Hari Raya Imlek", "Selamat Hari Raya Natal", "Selamat Hari Raya Galungan", "Selamat Hari Raya Waisak".

Semua ucapan ini haram, bahkan boleh jadi sebuah kekafiran, sebab ucapan selamat terhadap hari raya kaum kafir dikhawatirkan termasuk bentuk keridhoan terhadap kekafiran. Sedang meridhoi kekafiran adalah kekafiran!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar