Meraih 1000 Keutamaan Berkat Mempelajari Bahasa Arab
Meraih 1000 Keutamaan
Berkat Mempelajari Bahasa Arab
[Keutamaan Belajar Bahasa Arab]
Penulis :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
-hafizhahullah-
Bahasa Arab adalah bahasa termulia di sisi Allah. Dahulu
bahasa ini menjadi bahasa kebanggaan dan kemuliaan bagi kaum muslimin di zaman
kenabian dan akan terus menjadi bahasa kemuliaan sepanjang masa sampai tegaknya
hari kiamat.
Namun satu hal yang membuat kita
bersedih, bahasa Arab kini ditinggalkan oleh kebanyakan masyarakat Islam, lalu beralih dan berbangga dengan bahasa-bahasa ajam
dan asing, semisal bahasa Inggris, Belanda, Prancis, Jepang, Cina dan lainnya.
Bahasa-bahasa asing ini kemudian menguasai dunia politik
dan perekonomian, sehingga semakin digandrungi oleh banyak orang.
Sungguh ironi nasib kaum muslimin, kini mereka
menyibukkan diri dengan bahasa asing, sehingga mereka melupakan dan
meninggalkan bahasa Arab, bahasa bangsa Islam.
Mereka berbangga saat belajar bahasa
Inggris -misalnya- karena dianggap sebagai
bahasa internasional yang menjadi bahasa komunikasi yang menguntungkan dunia mereka.
Sebaliknya, mereka malu dan canggung belajar atau
bercakap dengan bahasa Arab. Apalagi bahasa Arab -menurut mereka- kurang
menguntungkan dari sisi dunia. Walaupun alasan ini masih bisa dibantah!!
Tapi begitulah sangkaan keliru mereka, yang membuat
mereka semakin jauh dari bahasa Arab.
Ketika jauh dari bahasa Arab, maka otomatis mereka jauh
dari memahami al-Qur'an dan Sunnah. Sebab, Bahasa Arab merupakan pintu dan
kunci bagi ilmu-ilmu syar'i yang akan menjadi jalan bagi mereka mengetahui jalan
kebenaran.
Disini bukan maksud kami
mengharamkan belajar bahasa asing jika amat dibutuhkan.
Tapi ingat jangan sampai semua orang Islam lebih memilih
dan mengutamakan bahasa asing dibanding bahasa Arab ataukah tak ada semangat
untuk mempelajari Bahasa Arab demi memahami agama dengan baik, sehingga lebih
cenderung ke bahasa asing, karena menjanjikan dunia!
Ini merupakan sebuah keutamaan besar bagi Bahasa Arab,
yang memang Allah pilih untuk menjelaskan syariat Islam yang universal dan
mencakup seluruh bangsa manusia.
Andaikata tak ada
keutamaan lain bagi bahasa Arab, selain kedudukannya sebagai Bahasa Al-Qur'an,
maka cukuplah ini merupakan keutamaan besar bagi bahasa Arab.
Sebab ia adalah bahasa pilihan di sisi Allah. Padahal
sekian banyak bahasa di dunia, tapi toh ternyata Allah memilih bahasa Arab dan
meninggalkan bahasa-bahasa yang lainnya.
Tentu saja ia dipilih karena ia adalah bahasa yang paling
baik untuk menjelaskan syariat terbaik yang akan diturunkan kepada Rasul
terbaik.
Maka kenapakah kita
canggung mempelajari dan menggunakannya?!
Perhatikan ayat-ayat berikut yang menjelaskan keutamaan
bahasa Arab.
Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ
قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
[يوسف : 2]
"Sesungguhnya Kami menurunkannya
berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kalian memahaminya". (QS. Yusuf : 2)
Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir
Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata,
وذلك لأن لغة العرب
أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس؛ فلهذا
أنزلَ أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة (8) أشرف الملائكة، وكان
ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرف___شهور السنة وهو رمضان، فكمل من
كل الوجوه." اهـ من تفسير ابن كثير / دار طيبة - (4 / 365_366)
"Demikian itu karena bahasa Arab
adalah bahasa yang paling fasih, jelas dan luas serta amat cocok dalam
menyampaikan makna yang terhunjam dalam jiwa. Sebab inilah,
Allah menurunkan Kitab termulia (Al-Qur'an) dengan bahasa termulia kepada
Rasul termulia (Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-) dengan perantaraan
malaikat termulia (Jibril). Hal itu terjadi di negeri terbaik, di bumi
(Makkah). Turunnya Al-Qur'an dimulai pada bulan termulia diantara bulan-bulan
yang ada dalam setahun, yaitu pada bulan Romadhon. Jadi, sempurnalah Al-Qur'an
dari seluruh sisi". [Lihat Tafsir
Ibn Katsir (4/365-366), cet. Dar Thoybah]
Allah memilih Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an,
karena kesempurnaannya dalam segala sisi, sehingga tidak ada pelaku kebatilan
yang berusaha menegakkan kebatilannya, melainkan syubhat-syubhat dan argumen
kebatilannya akan tersingkap.
Allah -Azza wa Jalla- berfirman dalam Surah
Asy-Syu'araa' : 193-195,
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ
الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ
عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195) [الشعراء : 193 - 195]
"Dia (yakni, Al-Qur'an) dibawa turun
oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah
seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang
jelas".
Mufassir Negeri Syam, Abul Fidaa'
Imaduddin Ad-Dimasyqiy -rahimahullah-
berkata,
أي: هذا القرآن الذي
أنزلناه إليك أنزلناه بلسانك العربي الفصيح الكامل الشامل، ليكون بَيِّنًا واضحًا
ظاهرًا، قاطعًا للعذر، مقيمًا للحجة، دليلا إلى المحجة." اهـ من تفسير القرآن
العظيم / دار طيبة - (6 / 162)
"Maksudnya, Al-Qur'an ini yang Kami
turunkan kepadamu, Kami menurunkannya dengan bahasamu, bahasa Arab yang fasih,
sempurna lagi universal agar Al-Qur'an lebih jelas, gamblang dan nyata serta
memutuskan (menghapus) segala alasan, menegakkan hujjah dan petunjuk menuju
jalan kebenaran". [Lihat Tafsir
Al-Qur'an Al-Azhim (6/162), dengan tahqiq Sami Salamah]
Siapa yang mendalami Al-Qur'an yang berbahasa Arab ini,
maka ia akan berdecak kagum, terlebih lagi jika men-tadabburinya dengan
kaedah-kaedah Bahasa Arab.
Disinilah letak rahasia bangsa Arab sendiri mengakui
kehebatan dan kesempurnaan Al-Qur'an yang berbahasa Arab ini. Semakin
merenunginya, mereka semakin terpukau dan takjub dengan isi dan kandungannya.
Demikian pula jika mereka berusaha mencari-cari
kekurangannya, maka mereka tak mampu mendapatkan satu celah pun dari Al-Qur'an!
Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا
لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
(27) قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (28) [الزمر :
27 ، 28]
"Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi
manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak
ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa".
(QS. Az-Zumar : 28).
Al-Imam Abdur Rahman Ibn Nashir
As-Sa'diy An-Najdiy (Ahli Tafsir Jazirah Arab) -rahimahullah-
berkata,
أي: جعلناه قرآنا
عربيا، واضح الألفاظ،_ سهل المعاني، خصوصا على العرب. {غَيْرَ ذِي عِوَجٍ أي: ليس فيه خلل ولا نقص بوجه من الوجوه، لا في
ألفاظه ولا في معانيه، وهذا يستلزم كمال اعتداله واستقامته." اهـ من تيسير
الكريم الرحمن - (ص / 723_724)
"Maksudnya, Kami jadikan Al-Qur'an
sebagai bacaan yang berbahasa Arab, jelas lafazh-lafazhnya, maknanya mudah
–Apalagi bagi orang Arab-. "yang tidak ada kebengkokan (di
dalamnya)", maksudnya, tak ada padanya kekacauan, kekurangan dari
segala sisi, baik pada lafazhnya, maupun pada maknanya. Ini mengharuskan
kesempurnaan bagi kelurusan dan keistiqomahan Al-Qur'an". [Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal.
