Postingan

Gempa Aceh Mengetuk Hati Kita untuk Berinfak

Gambar
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Telah terjadinya gempa bumi yang berpusat di daerah Pidie Jaya, Aceh, Hari Rabu 06 Rabiul Awwal 1438 H, (dini hari, pukul 05.03.36 ( , bertepatan dengan tanggal 07 desember 2016 . Telah terjadi kerusakan yang cukup parah, baik rumah warga atau fasilitas ibadah . Dengannya, Yayasan Syiar Tauhid Aceh mengajak Kaum muslimin dan muslimat, dimana saja berada, untuk membantu memberikan bantuan demi meringankan musibah dan beban saudara saudara kita yang tertimpa musibah . Awas, jangan sampai anda didahului oleh lembaga kristenisasi dalam bersedekah kepada saudara-saudara kita di Aceh!! Ingat, Rasulullah - Shallallahu alaihi wa sallam - bersabda tentang keutamaan membantu seorang muslim, « مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ...

Menata Surga dengan Tasbih dan Tahmid

Gambar
Menata Surga  dengan Tasbih  dan  Tahmid oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. Setiap manusia di dunia menginginkan rumahnya adalah rumah yang bersih, indah, aman dan menyenangkan. Mereka pun banyak menghabiskan harta, tenaga, pikiran, dan lainnya dalam menata rumah dan istananya agar ia betah dan berbahagia. Nah, surga yang kita miliki -insya Allah-,  sama keadaannya dengan rumah kita di dunia, juga memerlukan perngorbanan berupa harta, waktu dan pikiran, bahkan nyawa dalam menghiasi dan menatanya. Surga yang Allah siapkan bagi para hamba-Nya adalah tempat yang amat luas lagi datar. Kitalah yang menata dan menghiasinya dengan amal-amal sholih kita. Salah satu diantara amalan yang akan menghiasi dan menata surga kita dengan indah adalah BER-TASBIH dan berdzikir kepada Allah - Tabaroka wa Ta'ala -. Bertasbih kepada Allah merupakan amalan yang memiliki fadhilah (keutamaan) yang amat besar. Seorang yang melazimi tasbih akan ditan...

Kertas Mulia yang Berserakan

Gambar
Kertas Mulia yang Berserakan oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah - hafizhahullah - Di beberapa masjid dan sekolah atau di sebagian rumah penduduk dan tempat lain, sering kami saksikan adanya selembar atau beberapa lembar kertas mulia yang bertuliskan ayat, hadits Nabi - Shallallahu alaihi wa sallam -, atau nama-nama Allah dan dzikir. Nah, bagaimanakah sikap yang benar?  Apakah kita biarkan atau kita pungut, lalu disimpan? Untuk sikap yang benar kita dengarkan tanya-jawab di bawah ini bersama Syaikh Abdul Aziz bin Baaz - rahimahullah -, seorang ulama dari negeri Jazirah Arab. Seorang penanya pernah mengajukan sebuah pertanyaan kepada beliau sebagai berikut , "Terkadang kami temukan ayat yang tertulis di atas sebuah kertas tercecer di tanah. Terkadang juga kami merasa tak memerlukan kertas yang di dalamnya tertulis "basmalah" atau ayat-ayat lain. Apakah cukup kami robek atau dibuang? Kalau aku robek, maka apakah disana ada dosa bila debunya beterbang...

