Segenggam Sedekah Untuk Segudang Pahala
Segenggam Sedekah
Untuk Segudang Pahala
Oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah,
Lc.
-hafizhahullah-
Shadaqah (sedekah) adalah
perkara yang amat dianjurkan di dalam agama yang suci ini.
Dengannya,
tercipta suasana ta'aawun (kerjasama) dan ta'aadhud (saling
menopang) antara kaum muslimin sebagai bentuk mahabbah (cinta) dan mawaddah
diantara mereka.
Sedekah
memiliki banyak bentuk dan nama. Sedekah ada yang wajib (seperti, zakat, bayar
kaffaroh, nafkah bagi keluarga), dan ada yang mustahab 'tidak wajib'
(seperti, bersedekah kepada fakir-miskin, membangun masjid, mendanai majelis
ilmu dan pesantren serta lainnya).
Walaupun
sedekah itu pada asalnya untuk fakir-miskin, namun juga mencakup semua
jalan-jalan kebaikan yang membutuhkan uluran sedekah sebagaimana yang
dinyatakan oleh Murtadho Az-Zabidiy dalam Taaj Al-Aruus min Jawaahir
al-Qomus (1/6421-Syamilah) dan Al-Imam Ar-Roghib Al-Ashfahaniy dalam Al-Mufrodaat
fi Ghorib Al-Qur'an (hal. 281), cet. Dar Al-Ma'rifah, 1422 H.
Para
pembaca yang budiman, sedekah bisa berbentuk harta dan bisa juga selainnya,
seperti: senyum, amar ma'ruf dan nahi munkar, bertasbih, bertahmid dan lainnya.
Semua itu
adalah sedekah. Namun kali ini kami ingin mengajak para pembaca untuk menikmati
beberapa buah kalamullah dan kalam Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-
yang akan mengungkapkan kepada kita tentang besarnya keutamaan sedekah dalam
bentuk harta, karena semata mengharapkan pahala di sisi Robb-nya.
Diantara
keutamaan sedekah:
· Shadaqah
Bekal Menuju Akhirat
Akan tiba masa yang tidak ada lagi jual beli,
dan tidak bermanfaat persahabatan.
Oleh karena itu, sebelum tiba masa itu
hendaknya seseorang mempersiapkan perbekalan yang bisa membantunya, dengan
banyak-banyak bershadaqah. Allah Ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ
يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ
الظَّالِمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman,
belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah kami berikan
kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan
tidak ada lagi syafa'at. dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang
zalim".
(QS. Al Baqarah : 254)
Al-Allamah Abdur Rahman bin Nashir As-Sa'diy -rahimahullah- berkata,
:وهذا من لطف الله بعباده أن أمرهم بتقديم شيء مما رزقهم الله، من
صدقة واجبة ومستحبة، ليكون لهم ذخرا وأجرا موفرا في يوم يحتاج فيه العاملون إلى
مثقال ذرة من الخير، فلا بيع فيه ولو افتدى الإنسان نفسه بملء الأرض ذهبا ليفتدي
به من عذاب يوم القيامة ما تقبل منه، ولم ينفعه خليل ولا صديق لا بوجاهة ولا
بشفاعة، وهو اليوم الذي فيه يخسر المبطلون ويحصل الخزي على الظالمين، وهم الذين
وضعوا الشيء في غير موضعه، فتركوا الواجب من حق الله وحق عباده وتعدوا الحلال إلى
الحرام." اهـ من تيسير الكريم الرحمن (ص: 110)
"Ini merupakan kelembutan Allah terhadap
para hamba-Nya, karena Allah memerintahkan mereka untuk mempersembahkan sesuatu
yang Allah berikan kepada mereka, berupa shadaqah wajib (zakat), dan shadaqah
mustahab (tidak wajib) agar hal itu menjadi tabungan, dan pahala yang banyak
bagi mereka pada hari orang-orang yang beramal butuh kepada setitik kebaikan;
tak ada lagi perniagaan di hari itu. Andai seorang menebus dirinya dengan emas
sepenuh bumi dari siksaan pada hari kiamat, maka tak akan diterima darinya; tak
akan bermamfaat baginya seorang kekasih, dan sahabat, baik itu karena kedudukannya
atau safa'atnya. Itulah hari yang merugi para pelaku kebatilan di dalamnya, dan
akan terjadi kehinaan bagi orang-orang yang zhalim, yaitu orang-orang yang
meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, sehingga mereka meninggalkan sesuatu
yang wajib berupa hak Allah dan hak para hamba-Nya, serta melampaui
(meninggalkan) sesuatu yang halal menuju sesuatu yang haram". [Lihat Taisir
Al-Karim Ar-Rahman (hal. 110)]
Di hari itulah seorang mukmin amat
membutuhkan kebaikan dan pahala sedekahnya, sebab sedekah merupakan lambang qurbah
(kedekatan) dan ta'abbbud (penghambaan diri) seorang manusia kepada
Tuhannya.
