Postingan

Derajat Hadits tentang Sahabat Calon Penghuni Surga yang tidak Menyimpan Dendam dan Hasad kepada Orang Lain

Gambar
Derajat Hadits tentang Sahabat Calon Penghuni Surga yang tidak Menyimpan Dendam dan Hasad kepada Orang Lain oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. – hafizhahullah - Disana tersebar sebuah kisah yang masyhur tentang seorang sahabat yang dijamin masuk surga, karena ia tidak menyimpan dendam dan hasad kepada kaum muslimin di dalam hatinya. Namun apakah hadits ini shohih ataukah justru lemah? Berikut lafazh-nya dan penelitian derajatnya, عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ إِذْ قَالَ: «يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ» ، قَالَ : فَاطَّلَعَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، تَنْطِفُ لِحْيَتُهُ مِنْ مَاءِ وُضُوئِهِ، مُعَلِّقٌ نَعْلَيْهِ بِيَدِهِ الشِّمَالِ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ» [ص:242]، فَاطَّلَعَ ذَلِكَ الرَّجُلُ عَلَى مِثْلِ...

Nasib Tukang Adzan

Gambar
Nasib Tukang Adzan Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah- Banyak orang yang meremehkan para tukang adzan, dan memandangnya dengan penuh hina dan sinis. Apalagi jika orangnya memang berperawakan kurang tampan serta hidup di bawah garis kemiskinan. Para tukang adzan sering dipandang sebelah mata dan kurang diperhatikan oleh manusia. Demikianlah ia dihinakan oleh manusia, karena memang pada umumnya tugas adzan bukanlah “tempat basah” yang mendatangkan rupiah, sehingga banyak orang yang enggan menjabat tugas tersebut, kecuali segelintir orang yang ikhlash lagi penyabar. Terkadang keengganan itu dilatari oleh keduniaan, dan terkadang juga karena kejahilan kaum muslimin tentang kedudukan adzan dan keutamaan para mu’adzdzin (tukang adzan) di sisi Allah. Padahal jika kita mau membuka lembaran kitab-kitab hadits Nabi - Shallallahu alaihi wa sallam -, maka kita akan terheran dan berkata dalam hati, “Alangkah besarnya fadhilah (keutamaan) a...

Menjawab Sebagian Kesalahan dalam Praktik Ruqyah

Gambar
Menjawab Sebagian Kesalahan dalam Praktik Ruqyah oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. ­-hafizhahullah- Ruqyah alias jampi-jampi adalah perkara yang telah ada di zaman Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, bahkan telah dilakukan oleh kaum musyrikin. Hanya saja ruqyah mereka berisi kesyirikan dan kekafiran. Adapun  ruqyah dalam Islam adalah metode pengobatan yang menggunakan Al-Qur’an, dan dzikir-dzikir yang pernah diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, atau dzikir yang mengandung makna yang baik, tak menyelisihi syariat. Tujuan ruqyah untuk mengobati orang yang sakit, dengan berbagai macam penyakitanya, baik yang medis atau non medis. Merebaknya kegiatan ruqyah me- ruqyah perlu mendapatkan tanggapan dan perhatian agar para pe- ruqyah tidak keliru dalam melakukan ruqyah . Sebab, sering kita menemukan banyak terjadi pelanggaran dalam kegiatan ini sehingga perlu kiranya para pembaca dan lainnya mengetahui beberapa perkara beriku...

