Menata Surga dengan Tasbih dan Tahmid
Menata Surga
dengan Tasbih dan Tahmid
oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah,
Lc.
Setiap
manusia di dunia menginginkan rumahnya adalah rumah yang bersih, indah, aman
dan menyenangkan. Mereka pun banyak menghabiskan harta, tenaga, pikiran, dan
lainnya dalam menata rumah dan istananya agar ia betah dan berbahagia.
Nah,
surga yang kita miliki -insya Allah-, sama keadaannya dengan rumah kita di dunia, juga
memerlukan perngorbanan berupa harta, waktu dan pikiran, bahkan nyawa dalam menghiasi dan menatanya.
Surga
yang Allah siapkan bagi para hamba-Nya adalah tempat yang amat luas lagi datar.
Kitalah yang menata dan menghiasinya dengan amal-amal sholih kita.
Salah
satu diantara amalan yang akan menghiasi dan menata surga kita dengan indah
adalah BER-TASBIH dan berdzikir kepada Allah -Tabaroka wa Ta'ala-.
Bertasbih
kepada Allah merupakan amalan yang memiliki fadhilah (keutamaan) yang amat
besar.
Seorang yang melazimi tasbih akan ditanamkan baginya pohon kurma di
dalam surga.
Rasulullah
-Shallallahu alaihi wa sallam- menjelaskan keutamaan tasbih dalam
sabdanya,
مَنْ قَالَ : سُبْحَانَ اللهِ العَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ، غُرِسَتْ
لَهُ نَخْلَةٌ فِي الجَنَّةِ
"Barangsiapa
yang berkata, "Subhanallahil azhim wa bihamdih", niscaya akan
ditanamkan baginya sebuah pohon kurma dalam surga". [HR. At-Tirmidziy dalam As-Sunan (3464
& 3465). Hadits ini dinilai shohih oleh Al-Albaniy dalam Shohih
At-Targhib (1564)]
Al-Imam Abu Bakr As-Suyuthiy -rahimahullah-
berkata,
معنى التسبيح تنزيه الله عما لا يليق به من كل نقص، قال
الكرماني: فالتسبيح إشارة إلى الجلال والتحميد إشارة إلى صفات الإكرام
"Makna
tasbih adalah menyucikan Allah dari segala perkara yang tidak layak bagi-Nya
berupa segala macam kekurangan".
Al-Kirmaniy -rahimahullah- berkata, "Jadi,
tasbih merupakan isyarat kepada kemuliaan dan tahmid isyarat kepada sifat
pemuliaan". [Lihat Tanqih Al-Qoul Al-Hatsits (hal. 102)]
Jauhkanlah
dirimu dari hal-hal yang tiada guna bagi akhiratmu. Janganlah engkau
menghabiskan waktumu untuk mengikuti siaran-siaran televisi yang akan menguras
waktumu.
Tapi
gunakanlah dalam memperbanyak tasbih yang akan menjadi pohon yang akan kau
rasakan buahnya di akhirat.
Al-Imam Ibnul Jauziy Ad-Dimasyqiy -rahimahullah-
berkata,
((فانتبه يا بني لنفسك، واندم على ما مضى من تفريطك، واجتهد في
لحاق الكاملين، ما دام في الوقت سعة، واسق غصنك ما دامت فيه رطوبة، واذكر ساعتك
التي ضاعت فكفى بها عظة، ذهبت لذة الكسل فيها، وفاتت مراتب الفضائل... فانظر إلى مضيع
الساعات كم يفوته من النخيل!)) صيد الخاطر - (1 / 504)
"Perhatikanlah
dirimu –wahai anakku- dan sesali sesuatu yang berlalu berupa sikap teledor
serta bersungguh-sungguhlah dalam mengejar orang-orang yang sempurna selama
dalam waktumu ada kelonggaran dan siramilah dahanmu selama padanya terdapat
kesegaran. Ingatlah waktumu yang telah hilang, lalu cukuplah ia sebagai
nasihat. Lezatnya kemalasan telah pergi bersamanya dan telah luput
derajat-derajat keutamaan…Perhatikanlah orang yang menyia-nyiakan waktunya,
alangkah banyaknya pohon kurma yang ia sia-siakan (yakni, di dalam surga,
-pen.)". [Lihat Shoidul Khothir
(hal. 504-505), oleh Ibnul Jauziy, cet. Dar Al-Qolam, 1425 H]
Hadits
yang semisal ini amat baik direnungi oleh orang-orang yang menghabiskan
waktunya dengan membaca koran, sibuk menghabiskan waktu dengan facebook,
twitter, berita politik dan gossip, film dan selainnya diantara perkara
yang tiada berguna di akhirat!!