· Shadaqah
adalah Perisai dari Neraka
Banyak orang diantara kita yang meremehkan
sedekah yang ia keluarkan di jalan Allah -Azza wa Jalla-. Terkadang semangkok
bakso yang kita sedekahkan, ternyata dapat menyelamatkan kita dari panasnya
neraka.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,
لِيَتَّقِ
أَحَدُكُمْ وَجْهَهُ النَّارَ وَلَو بِشِقِّ تَمْرَةٍ
"Handaknya salah seorang diantara
kalian melindungi wajahnya dari neraka, sekalipun dengan sebelah biji
korma". [HR.
Ahmad dalam Al-Musnad (no. 3679 & 4265). Hadits ini di-shohih-kan
oleh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (864)]
Seember air yang kita sedekahkan kepada
tetangga, sejengkal tanah yang kita sedekahkan untuk membangun masjid,
perasan keringat dalam membantu kaum muslimin; semua itu jangan dianggap remeh,
sebab balasannya akan berlipat ganda dengan syarat si pelaku harus ikhlas,
bukan karena mau dipuji dan diperhatikan orang!!
Intinya sekecil apapun yang kita sedekahkan,
maka sama sekali jangan diremehkan.
· Shadaqah
Penghapus Kesalahan
Setiap anak cucu adam, tidaklah lepas dari
kesalahan, namun Allah yang Maha pemurah telah memberikan suatu sebab.
Ia dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan
yang akan menghancurkan dirinya dan akan menjerumuskannya ke dalam neraka.
Diantara sebab-sebab penghapus kesalahan
adalah sedekah pada jalan-jalan kebaikan.
Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-
bersabda,
وَالصَّدَقَةُ
تُطْفِئُ الخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ المَاءُ النَّارَ
"Shadaqah
itu memadamkan (menghapuskan) kesalahan sebagaimana air memadamkan api" [HR. Ahmad dalam Al-Musnad
(3/321) dan Abu Ya'laa (1999). Lihat Shohih
At-Targhib (1/519)]
Al-Imam
Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah -rahimahullah- berkata dalam membawakan sebagian
ucapan para ulama yang menjelaskan keutamaan sedekah,
عدة الصابرين وذخيرة
الشاكرين (ص: 254)
وفى الصدقة فوائد
ومنافع لا يحصيها الا الله فمنها انها تقى مصارع السوء وتدفع البلاء حتى انها
لتدفع عن الظالم."
"Di
dalam sedekah terdapat beberapa faedah dan manfaat; tak ada yang mampu
menghitungnya, selain Allah. Diantaranya, sedekah akan melindungi (seseorang)
dari berbagai macam keburukan dan menghalau bala' sampai sedekah pun mampu
melindungi (pelakunya) dari orang yang zhalim!!". [Lihat Idah
Ash-Shobirin wa Dzakhiroh Asy-Syakirin (hal. 393), tahqiq Salim
Al-Hilaliy, cet. Dar Ibn Al-Jauziy]
· Shadaqah
Pelindung di Padang Mahsyar
Ketika
manusia menanti keputusan di padang mahsyar dan sibuk dengan urusan
masing-masing.
Manusia
pada saat itu tidak peduli lagi dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka.
Matahari didekatkan
dengan jarak satu mil. Pada saat itulah seseorang sangat membutuhkan pahala
shadaqah yang bisa menaungi mereka.
Rasulullah
-Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
كُلُّ
امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ
"Setiap orang berada dalam naungan
shadaqahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia". [HR. Ahmad dalam Al-Musnad
(no. 17333), Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (no. 3310) dan lainnya.