Siapa Bilang Unjuk Rasa tidak Bertentangan dengan Sunnah dan Manhaj Salaf

Gambar
Siapa Bilang Unjuk Rasa tidak Bertentangan  dengan Sunnah dan Manhaj Salaf oleh : Ust. Abdul Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah- Sebelum terjadinya demonstrasi pada tanggal 4 November 2016, kami sempat menurunkan beberapa artikel dalam menyanggah para pejuang demonstrasi, sampai banyak diantara mereka yang emosi dan tidak menerima kebenaran yang kami tegaskan dalam artikel-artikel tersebut berupa HARAMNYA DEMONSTRASI DALAM ISLAM . Demonstrasi 4 November tersebut mengalami kegagalan dalam menjaga kedamaian dalam aksi demo mereka, yang membuat malu para pejuang demonstrasi. Padahal ulama sudah mewanti-wanti agar jangan melakukan demo, sebab ia adalah cara dakwah atau inkarul munkar yang akan menyebabkan banyak keburukan, seperti : berbuat rusuh, menjatuhkan martabat penguasa, memberi jalan bagi kaum perusak dalam mencoreng Islam, dll. Kini mereka akan melakukan AKSI DAMAI 3, pada tanggal 2 Desember 2016 M, setelah mereka belum puas dengan aksi se...

Renungan Jiwa tentang Besarnya Dosa Mengganggu & Menyakiti Tetangga

Gambar
Renungan Jiwa tentang Besarnya Dosa Mengganggu & Menyakiti Tetangga oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. - hafizhahullah - Tetangga yang hidup berdampingan rumah dengan kita termasuk orang-orang yang dekat dengan kita. Bahkan terkadang mereka lebih dekat lagi dibandingkan kerabat kita sendiri!! Mereka memiliki perhatian yang lebih besar daripada kerabat kita sampai kadang mereka bagaikan saudara kandung atau orang tua sendiri. Mereka mengetahui keadaan dan seluk-beluk rumah kita, baik yang masuk ke rumah, maupun yang keluar.  Intinya, mereka tahu persis tentang segala yang terjadi pada rumah kita. Itulah tetangga!!

Mulutmu Jangan Suka Memuji-muji Kaum Kafir

Gambar
Mulutmu Jangan Suka Memuji-muji Kaum Kafir oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- Sebuah fenomena miris yang menyedihkan kaum muslimin berupa munculnya generasi muslim gemar dan suka memuji-muji kaum kafir , entah karena ia jahil akan agama dan aqidahnya, atau karena ia paham, namun karena ia memiliki tendensi duniawi dan ingin meraih jabatan dan barang-barang dunia. Memuji-muji kaum kafir adalah perkara yang tercela dalam agama dan akan menimbulkan efek buruk bagi pola pikir dan aqidah umat Islam. Diantara efek dan dampak buruknya, akan muncul kesan atau asumsi bahwa kaum muslimin adalah masyarakat yang penuh kekurangan. Saya ambilkan sebuah contoh. Misalnya, dalam persoalan KEPEMIMPINAN. Banyak orang secara sadar (namun ia jahil agama atau karena tendensi duniawi), ia pun memuji-muji pemimpin kafir yang konon kabarnya – wallahu a'lam - bahwa ia (si kafir) ini adalah pemimpin yang lebih baik, lebih jujur, lebih bersih, dan bla…bla.bla..

Demonstrasi, Metode Dakwah Kaum Khawarij

Gambar
  Demonstrasi, Metode Dakwah Kaum Khawarij oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah- ============================================== Awal kali munculnya fitnah dan kerusakan dalam tubuh khilafah islamiyah di masa pemerintahan Utsman bin Affan -radhiyallahu anhu-, muncul kaum Khawarij yang turun berdemonstrasi dan aksi protes kepada sahabat Utsman - radhiyallahu anhu - yang telah dituduh melakukan "NEPOTISME", walaupun hal ini tidak benar adanya. Sebab, beliau tidaklah mengangkat pejabat dari kalangan kerabatnya, kecuali ia memang pantas. Tapi demikianlah desas-desus terus berkembang, sampai menjadi buruk sangka dan asumsi yang dianggap sesuatu yang pasti dan benar. Padahal kalau mau berpikir jernih, maka Utsman bin Affan  -radhiyallahu anhu-  bersih dari apa yang mereka isukan dan tuduhkan atas beliau.