Senin, 13 Maret 2017

Tata Cara Umrah menurut Sunnah


Tata Cara Umrah menurut Sunnah


oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
-hafizhahullah-

Seringkali kami mendapat saran dari kaum muslimin untuk menulis artikel tentang "Tata Cara Umrah" yang ringkas dan praktis. Inilah yang mendorong kami untuk menulis artikel ini.

Umrah merupakan sebuah amal ibadah yang amat dianjurkan oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam banyak hadits. Semua itu karena keutamaan yang besar di dalam ibadah umrah ini.

Insya Allah -Tabaroka wa Ta'ala- akan kami ulas keutamaan-keutamaannya dalam sebuah artikel khusus beserta dalil-dalilnya dari sunnah yang shohihah.

Kali ini, kami hanya ingin memaparkan tata cara umrah menurut sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- yang shohih dari beliau. Jadi, apa yang kami tuangkan disini berupa manasik (tata cara umrah), maka semuanya atas dasar dalil dari hadits-hadits Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- yang telah di-shohih-kan oleh para ulama hadits, sehingga kita beribadah di atas keyakinan.[1]

Para pembaca yang kami muliakan, mari kita menyelami keindahan dan kemudahan ibadah umrah, dengan mengikuti penjelasan dan poin-poin berikut :

Kegiatan Pertama :
Ihram :


q   Sebelum pakai ihram, maka mandilah, pakailah minyak wangi pada badan[2], bukan pada pakaian. Adapun wanita dilarang memakai parfum, sebelum dan sesudah ber-ihram!

q   Lalu pakailah ihram bagi pria. Wanita tetap memakai jilbab panjang/kerudung.

q   Ketika di miqot [3] ,menghadaplah ke kiblat sambil membaca doa masuk ihram:

لَبََّيْـكَ اللهُمَّ بعُمْرَََةٍ

“Ya Allah aku penuhi panggilanmu melaksanakan umrah”.

q   Setelah itu, perbanyak membaca talbiyah yang berbunyi:
لـَبَّيْـكَ اللهُمَّ لـَبَّيْكَ, لـَبََّيْكَ لا شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَة لَكَ وَالْمُلْكَ لا شَريْكَ لَكَ
Talbiyah ini dibaca sejak menggunakan ihram hingga tiba di Makkah.[4]

q   Jika seorang sudah ihram dan baca doa ihram tersebut di miqot, maka telah diharamkan baginya melakukan perkara berikut: Jimak beserta pengantarnya, melakukan dosa, debat dalam perkara sia-sia,memakai pakaian biasa yang berjahit, tutup kepala bagi pria, pakai parfum, memoton atau cabut rambut dan bulu, memotong kuku, berburu, melamar, dan akad nikah.

q   Namun dibolehkan perkara berikut: Mandi, garuk badan, menyisiri kepala, bekam, cium bau harum, menggunting kuku yang hampir patah, melepas gigi palsu, bernaung pada sesuatu yang tak menyentuh kepala-seperti, payung, mobil, pohon, bangunan, dll-, memakai ikat pinggang, memakai sandal, cincing, jam dan kaca mata.

Kegiatan Kedua
Tawaf

q   Putuskan talbiyah, jika telah tiba di Makkah.

q   Masuklah Masjidil Haram sambil bersholawat dan membaca doa masuk masjid :
اللّهُمَّ افـْتَحْ لِيْ أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

q   Tawaflah dari Hajar Aswad sambil menampakkan lengan kanan (bagi laki-laki).
q   Jika tiba di Hajar Aswad , bacalah doa: “Bismillahi wallahu akbar” sambil cium Hajar Aswad atau jika tak bisa diisyaratkan dengan tangan kanan. Lalu mulailah berputar dengan perbanyak doa dan dzikir.[5]

q   Tiba di Rukun Yamani, maka usap Rukun Yamani. Setelah itu baca doa ini:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِـنَا عَـذَابَ النَّار  
Ingat : baca doa ini dari Rukun Yamani Sampai ke Hajar Aswad.