Hadits ini shohih sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albaniy dalam Shohih
At-Targhib wa At-Tarhib (872)]
Ketahuilah bahwa matahari akan Allah dekatkan
dengan sedekat-dekatnya di padang mahsyar kelak.
Semua orang akan mandi keringat, kecuali
orang-orang yang dilindungi oleh Allah dari sengatan matahari, karena suatu
amalan istimewa yang pernah ia lakukan ketika di dunia. Amalan apakah itu?
Diantara amalan istimewa adalah sedekah
kepada orang-orang yang kekurangan dan butuh uluran tangan.
Padang Mahsyar merupakan tempat pengadilan.
Allah akan mengadili dan memutuskan segala urusan dan perkara setiap
hamba-hamba-Nya, baik itu berkaitan dengan hak Rabb-nya, orang lain, ataupun
dirinya sendiri.
Hari itu merupakan hari yang amat mengerikan
dan menakutkan sehingga semua makhluk tunduk dan pasrah kepada Sang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Allah Rabb alam semesta berfirman,
{يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا لَا
يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا } [النبأ:
38]
“Pada
hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak
berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang
Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar”.(QS.An-Naba’: 38)
Semua orang hari itu akan menerima catatan
kebaikan dan keburukannya dalam keadaan semuanya berlutut menghinakan diri di
hadapan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Dia -Azza wa Jalla- menceritakan
keadaan saat itu dalam firman-Nya,
وَتَرَى
كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ
مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap
umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya.
Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jatsiyah:
28)
Ketika itulah para hamba menunggu dan
mengharapkan perlindungan dan naungan dari Rabb-nya.
Diantara golongan yang mendapatkan naungan
saat itu, orang yang ikhlas bershodaqoh.
Nabi -Shollallahu 'alaihi wasallam- bersabda,
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ
إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ
مُعَلَّقٌ فِيْ المَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِيْ اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ
وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ
إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمُ
يَمِيْنُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
“Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh
Allah pada hari kiamat yang mana tidak ada naungan selain naungan
Allah….seseorang yang bershadaqoh dengan suatu shadaqoh yang ia rahasiakan
sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa-apa yang telah dishadaqohkan oleh
tangan kanannya”. [HR.
Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (629), Muslim dalam Shohih-nya
(1032)]
Al-Amir Ash-Shon'aniy -rahimahullah-
berkata,
"فِيهِ حَثٌّ عَلَى الصَّدَقَةِ وَأَمَّا كَوْنُهُ فِي
ظِلِّهَا فَيُحْتَمَلُ الْحَقِيقَةَ وَأَنَّهَا تَأْتِي أَعْيَانُ الصَّدَقَةِ
فَتَدْفَعُ عَنْهُ حَرَّ الشَّمْسِ أَوْ الْمُرَادُ فِي كَنَفِهَا وَحِمَايَتِهَا."
اهـ من سبل السلام (4/ 60)
"Di dalam hadits ini terdapat anjuran
untuk bersedekah. Adapun seseorang berada dalam naungan sedekahnya, maka
mungkin maknanya berdasarkan hakikatnya dan bahwa harta sedekah itu akan
datang, lalu harta itu menghalangi darinya terik matahari, atau yang
dimaksudkan bahwa ia berada dalam penjagaan sedekahnya". [Lihat Subul
As-Salaam (4/60), dengan tahqiq Shubhi Hasan Hallaq, Dar Ibn
Al-Jauziy, 1421 H]
· Shadaqah
Pemadam Panas di Alam Kubur
Tentunya seorang mukmin apabila dia mati,
maka dia mendambakan kuburnya agar menjadi taman di antara taman-taman surga
dan jauh dari panasnya api neraka.
Rasulullah yang sangat sayang kepada umatnya
telah memberikan tuntunan yang bisa menyelamatkan umatnya dari panasnya api
neraka yaitu bershadaqah.
Beliau –shollallohu alaihi wa sallam-
bersabda,
إِنَّ
الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ عَنْ أَهْلِهَا حَرَّ القُبُوْرِ
"Sesungguhnya shadaqah akan memadamkan
panasnya kubur bagi pemilik shadaqah". [HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir
(17/286/788) dan Al-Baihaqiy dalam Syu’abul Iman (no. 3078).