723-724)]
Saking mudahnya bahasa Arab ini untuk dipelajari, Nabi
Isma'il -Shallallahu alaihi wa sallam- mampu bercakap dengan bahasa Arab
di usia dini. Padahal orang tuanya (Nabi Ibrahim) adalah bangsa ajam yang berbahasa
ajam.
Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
أَوَّلُ مَنْ فَتَقَ
لِسَانَهُ بِالْعَرَبِيَّةِ الْمُبِيْنَةِ : إِسْمَاعِيْلُ، وَهُوَ ابْنُ أَرْبَعَ
عَشْرَةَ سَنَةً
"Orang yang pertama
kali membetulkan lidahnya dengan bahasa Arab yang jelas adalah Nabi Isma'il,
sedang beliau anak berumur 14 tahun". [HR. Asy-Syairoziy dalam Al-Alqoob, Ath-Thobroniy
dalam Al-Awaa'il dari Ali dan Ad-Dailamiy dalam Al-Firdaus
(no. 48) dari Ibnu Abbas. Hadits Ali di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam
Shohih Al-Jami' (no. 2581)]
Sebab dengan mempelajari bahasa Arab dengan bagus, baik
yang berkaitan dengan ilmu nahwu (tata bahasa Arab), maupun ilmu
shorof alias ilmu tashrif (ilmu pembentukan kata), maka
seseorang dengan mudah akan memahami alur makna yang diinginkan oleh Allah di
dalam Kitab-Nya dan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam
sabda-sabdanya, sambil merujuk kepada pemahaman para salaf (pendahulu) kita
yang sholih dari kalangan sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in serta para
ulama yang mengikuti jalan hidup mereka.
Seorang ulama bahasa, AbuI
Qosim Abdur Rohman Ibnu Ishaq Az-Zajjajiy
-rahimahullah- berkata,
فإنْ قال قائلٌ: فما
الفائدة في تعلُّم النحو، وأكثرُ الناس يتكلمون على سَجِيَّتهم بغير إعراب، ولا
معرفة منهم به، فيَفْهمون ويُفهِمون غيرَهم مِثلَ ذلك؟
فالجواب في ذلك أن
يقال له:
الفائدة فيه: الوصولُ
إلى التكلِّم بكلام العرب على الحقيقة؛ صوابًا غير مُبدَّلٍ ولا مُغَيَّر، وتقويمُ
كتاب الله - عز وجل - الذي هو أصلُ الدِّين والدنيا والمُعْتَمَد، ومعرفةُ أخبار
النبي - صلى الله عليه وسلم -، وإقامةُ معانيها على الحقيقة؛ لأنه لا تُفْهَمُ
معانيها على الصحة إلا بتَوْفِيَتها حُقوقَها من الإعراب، وهذا ما لا يدفعه أحدٌ
ممن نَظَر في أحاديثه - صلى الله عليه وسلم - وكلامِه. اهـ من الإيضاح في عِلَلِ النَّحو (ص 95) لأبي القاسم الزجاج,
بتحقيق الدكتور مازن المبارك، ط. دار النفائس، الطبعة الثالثة، سنة 1399 هـ
"Faedah dalam mempelajari bahasa Arab,
untuk bisa bercakap dengan menggunakan bahasa Arab berdasarkan
hakikatnya, benar tanpa berganti dan berubah, untuk meluruskan
(pemahaman) terhadap Kitabullah -Azza wa Jalla- yang merupakan prinsip
agama dan dunia serta barometer, untuk mengenal (memahami) hadits-hadits Nabi
-Shallallahu alaihi wa sallam- serta untuk menegakkan makna-maknanya berdasarkan
hakikatnya. Karena makna-maknanya tak akan dipahami dengan benar, kecuali
dengan memberikan hak bagi kata-kata berupa i'rob (penetapan kedudukannya
menurut tata bahasa Arab). Perkara seperti ini tak akan dibantah oleh
seorangpun dari kalangan orang-orang yang meneliti hadits-hadits dan sabda
beliau -Shallallahu alaihi wa sallam-". [Lihat
Al-Iidhoh fii Ilal An-Nahwi (hlm. 95) karya Abul Qosim Az-Zajjaj,
tahqiq DR. Mazin Al-Mubarok, cet. Dar An-Nafa'is, 1399 H]
Mempelajari bahasa Arab adalah kewajiban, sebab tak ada
jalan untuk memahami agama dengan baik, kecuali dengan jalan memahami bahasa
Arab, bahasa Al-Qur'an dan Sunnah!!
