Postingan

Mewaspadai Kesyirikan dan Kekafiran

Gambar
Mewaspadai Kesyirikan dan Kekafiran oleh :  Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.  -hafizhahullah- Banyak orang yang masuk ke dalam agama Islam dan menganutnya secara serampangan dan semata taklid kepada lingkungan sekitarnya dan mengikuti adat istiadat orang tuanya. Ketika kita menyaksikan sebagian diantara mereka melakukan ritual kesyirikan (misalnya, menyembelih untuk mayat atau kubur), maka serta-merta ia menyangkal bahwa ia hanya mengikuti orang tuanya yang sudah lama menganut Islam. Apalagi menurutnya bahwa kalau seseorang “terdaftar” sebagai orang Islam, maka ia tak mungkin keluar lagi dari Islam; apapun yang ia lakukan, walapun itu kesyirikan dan kekafiran. Para pembaca yang budiman, kesyirikan pasti terjadi pada umat ini. Karenanya, seseorang harus merasa khawatir jangan sampai dirinya terjerumus ke dalam suatu ritual kesyirikan dan kekafiran yang akan membinasakan dirinya, bahkan akan memurtadkan dirinya. Sementara dirinya masih tetap men...

Sebagian Kesalahan dalam Sujud saat Menunaikan Ibadah Sholat

Gambar
Sebagian Kesalahan dalam Sujud saat Menunaikan Ibadah Sholat oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. – hafizhahullah - Banyak diantara kaum muslimin yang tidak mengerti arti sebuah sujud sehingga ia sering salah sujud. Ia tidak memahami cara sujud yang benar saat ia bersujud dalam sholat. Pemandangan seperti ini mungkin sering anda temukan dengan adanya sebagian diantara orang-orang yang sholat, ia salah dalam sujudnya. Disinilah pentingnya seseorang untuk selalu menambah ilmu tentang ibadah yang ia kerjakan. Dalam beribadah, jangan hanya beribadah dengan dasar taqlid buta kepada orang tua atau kebanyakan manusia, sebab kebanyakan orang tak mengerti tentang ilmu dan agamanya. Seorang muslim tak boleh membebek kepada orang lain, tanpa ada usaha dalam mengilmui sesuatu yang akan ia lakukan atau ia yakini. Para pembaca yang budiman, diantara sunnah (petunjuk) yang diajarkan oleh Nabi - Shallallahu alaihi wa sallam -, seseorang merapatkan tujuh ...

“Jangan Mencela Para Sahabat !!”

Gambar
“Jangan Mencela Para Sahabat !!”  o leh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. - hafizhahullah - Para sahabat Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- merupakan generasi terbaik yang dipilih oleh Allah -Subhanahu wa Ta’ala- untuk menemani Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dalam memperjuangkan, dan menyebarkan Islam. Jasa mereka kepada Islam dan kaum muslimin amat besar. Namun sangat disayangkan, pada hari ini muncul generasi yang jelek berusaha merendahkan para sahabat, menghina mereka, bahkan menganggap mereka munafiq dan kafir, na’udzu billah. Usaha merendahkan dan mencela sahabat, muncul dengan berbagai macamnya. Ada yang menghina sahabat dengan alasan “Studi Kritis Sejarah Islam” , atau “Pembelaan Terhadap Ahlul Bait” , dan berbagai macam slogan yang berakhir pada satu muara, yaitu mencela sahabat Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- . Parahnya lagi, jika usaha busuk ini diusung oleh para mahasiswa muslim. Ini tentunya menyalahi adab dan aq...