Sihir, Perniagaan yang Melahirkan Petaka

Gambar
Sihir, Perniagaan yang Melahirkan Petaka oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –hafizhahullah- Niaga alias jual-beli adalah perkara yang disyariatkan dan dihalalkan oleh Allah dalam agama kita dan mengharamkan riba yang mendatangkan kerugian dunia dan akhirat. Perniagaan selama dalam batas syariat adalah perkara yang boleh dan baik. Adapun perniagaan iman dengan para setan dari kalangan jin dan manusia, maka ia adalah perkara yang tercela. Perniagaan yang mengorbankan iman dan menjadikan iman sebagai tumbal alias bayarannya adalah hal yang amat terlarang. Ia adalah perniagaan yang melahirkan petaka. Salah satu perniagaan iman yang terlarang ini, belajar sihir dari setan (jin), dengan berbagai macam jalan dan praktiknya yang membawa manusia menuju jurang kehancuran dan kebinasaan dalam urusan dunia dan akhirat!

Air Mata Iman

Gambar
Air Mata Iman oleh :  Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah- Allah melengkapi manusia dengan mata sebagai alat untuk melihat. Ia laksana pelita, pengawas dan penerang bagi tubuh.  Allah melukiskan rahasia yang maha menakjubkan  pada anggota tubuh yang kecil ini, yang dapat merekam jagad raya yang amat luas. Jika kita merenungi ciptaan Allah yang satu ini, maka kita akan malu untuk tidak bersyukur kepada Penciptanya. Perhatikanlah bentuk kedua mata kita, niscaya kita akan mendapati bentuknya yang sangat indah, lekuk dan ukurannya sangat serasi. Kemudian Allah menghiasinya dengan pelupuk mata sebagai tutupnya, tirai dan pelindungnya sekaligus  sebagai hiasan. Kedua pelupuk mata itu melindungi bola mata dari gangguan, kotoran dan debu, serta melindunginya dari udara dingin dan panas yang menyengat. Lalu Allah menanam bulu mata di sisi-sisi pelupuk mata sebagai hiasan dan keindahan serta  manfaat yang lainnya. Maha ...

11 Artikel Manis dari BLOG RESMI Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.

Gambar
11 Artikel Manis dari BLOG RESMI Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. ( Edisi Januari 2017 ) = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Edisi Kelima dari Bulan Januari 2017 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = https://abufaizah75.blogspot.co.id/2018/01/11-Artikel-Manis-dari-Blog-Resmi-Ustadz-Abdul-Qodir-Abu-Faizah-Lc.html Untuk KEENAM kalinya, kami mengumpulkan judul-judul tulisan manis dari buah tangan kami  –semoga Allah memberkahi kami dan mengampuni dosa-dosa kami-. Judul-judul tulisan ini sengaja kami kumpulkan agar bisa dibaca oleh saudara-saudara kita yang belum sempat membacanya dan dapat menjadi rujukan bagi teman-teman pembaca yang membutuhkan materi penting yang telah berlalu. berikut judul-judul artikel beserta alamat  URL -nya, semoga bermanfaat : 1.       Keindahan Poligami yang Kini Terkubur https://abufaizah75.blogspot.co.id/2017/01/keindahan-poligami-yang-kini-terkub...

Keutamaan Agung Kota Madinah

Gambar
Keutamaan Agung Kota Madinah oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah- Mungkin sudah banyak diantara kita yang telah menginjakkan kakinya di Kota Madinah. Namun tidak mengetahui asal-muasal dan keutamaan kota ini, kota bersejarah yang menyimpan banyak cerita dan kenangan yang membawa ibrah. Kota Madinah dahulu disebut dengan “Yatsrib” , karena orang yang pertama kali menghuni tempat itu adalah orang yang bernama Yatsrib bin Qoniyah bin Mahlaa’il bin Irom bin Ubail bin Iwadh bin Irom bin Saam bin Nuh -Shallallahu alaihi wa sallam-. Tatkala kota itu didatangi dan dihuni oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-, maka beliau menamainya dengan “Thoibah” dan “Thoobah” yang berarti “Bau Harum”. Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- mengganti dengan nama tersebut, karena beliau tak senang dengan kata “Yatsrib” yang bisa bermakna “celaan” atau “perusakan”!! Demikian yang dinyatakan oleh Al-Imam Yaqut bin Abdillah Al-Hamawiy - rahimahulla...