Syaikh Al-Albaniy meng-hasan-kan hadits ini dalam Ash-Shohihah (3484)]
Sedekah amat berharga bagi seseorang kelak di
alam kuburnya. Karena, terkadang seseorang memiliki dosa di sisi Allah, dosa
yang menyebabkan dirinya harus menerima siksaan berupa panasnya api neraka
sebelum ia memasukinya.
Lantaran itu, seorang yang cerdik akan
mempersiapkan pelindung dirinya dari sengatan panas yang ada di alam kubur
dengan memperbanyak sedekah.
Kuburlah sifat kikir dan angan-angan panjang
pada dirimu sebelum engkau dikuburkan dengan membawa penyesalan atas
keteledoranmu dalam mengulurkan sedekah.
· Shadaqah
adalah Sebab Malaikat Mendoakan Seseorang
Sungguh suatu kemuliaan tersendiri bila
seseorang dido'akan oleh makhluk yang dekat dengan Allah, yaitu para malaikat
dan tentu do'a tersebut adalah do'a yang mustajab.
Dengan bershadaqahlah bisa menjadi sebab
seseorang dido'akan oleh para malaikat.
Rasululullah -shallallahu 'alaihi wa
sallam- bersabda,
مَا
مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العَبْدُ فِيْهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا:
اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَ يَقُوْلُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا
تَلَفًا
"Tak ada suatu hari pun seorang hamba
berada di dalamnya, kecuali ada dua orang malaikat akan turun; seorang
diantaranya berdo'a, "Ya Allah berikanlah ganti bagi orang yang
berinfaq". Yang lainnya berdo'a, "Ya Allah, berikanlah kehancuran
bagi orang yang menahan infaq".". [HR. Al-Bukhoriy dan Muslim ]
Al-Imam Abu Bakr Utsman bin Muhammad
Ad-Dimyathiy Al-Bakriy -rahimahullah- berkata,
"ودعاء الملائكة مستجاب، ومن أمسك فلم يتلف ماله التلف
الظاهر فهو تالف بالحقيقة، لقلة انتفاعه به في آخرته ودنياه، وذلك أعظم من التلف
الذي هو ذهاب المال." اهـ من إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (2/
241)
"Doa para malaikat adalah terkabul.
Barangsiapa yang menahan hartanya, lalu ia tidak menghabiskannya secara
lahiriah, maka harta itu sebenarnya hancur, karena kurangnya ia mengambil
manfaat dari harta itu dalam urusan akhirat dan dunianya. Perkara seperti itu
lebih besar kehancurannya dibandingkan hancurnya harta yang berupa kehilangan
harta"
. [Lihat I'aanah Ath-Tholibin (2/241), Dar Al-Fikr, 1418 H]
Inilah beberapa buah petikan ayat dan hadits
yang menjelaskan besarnya kedudukan sedekah di sisi Allah dan Rasulullah -Shallallahu
alaihi wa sallam-.
Namun sayangnya kebiasaan bersedekah ini, sering
dilalaikan oleh kebanyakan manusia di zaman ini, karena merebaknya penyakit bakhil
dan kikir.
Semoga Allah menghilangkan penyakit berbahaya
ini dari hati kita dan menggolongkan kita termasuk dalam barisan mutashoddiqiin
(orang-orang yang gemar bersedekah) di jalan Allah.
====================================
DUKUNG KAMI
Dalam membantu pembangunan
MASJID DAR AL-FALAH,
milik Ahlus Sunnah Pampang, Makassar.
"Siapa yg membangun sebuah masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan istana baginya di surga".
[HR. Al-Bukhori & Muslim]
# Bagi anda yang ingin membangun istananya di surga, silakan kirim sebagian rezki anda melalui :
Rekening BANK MANDIRI
atas nama
Yayasan Dar Al Falah
No. Rekening : 1740000532291
atau
Rekening BANK MANDIRI SYARIAH
atas nama
Yayasan Dar Al Falah
No. Rekening : 7115_1587_18
Kontak Person :
PANITIA PEMBANGUNAN
0821-9065-5492
(Muhammad)
Jazakumullohu khoiron atas sumbangsih dan doanya.
NB :
Lokasi Masjid Dar Al-Falah Jln. Pampang 4, Belakang Rusun Mahasiswa UMI, Makassar

Komentar
Posting Komentar