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata,
اعْلَمْ
أنَّ اعْتِيَادَ اللُّغَةِ يُؤَثِّرُ في العقلِ والخلقِ والدِّينِ تأثيرًا قويًّا
بينًا، ويؤثر أيضًا في مشابهةِ صدرِ هذه الأمَّةِ من الصَّحابةِ والتابعين،
ومشابهتهم تزيد العقلَ والدينَ والخلقَ،
وَأَيْضاً
- فَإِنَّ نفْسَ اللُّغَةِ العربِيَّةِ مِنَ الدِّيْنِ، ومعرفتها فرض واجب، فإن
فهم الكتاب والسنة فرض، ولا يفهم إلا بفهم اللغة العربية، وما لا يتم الواجب إلا
به فهو واجب.
Ketahuilah bahwa membiasakan diri
dengan bahasa Arab akan memberikan pengaruh pada akal, akhlak dan agama dengan
pengaruh yang amat kuat lagi nyata dan memberi pengaruh untuk menyerupai
pendahulu umat ini dari kalangan sahabat, dan tabi'in. Menyerupai mereka akan
menambah (menguatkan) akal, agama dan akhlak; dan juga bahasa Arab itu sendiri
termasuk bagian dari agama. Mengenal
(mengerti) bahasa Arab adalah kewajiban, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah
adalah kewajiban. Sementara hal itu
tak akan bisa dipahami, kecuali dengan memahami bahasa Arab. Nah, sesuatu
apapun yang tak akan sempurna sebuah kewajiban, kecuali dengannya, maka sesuatu
itu adalah wajib". [Lihat Iqtidho'
As-Siroth Al-Mustaqim (hal. 527)]
Alangkah benarnya perkataan Syaikhul
Islam!! Banyak diantara manusia yang
mengikuti kebiasaan kaum kafir, karena bermula dari bahasa.
Awalnya bangga dengan bahasa mereka, lalu bangga kepada
perilaku mereka. Apalagi jika banyak bergaul dengan mereka.
Di dalam sebuah atsar, Umar
bin Khoththob -radhiyallahu anhu- berkata,
لاَ تَعَلَّمُوا
رَطَانَةَ الأَعَاجِمِ وَلاَ تَدْخُلُوا عَلَيْهِمْ فِى كَنَائِسِهِمْ يَوْمَ
عِيدِهِمْ فَإِنَّ السُّخْطَةَ تَنْزِلُ عَلَيْهِمْ.
"Janganlah kalian mempelajari bahasa
ajam (bahasa asing), dan jangan pula kalian masuk menemui mereka dalam
gereja-gereja mereka pada raya mereka. Karena, kemurkaan Allah akan turun pada
mereka." [AR. Abdur Rozzaq Ash-Shon'aniy
dalam Al-Mushonnaf (no. 1609), Al-Baihaqiy
dalam As-Sunan Al-Kubro (9/234)]
Demikian sahabat Umar melarang rakyatnya untuk
mempelajari bahasa asing, karena beliau khawatir bahasa asing itu akan
memberikan pengaruh buruk kepada yang mempelajarinya dan akan meniru jalan
hidup dan agama si pemilik bahasa tersebut dari kalangan kaum kafir dan
musyrikin.
