Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Puasa dan Sholat Lail, Syiar Orang-orang Sholih

Gambar
Puasa dan Sholat Lail, Syiar Orang-orang Sholih oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. _ hafizhahullah _ Orang sholih-sholih dahulu kala memiliki dua sifat yang selalu mereka jaga pada dirinya. Dua sifat itu adalah ash-sholah ( sholat ) dan ash-shiyam 'puasa' . Dua sifat ini melekat pada diri mereka, seperti melekatnya pakaian pada diri seorang manusia. Keduanya telah menjadi syiar, kebiasaan dan kesenangan mereka di dunia. Kemana pun dan kapanpun saatnya, sholat malam (tahajjud) dan puasa sunnah senantiasa menghiasi diri mereka. Tentang qiyamullail (tahajjud) mereka, Allah - Tabaroka wa Ta'ala- abadikan di dalam Al-Qur'an Al-Karim. Rasa takut terhadap huru-hara kiamat dan ngerinya siksa neraka, membuat orang-orang sholih bangkit di tengah malam untuk melaksanakan sholat lail (tahajjud), demi mencari rahmat dan keridhoan Allah - Tabaroka wa Ta'ala -.

Ancaman Mengerikan bagi Mereka yang Lancang Berbuka Puasa di Siang Hari Romadhon sebelum Matahari Tenggelam

Gambar
Ancaman Mengerikan  bagi Mereka yang Lancang Berbuka Puasa di Siang Hari Romadhon  sebelum Matahari Tenggelam oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah- Beberapa waktu yang lalu, masyarakat ramai memperbincangkan tentang kasus Ibu Saeni –semoga Allah memberinya hidayah- yang buka warung di siang hari di Bulan Romadhon, sehingga membuat para Satpol PP Serang, Banten, merasa geram. Pasalnya, sudah ada PERDA pelarangan buka warung di siang hari selama Bulan Romadhon. Kemudian kasus ini menuai pro-kontra, sebagaimana dilansir oleh media elektronik ' detik.com ' [1] Kasus ini memanggil kami untuk menuangkan pena ilmu padanya sebagai sebuah renungan bagi kita dan sebagai tanggung jawab ilmiah yang harus kami tunaikan di hadapan Allah -Azza wa Jalla- Para pembaca yang budiman, “seorang yang dikarunia akal sehat, seyogianya menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang utama dan membersihkan diri dari perilaku-perilaku yang buruk...

Fatwa Resmi Majelis Ulama Besar Kerajaan Saudi Arabia Tentang Gerakan Terorisme & Bom Bunuh Diri

Gambar
Fatwa Resmi Majelis Ulama Besar Kerajaan Saudi Arabia Tentang Gerakan Terorisme & Bom Bunuh Diri oleh :  Ust. Abdul Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.  _hafizhahullah_ Assalamu alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh. Para pembaca yang budiman, kali ini kami akan menurunkan sebuah Fatwa Ulama Besar Kerajaan Saudi Arabia yang menjadi rujukan muslim sedunia. Fatwa ini terkait dengan aksi terorisme yang melanda Saudi Arabia berupa peledakan, perusakan fasilitas umum, peculikan, pembajakan, dan sederet aksi lainnya yang didalangi oleh para teroris. Fatwa ini sengaja kami bawakan, agar kaum muslimin Indonesia mengerti bahwa ulama dunia telah lama menasihati umat ini agar jangan melakukan “aksi terorisme” yang mencoreng nama Islam dan melahirkan dampak negatif dan buruk bagi kaum muslimin secara khusus, dan manusia pada umumnya. Selain itu, agar kita semua mengerti bahwa Saudi bukanlah pendukung terorisme, bahkan mereka adalah adalah negara terde...

Islam tidak Mengajarkan Terorisme kepada Pemeluknya

Gambar
Islam tidak Mengajarkan Terorisme kepada Pemeluknya oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. _ hafizhahullah _ Kaum muslimin harus lebih cerdik menilai sebagian berita-berita yang disebarkan oleh para propagandis dari kalangan musuh-musuh Islam yang amat tertata halus dan rapi. Berita-berita yang mereka sebarkan dengan memanfaatkan media sosial yang bekerja hanya sekedar mencari duit, tanpa memperhatikan kerugian dan bahaya yang ditimbulkan bagi Islam dan kaum muslimin. Berita-berita berbahaya yang dihembuskan oleh mereka mengandung berbagai macam kebatilan, dan igauan dusta, dan terkadang berita itu dipotong, atau dibolak-balik, sehingga memberikan kesan buruk bagi Islam dan menyudutkan kaum muslimin. Diantara usaha buruk para propagandis dari kalangan kaum kafir dalam menjatuhkan dan mendiskreditkan Islam, menyandarkan "TERORISME" kepada Islam. Ini merupakan tuduhan terkeji bagi Islam sepanjang sejarah, khususnya belakangan ini...

Masjid tidak akan pernah Bersatu dengan Kuburan dalam Islam

Gambar
Masjid tidak akan pernah Bersatu dengan Kuburan  dalam Islam Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah- Sebuah realita yang amat menyedihkan kita semua, banyaknya masjid yang dibangun oleh kaum muslimin, lalu dijadikan tempat untuk menguburkan mayat. Bila anda berjalan-jalan di Sulawesi Selatan dan lainnya, maka mata anda akan banyak menyaksikan kubur di dalam lokasi masjid atau masjid di dalam kuburan. Dengan kata lain, entah masjid lebih dahulu, lalu kubur berikutnya, atau kubur lebih dulu, lalu dibuat masjid setelahnya. Perkara seperti ini adalah perkara yang terlarang! Karena, di dalam Islam, tidak boleh menyatukan kubur dan masjid dalam sebuah lokasi. Terjadinya penyatuan masjid dan kubur, nanti terjadi setelah zaman Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para sahabat. Perkara seperti ini bukanlah kebiasaan kaum muslimin, bahkan kebiasaan ahlul Kitab dan kaum penyembah makhluk. Karenanya, Nabi -Shallallahu alaihi wa s...

Polemik Qunut Shubuh

Gambar
Polemik Qunut Shubuh Oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhohulloh- Qunut Shubuh adalah sebuah perkara yang sering menjadi bahan polemik dan khilaf di kalangan kaum muslimin sehingga ada masjid yang ber-qunut dan ada yang tidak qunut. Kelompok yang ber-qunut pun menyalahkan yang tidak ber-qunut dan menganggapnya sebagai aliran sesat. Akhirnya, terjadilah perpecahan yang dilatari oleh permasalahan qunut. Terkadang ada diantara mereka, ada yang ekstrim dalam menyikapi saudaranya yang tidak ber- qunut dengan menyebutnya sebagai “orang sesat” !! Sebenarnya, kalau mereka jujur mau mencari kebenaran, maka pasti mereka akan bertanya, “Manakah pendapat yang benar dan dikuatkan oleh dalil?”