Fatwa Lajnah Da’imah tentang Hukum Nonton Pertandingan Sepak Bola

 

Fatwa Lajnah Da’imah tentang Hukum Nonton Pertandingan Sepak Bola


Penulis : 

Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –hafizhahullah-

(Alumni Islamic University of Madinah, KSA)

 

Nonton sepak bola di hari-hari ini merupakan kegemaran sebagian orang, mulai dari anak kecil sampai orang tua dan lansia, entah itu pertandingan yang memperebutkan piala lokal, nasional, atau piala dunia. Apalagi dengan adanya siara televisi analog dan tv kabel, atau siaran online via  internet, maka orang-orang semakin gila bola dan disibukkan dengan berbagai macam pertandingan dunia dan domestik.

 

Lalu apa tanggapan para ulama kita dengan kebiasaan ini? Kita serahkan jawabannya kepada para ulama besar yang tergabung dalam lembaga yang bernama “Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wal Ifta’”, yang kala itu diketuai oleh Al-Allamah Syaikh Abdul Aziz bin Baz, dengan beranggotakan Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alusy Syaikh, Syaikh Sholih bin Abdillah Al-Fauzan, dan Bakr bin Abdilah Abu Zaid.

 

Datang sebuah surat pertanyaan yang terkirim ke kantor resmi mereka, dan si penanya berkata,

 

السؤال الثاني من الفتوى رقم (18951)

س2: ما حكم مشاهدة المباراة الرياضية، المتمثلة في مباراة كأس العالم وغيره؟

 

“Apa hukumnya menyaksikan pertandingan olah raga berupa pertandingan sepak bola Piala Dunia, dan selainnya?”

ج2: مباريات كرة القدم التي على مال أو نحوه من جوائز حرام؛ لكون ذلك قمارا؛ لأنه لا يجوز أخذ السبق وهو العوض إلا فيما أذن فيه الشرع، وهو المسابقة على الخيل والإبل والرماية، وعلى هذا فحضور المباريات حرام ومشاهدتها كذلك، لمن علم أنها على عوض؛ لأن في حضوره لها إقرارا لها، أما إذا كانت المباراة على غير عوض ولم تشغل عما أوجب الله من الصلاة وغيرها، ولم تشتمل على محظور: ككشف العورات، أو اختلاط النساء بالرجال، أو وجود آلات لهو - فلا حرج فيها ولا في مشاهدتها. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو ... عضو ... نائب الرئيس ... الرئيس

بكر بن عبد الله أبو زيد ... صالح بن فوزان الفوزان ... عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز


“Pertandingan sepak bola untuk mendapatkan harta atau selainnya berupa hadiah merupakan perkara yang haram! Karena, hal itu merupakan perjudian. Sebab, tidak boleh mengambil taruhan, yakni bayaran, kecuali dalam perkara yang diizinkan oleh syariat, yaitu lomba menunggang kuda, menunggang unta, dan memanah.

Berdasarkan hal ini, maka menghadiri pertandingan sepak bola (yang di dalamnya ada hadiah yang diperebutkan) adalah perkara yang haram! Demikian pula menonton pertandingan tersebut bagi yang telah mengetahui bahwa pertandingan itu ada bayarannya. Karena, di dalam kehadirannya terdapat persetujuan terhadap pertandingan itu.

 

Adapun jika pertandingan sepak bola itu tanpa bayaran, dan tidak menyibukkan dari perkara-perkara yang Allah wajibkan berupa shalat, dan selainnya, serta tidak mengandung hal terlarang (seperti : menyingkap aurat, campur baur perempuan dengan kaum laki-laki, atau adanya musik), maka tidak ada dosa di dalamnya dan dalam menyaksikannya.

Wabillahit taufiq wa shallallahu ala Nabiyyina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa sallam.”

 

Sumber : Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah [I] (15/238-239/ no. 18951)

 

_____________________

 

Gowa, 27 Jumadal Ula 1443 H = 30 Desember 2021 M


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenang Buah Pahit Peristiwa Demonstrasi dan Aksi Reformasi Tahun 1998 agar Menjadi Pelajaran Berharga bagi Mereka yang Gemar Berdemonstrasi (Renungan Bermakna sebelum 4 November 2016 M)

Doa-doa Penting di Musim Hujan

Bantahan Khusus untuk Ustadz Adi Hidayat yang Menganggap Zakat Fitri dengan Beras tidak Memiliki Dasar dalam Agama