Seorang yang lebih cenderung kepada bahasa Arab, akan
lebih kuat semangatnya untuk mengikuti orang-orang sholih dari kalangan sahabat
dan pengikutnya yang baik.
Sebab bahasa Arab akan mengingatkan
kita tentang Al-Qur'an, Sunnah, kehidupan para sahabat, sehingga akhlak dan agama kita akan terjaga.
Mempelajari Bahasa Arab adalah langkah awal dan pintu
untuk memahami agama. Tidak heran bila sebagian salaf menyatakan bahwa Bahasa
Arab adalah bagian dari Islam.
Sahabat Umar bin Al-Khoththob
Al-Adawiy -radhiyallahu anhu- berkata,
تعلموَا العربيةَ فإنها
مِنَ دينِكُمْ،
"Pelajarilah Bahasa Arab, karena ia
termasuk agama kalian." [Lihat
Iqtidho' As-Siroth Al-Mustaqim (hlm. 207) dan Masbuk Adz-Dzahab fi Fadhl
Al-Arab wa Syarof Al-Ilm ala Syarof An-Nasab (hlm. 63)]
Dalam suatu riwayat, Ubay bin Ka'ab -radhiyallahu anhu-
berkata,
-radhiyallahu anhu- berkata,
"تَعَلَّمُوْا الْعَرَبِيَّةَ كَمَا تَعَلَّمُوْنَ
حِفْظَ الْقُرْآنِ" أخرجه ابن أبي شيبة في المصنف (رقم:
29915)
"Belajarlah bahasa Arab sebagaimana
kalian mempelajari hafalan Al-Qur'an". [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf
(no. 29915) dengan sanad hasan]
Sahabat Ubay bin Ka'ab -radhiyallahu anhu- menganjurkan
kepada kita untuk mempelajari Bahasa Arab, sebagaimana halnya kita mempelajari
tata cara membaca dan menghafal Al-Qur'an, karena memang Bahasa Arab ini adalah
bagian dari Islam!
Para pembaca yang budiman, dengan mempelajari Bahasa
Arab, akal dan pikiran kita akan lebih
kuat dan tajam, karena dengan memahami bahasa Arab, maka terbukalah keinginan
kuat untuk lebih mendalami Al-Qur'an dan Sunnah serta menghafalnya. Tentunya semua
itu membutuhkan pikiran.
Inilah beberapa sisi keutamaan dari mempelajari Bahasa
Arab, dan sesuatu yang kami tulis dalam artikel ini, hanyalah secuil dari
lautan keutamaan bagi Bahasa Arab. Semoga suatu saat kami akan kami rangkai
kembali kalimat-kalimat indah seputar fadhilah Bahasa Arab.
Semua keutamaan itu tak bisa kita
raih, kecuali dengan mempelajari dan mendalami Bahasa Arab.
DUKUNG KAMI :
Dalam
membantu pembangunan Masjid
IMAM SYAFI'I POLMAN SULBAR, milik Ahlus Sunnah Polman.
"Siapa
yg membangun sebuah masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan istana
baginya di surga".[HR. Al-Bukhori & Muslim]
#
Bagi anda yang ingin membangun istananya di surga, silakan kirim
sebagian rezki anda melalui :
BRI.0259-01-035305-50-9
a/n. YAYASAN AR-RAHMAH AL-MANDARY
atau
:
Rek
BNI No; 0507-4673-45 atas nama Masjid
Imam Syafi'i Polman
Kontak Person :
0852-3091-8001
(Saudara Mu'in)
0813-5595-4435
(Saudara Abdullah Majid)
0813-4370-0400
(Saudara Arif)
Jazakumullohu
khoiron
atas sumbangsih dan doanya.
|

Komentar
Posting Komentar