Sholat Bersandal

Gambar
Sholat Bersandal oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. Banyak diantara sunnah (petunjuk) dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- , mulai sirna di tengah manusia. Akhirnya, mereka pun meninggalkannya dan mengutuk orang yang mau mengamalkan sunnah Nabi - Shallallahu alaihi wa sallam- dan mau menghidupkannya. Parahnya lagi, manusia menuduh si pengamal Sunnah sebagai orang, di kala ia mengamalkan suatu sunnah. Diantara sunnah yang dianggap asing oleh manusia, Sholat Bersandal , yakni sholat dengan menggunakan sandal atau alas kaki lainnya (seperti : kaos kaki, sepatu dan sejenisnya) saat   menunaikan sholat, baik itu di masjid atau pun di tempat lain. Padahal kalau kita mau mengadakan riset dan penelitian ilmiah dalam perkara ini, maka hadits-hadits tentang sholat bersandal ternyata mencapai derajat mutawatir ‘banyak yang meriwayatkannya’. Hadits-hadits seputar permasalahan ini datang dari Nabi - Shallallahu alaihi wa sallam - dalam bentuk pe...

Derajat Hadits tentang Sahabat Calon Penghuni Surga yang tidak Menyimpan Dendam dan Hasad kepada Orang Lain

Gambar
Derajat Hadits tentang Sahabat Calon Penghuni Surga yang tidak Menyimpan Dendam dan Hasad kepada Orang Lain oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. – hafizhahullah - Disana tersebar sebuah kisah yang masyhur tentang seorang sahabat yang dijamin masuk surga, karena ia tidak menyimpan dendam dan hasad kepada kaum muslimin di dalam hatinya. Namun apakah hadits ini shohih ataukah justru lemah? Berikut lafazh-nya dan penelitian derajatnya, عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ إِذْ قَالَ: «يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ» ، قَالَ : فَاطَّلَعَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، تَنْطِفُ لِحْيَتُهُ مِنْ مَاءِ وُضُوئِهِ، مُعَلِّقٌ نَعْلَيْهِ بِيَدِهِ الشِّمَالِ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ» [ص:242]، فَاطَّلَعَ ذَلِكَ الرَّجُلُ عَلَى مِثْلِ...

Nasib Tukang Adzan

Gambar
Nasib Tukang Adzan Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah- Banyak orang yang meremehkan para tukang adzan, dan memandangnya dengan penuh hina dan sinis. Apalagi jika orangnya memang berperawakan kurang tampan serta hidup di bawah garis kemiskinan. Para tukang adzan sering dipandang sebelah mata dan kurang diperhatikan oleh manusia. Demikianlah ia dihinakan oleh manusia, karena memang pada umumnya tugas adzan bukanlah “tempat basah” yang mendatangkan rupiah, sehingga banyak orang yang enggan menjabat tugas tersebut, kecuali segelintir orang yang ikhlash lagi penyabar. Terkadang keengganan itu dilatari oleh keduniaan, dan terkadang juga karena kejahilan kaum muslimin tentang kedudukan adzan dan keutamaan para mu’adzdzin (tukang adzan) di sisi Allah. Padahal jika kita mau membuka lembaran kitab-kitab hadits Nabi - Shallallahu alaihi wa sallam -, maka kita akan terheran dan berkata dalam hati, “Alangkah besarnya fadhilah (keutamaan) a...

Menjawab Sebagian Kesalahan dalam Praktik Ruqyah

Gambar
Menjawab Sebagian Kesalahan dalam Praktik Ruqyah oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. ­-hafizhahullah- Ruqyah alias jampi-jampi adalah perkara yang telah ada di zaman Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, bahkan telah dilakukan oleh kaum musyrikin. Hanya saja ruqyah mereka berisi kesyirikan dan kekafiran. Adapun  ruqyah dalam Islam adalah metode pengobatan yang menggunakan Al-Qur’an, dan dzikir-dzikir yang pernah diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, atau dzikir yang mengandung makna yang baik, tak menyelisihi syariat. Tujuan ruqyah untuk mengobati orang yang sakit, dengan berbagai macam penyakitanya, baik yang medis atau non medis. Merebaknya kegiatan ruqyah me- ruqyah perlu mendapatkan tanggapan dan perhatian agar para pe- ruqyah tidak keliru dalam melakukan ruqyah . Sebab, sering kita menemukan banyak terjadi pelanggaran dalam kegiatan ini sehingga perlu kiranya para pembaca dan lainnya mengetahui beberapa perkara beriku...