q   Demikianlah seterusnya sampai selesai 7 putaran yang diakhiri di Hajar Aswad atau garis lurus ke Hajar Aswad.

q   Usai tawaf, sholat sunnatlah dua raka’at di belakang maqom Ibrahim[6] menghadap kiblat dengan membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun dalam raka’at pertama. Lalu Al-Fatihah dan Al-Ikhlash dalam raka’at kedua.
q   Belakangilah kiblat untuk menuju ke kran-kran air Zam-Zam. Minum air Zam-Zam sebanyaknya, lalu siram kepala, tapi jangan mandi atau wudhu disitu!!
q   Usai minum, datanglah ke Hajar Aswad/garis lurus HajarAswad untuk mencium atau isyarat kepadanya sambil baca: “Bismillahi wallahu akbar”.
q   Setelah itu, belakangi kiblat. Maka disana anda temukan bukit Shofa untuk melaksanakan sa’i.

Peringatan :

1.      Pada setiap putaran tawaf, tidak ada doa khusus di dalamnya, mulai dari putaran pertama tawaf, sampai putaran terakhir, selain doa yang kami sebutkan di atas dari Rukun sampai Hajar Aswad.

2.    Hanya saja seseorang dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir selama tawaf, tanpa dibatasi dengan doa khusus atau dzikir khusus. Dalam hal ini, anda bebas memilih doa-doa yang sesuai hajat anda.

3.    Adapun doa-doa khusus yang mengiringi putaran tawaf sampai putaran terakhir dari buatan sebagian pengurus haji atau travel, maka ketahuilah bahwa itu tak ada asal dan dasarnya dalam hadits-hadits Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-. Siapa yang beramal tanpa dalil dari hadits Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- , maka ibadahnya tertolak pahalanya.







Kegiatan Ketiga :

Sa’i :


q   Mendakilah ke shofa sambil berdoa:


إنَّ الصَّفا وَالْمَرْوَة مِنْ شَعَائِر ِاللهَ, أبْدَأ بمَا بَدَأ اللهُ به

q   Jika telah berada di atas Shofa, sambil menghadap ke kiblat, maka bacalah Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan,  dengan iringan doa berikut:

لاَ إِلهَ إَلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ , أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ  وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Doa ini diulangi sebanyak tiga kali.

Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan untuk memperbanyak doa setelahnya dan doanya bebas. Tak ada doa khusus di dalamnya. Silakan pilih doa sendiri.

q   Setelah itu berjalanlah dengan pelan menuju bukit Marwah. Jika tiba dibatas/isyarat lampu neon hijau, berlarilah semampunya hingga diisyarat berikutnya yang juga warna hijau.

q   Jika telah lewat isyarat tsb, jalanlah pelan hingga tiba di Marwah.[7]

q   Kalau sudah di atas Marwah, baca lagi Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan berdoa:

لاَ إِلهَ إَلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ , أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ  وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Doa ini diulangi sebanyak tiga kali.

Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan untuk memperbanyak doa setelahnya dan doanya bebas. Tak ada doa khusus di dalamnya. Silakan pilih doa sendiri.

q   Dari Shofa ke Marwah, terhitung satu putaran. Lalu dari Marwah ke Shofa, itu sudah dua putaran.


Intinya: bilangan genap selalu di atas Shofa, dan ganjil di atas Marwah. Jadi, 7 putaran yang akan kita lakukan, berakhir di Marwah.