Perbanyaklah
tanaman surga di akhirat dengan memperbanyak dzikir ketika masih hidup di
dunia. sebab, tanaman ini akan sangat bermanfaat bagi pemiliknya di akhirat.
Rasulullah
-Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
لَقِيتُ إِبْرَاهِيمَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ
، أَقْرِئْ أُمَّتَكَ مِنِّي السَّلاَمَ وَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ الجَنَّةَ طَيِّبَةُ
التُّرْبَةِ عَذْبَةُ الْمَاءِ ، وَأَنَّهَا قِيعَانٌ ، وَأَنَّ غِرَاسَهَا سُبْحَانَ
اللهِ وَالحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
"Aku
telah menjumpai Ibrahim di malam aku di-isra'-kan . Dia berkata, "Wahai Muhammad,
sampaikanlah salam dariku kepada umatmu dan kabarilah bahwa surga, tanahnya
baik dan airnya tawar dan bahwa surga itu tanah datar serta tanamannya adalah
"subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar". [HR. At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (3462).
Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 105)]
Kalimat-kalimat
yang agung ini sangat besar keutamaannya, karena ia adalah sebab Allah akan
memberikan pohon yang rindang kepada pengucapnya. Pohon yang ia gunakan
bersenang-senang di bawahnya.
Al-Imam Abul Ulaa Al-Mubarokfuriy
-rahimahullah- berkata,
((والمعنى أعلمهم بأن هذه الكلمات ونحوها سبب لدخول قائلها الجنة
ولكثرة أشجار منزلة فيها لأنه كلما كررها نبت له أشجار بعددها)) تحفة الأحوذي - (9 / 303)
"Maknanya,
beritahulah mereka bahwa kalimat-kalimat ini dan sejenisnya merupakan sebab
bagi masuknya orang yang mengucapkannya ke dalam surga dan sebab bagi banyaknya
pepohonan di dalamnya. Karena, setiap kali ia mengulanginya, maka tumbuhlah
baginya pepohonan sejumlah ucapannya". [Syarah
Sunan At-Tirmidziy (9/303)]
Namun
tentunya pepohonan yang rindang lagi sejuk itu tak akan didapatkan, kecuali
orang-orang yang senantiasa membasahi lisannya dengan dzikrullah.
Al-Imam Syarofuddin Ath-Thibiy
-rahimahullah- berkata,
((إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَوْجَدَ بِفَضْلِهِ فِيهَا أَشْجَارًا
وَقُصُورًا، بِحَسَبِ أَعْمَالِ الْعَامِلِينَ لِكُلِّ عَامِلٍ مَا يَخْتَصُّ بِهِ
بِسَبَبِ عَمَلِهِ، ثُمَّ إِنَّهُ تَعَالَى لَمَّا يَسَّرَهُ لِمَا خُلِقَ لَهُ
مِنَ الْعَمَلِ لِيَنَالَ بِذَلِكَ الثَّوَابَ جَعَلَهُ كَالْغَارِسِ لِتِلْكَ
الْأَشْجَارِ)) مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح - (4 / 1604)
"Sesungguhnya
Allah -Ta'ala- menciptakan pepohonan dan istana di dalamnya berkat karunia-Nya,
menurut amalan para pelakunya. Setiap pelaku mendapatkan sesuatu yang khusus
baginya berkat amalnya. Kemudian Allah -Ta'ala- memberinya kemudahan kepada
sesuatu yang ia diciptakan untuknya berupa amalan agar ia kelak meraih pahala
dengannya. Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- menganggap si pengucap
kalimat-kalimat itu laksana penanam bagi pepohonan surga itu…". [Lihat Mirqoh Al-Mafatih (4/1604)]
Allah
-Azza wa Jalla- berfirman,
وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى وَالْبَاقِيَاتُ
الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ مَرَدًّا [مريم : 76]
"Dan
Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal
saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik
kesudahannya". (QS. Maryam : 76)
Nabi -Shallallahu
alaihi wa sallam- bersabda,
أَلَا
وَإِنَّ سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ
أَكْبَرُ هُنَّ الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ
"Ingatlah,
sesungguhnya kalimat Subhanallah, walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu
akbar adalah "al-baqiyat ash-sholihat" (amal-amal saleh yang kekal)". [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/267). Syaikh
Syu'aib Al-Arna'uth menilai hadits ini shohih dalam Takhrij Al-Musnad
(no. 18353)]
Isilah
hari-hari kita dengan tasbih, tahmid, dan amalan-amalan sholih
lainnya, yang akan kita rasakan manfaatnya yang luar biasa.
Semoga
Allah -Tabaroka wa Ta'ala- menjadikan kita termasuk golongan yang
mendapatkan istana surga yang berhias dengan berbagai keindahan, dan
kenikmatan.

Komentar
Posting Komentar