Kegiatan Keempat :
Tahallul :

q   Jika selesai 7 putaran yang tetap diakhiri doa di atas, maka keluarlah dari Marwah ke tukang cukur dan lakukan tahallul, dengan menggundul kepala atau mencukur rata seluruh sisi kepala sampai rambut berukuran 1 cm. (khusus bagi pria)


Adapun bagi wanita, potong ujung rambut seukuran 1 ruas jari. Wanita usahakan bawa gunting sendiri sehingga bisa potong rambut sendiri.[8]

q   Wanita boleh memotong rambutnya di hotel atau penginapan, agar rambutnya -yang merupakan aurat- tidak terlihat oleh kaum laki-laki.

q   Nah, selesailah umrah kita dengan tahallul tsb. Sekarang boleh pakai baju biasa dan melakukan beberapa hal yang dilarang dalam umrah, selain maksiat.

q   Dengan selesainya umrah yang di akhiri dengan tahallul tersebut, maka boleh jimak dengan istri, pakai parfum, potong kuku,dll dari perkara-perkara yang halal.

Dari penjelasan tata cara umrah di atas, tampaklah bagi anda tentang mudah dan gampangnya ibadah umrah ini. Cuma kita sayangkan, sebagian orang berusaha menggambarkan bahwa umrah itu susah dan berat, sehingga harus membawa buku petunjuk dan bimbingan umrah yang selalu dibawa kesana-kemari. Belum lagi, buku-buku itu tebal.

Padahal umrah itu singkat, tidak perlu bertele-tele. Karena, memang asal agama kita itu mudah. Hanya sebagian orang memberat-beratkannya dengan aturan dan petunjuk atau tata cara umrah yang rumit.

ARTIKEL TERKAIT : Manasik Haji Ringkas




DUKUNG KAMI :

Dalam membantu pembangunan Masjid IMAM SYAFI'I POLMAN SULBAR, milik Ahlus Sunnah Polman.

"Siapa yg membangun sebuah masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan istana baginya di surga".[HR. Al-Bukhori & Muslim]

# Bagi anda yang ingin membangun istananya di surga, silakan kirim sebagian rezki anda melalui :

BRI.0259-01-035305-50-9
a/n. YAYASAN AR-RAHMAH AL-MANDARY

atau :

Rek BNI No;  0507-4673-45 atas nama Masjid Imam Syafi'i Polman

Kontak Person :
0852-3091-8001 (Saudara Mu'in)
0813-5595-4435 (Saudara Abdullah Majid)
0813-4370-0400 (Saudara Arif)

Jazakumullohu khoiron atas sumbangsih dan doanya.








[1] Ketahuilah bahwa ibadah –termasuk umrah- harus didasari oleh hadits-hadits shohih, tidak boleh dengan hadits-hadits lemah atau palsu, apalagi hanya pendapat kiyai, ustadz atau pembimbing jamaah haji.
[2] Ini khusus pria. Adapun wanita, maka ia diharamkan memakai parfum, baik di luar ihram, maupun ketika ihram.
[3] Miqot adalah tempat memulai ihram. Jama’ah Haji Indonesia biasanya melalui dua miqot. Pertama, jika ia lewat Jeddah, maka ihram dan doanya di atas pesawat persis ketika lewat miqot Yalamlam. Setengah jam sebelum lewat Yalamlam, awak pesawat akan ingatkan. Yang kedua, lewat miqot Dzulhulaifah/Bi’r Ali di Madinah, jika lewat Madinah.
[4] Perbanyak talbiyah, jangan banyak bicara.
[5] Dalam tawaf tidak ada doa tertentu, kecuali antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disitu ada doa. Sebelum, dari Hajar Aswad menuju Rukun Yamani, tak ada doa/dzikir khusus. Bebas doa atau dzikir.
[6] Maqom Ibrahim: itu bukan kubur.
[7] Ketika berjalan dari Shofa ke Marwah, tak ada doa khusus. Bebas berdoa, atau kalau mau dzikir, baca Qur’an. Demikian pula dari Marwah ke Shofa.
[8] Memotong rambut bagi wanita jangan di depan umum, sebab rambutnya adalah aurat. Boleh ia potong di hotelnya atau di tempat tersembunyi lainnya. 

2 komentar:

  1. Jazakallahu khaira. Semoga menjadi amal jariyah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin. Semoga umat ini di atas petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah, baik dalam ibadah, atau pun yang lainnya, sehingga mereka beruntung dunia & akhiratnya.

      Hapus