Fadhilah dan Keagungan Surat Al-Fatihah
Fadhilah dan Keagungan Surat
Al-Fatihah
Penulis :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
-hafizhohulloh-
"Surah Al-Fatihah" adalah surat yang amat masyhur, telah dikenal oleh seluruh kaum
muslimin. Saking terkenalnya, terkadang sebagian kaum muslimin
menyalahgunakannya, seperti membacanya untuk orang mati saat ziarah kubur,
atau mengirimkan pahalanya kepada Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-,
Syaikh Abdul Qodir Al-Jailaniy, dan orang-orang yang telah mati.
Semua
ini tak ada contohnya dari Allah dan Rasul-Nya.
Surat
Al-Fatihah amat masyhur, namun banyak di antara kita tak mengetahui fadhilah,
dan keutamaannya.
Padahal
banyak sekali hadits-hadits yang menunjukkan keutamaannya, baik dari sisi
kandungan atau kedudukannya di sisi Allah -Azza wa Jalla-.
Diantara
fadhilah dan keutamaan Surat Al-Fatihah :
§
Al-Fatihah
adalah Surat yang Paling Agung
Orang
yang membaca Al-Fatihah akan mendapatkan balasan pahala yang besar di sisi
Allah.
Terlebih
lagi jika ia membacanya dengan ikhlash, dan mentadabburi maknanya.
Abu
Sa'id bin Al-Mu'allaa -radhiyallahu 'anhu- berkata,
كُنْتُ
أُصَلِّيْ فَدَعَانِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أُجِبْهُ,
قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّيْ كُنْتُ أُصَلِّيْ, قَالَ: أَلَمْ يَقُلِ اللهُ:
(اسْتَجِيْبُوْا لِلّهِ وَلِلرَّسُوْلِ إِذَا دَعَاكُمْ), ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُعَلِّمُكَ
أَعْظَمَ سُوْرَةٍ فِي الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ؟. فَأَخَذَ
بِيَدِيْ, فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْرُجَ, قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ, إِنَّكَ
قُلْتَ: لأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُوْرَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ. قَالَ: (الْحَمْدُ للهِ
رَبِّ الْعَالَمِيْنَ), هِيَ السَّبعُ الْمَثَانِيْ وَاْلقُرْآنُ الْعَظِيْمُ الَّذِيْ
أُوْتِيْتَهُ
"Dulu
aku pernah sholat. Lalu Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- memanggilku. Namun aku tak memenuhi panggilan
beliau. Aku katakan, "Wahai Rasulullah, tadi aku sholat". Beliau
bersabda, "Bukankah Allah berfirman,
{اسْتَجِيبُوا
لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ} [الأنفال: 24]
"Penuhilah
seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian".(QS. Al-Anfaal: 24).
Kemudian
beliau bersabda, "Maukah engkau kuajarkan surat yang paling agung dalam
Al-Qur'an sebelum engkau keluar dari masjid"?. Beliau pun memegang
tanganku. Tatkala kami hendak keluar, maka aku katakan, "Wahai Rasulullah,
sesungguhnya tadi Anda bersabda, "Aku akan ajarkan kepadamu Surat yang
paling agung dalam Al-Qur'an". Beliau bersabda, "Alhamdulillahi
Robbil alamin. Dia (Surat Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang,
dan Al-Qur'an Al-Azhim yang diberikan kepadaku".
[HR.
Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4720), Abu Dawud dalam Sunan-nya
(1458), dan An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (913)]
Al-Imam Ibnu At-Tiin -rahimahullah- berkata saat menjelaskan makna
hadits di atas,
"Maknanya, bahwa pahalanya
lebih agung (lebih besar) dibandingkan surat lainnya".
[Lihat Fathul Bari (8/158)
karya Ibnu Hajar Al-Asqolaniy]
§ Al-Fatihah adalah Surat Terbaik
dalam Al-Qur'an
Surat
Al-Fatihah merupakan surat terbaik, karena ia mengandung tauhid, ittiba'
(mengikuti) Sunnah, adab berdo'a, al-wala' wal baro', keimanan terhadap
perkara gaib, dan lainnya.
Ibnu
Jabir -radhiyallahu 'anhu-
berkata,
اِنْتَهَيْتُ
إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ إِهْرَاقَ الْمَاءَ فَقُلْتُ
السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَقُلْتُ: السَّلاَمُ
عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَقُلْتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ
يَا رَسُوْلَ اللهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَانْطَلَقَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْشِيْ وَأَنَا خَلْفَهُ حَتَّى دَخَلَ عَلَى رَحْلِهِ وَدَخَلْتُ
أَنَا الْمَسْجِدَ فَجَلَسْتُ كَئِيْبًا حَزِيْنًا فَخَرَجَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَطَهَّرَ فَقَالَ : عَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَ عَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ و عَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ
ثُمَّ قَالَ اَلاَ أُخْبِرُكَ يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ جَابِرٍ بِخَيْرِ سُوْرَةٍ فِيْ
الْقُرْآنِ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: اِقْرَأْ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ حَتَّى تَخْتِمَهَا
"Aku
tiba kepada Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- , sedang beliau
mengalirkan air. Aku berkata, "Assalamu alaika, wahai Rasulullah". Maka
beliau tak menjawab salamku (sebanyak 3 kali).
Kemudian
Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- berjalan, sedang aku berada di
belakangnya sampai beliau masuk ke kemahnya, dan aku masuk ke masjid sambil
duduk dalam keadaan bersedih.
Lalu
keluarlah Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- menemuiku, sedang beliau
telah bersuci seraya bersabda, "Alaikas salam wa rahmatullah (3
kali)".
Kemudian
beliau bersabda, "Wahai Abdullah bin Jabir, maukah kukabarkan kepadamu
tentang sebaik-baik surat di dalam Al-Qur'an". Aku katakan, "Mau wahai
Rasulullah".
Beliau
bersabda, "Bacalah surat Alhamdulillahi Robbil alamin (yakni, Surat
Al-Fatihah) sampai engkau menyelesaikannya".
[HR.
Ahmad dalam Al-Musnad (4/177). Hadits ini di-hasan-kan
oleh Al-Arna'uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 17633)]
§ Al-Fatihah adalah Al-Qur'an Al-Azhim
Surat
Al-Fatihah dinamai oleh Allah dengan "Al-Qur'an Al-Azhim",
padahal Al-Qur'an Al-Azhim bukan hanya Al-Fatihah, masih ada surat-surat
lainnya yang berjumlah 113.
Namun
Allah -Azza wa Jalla- menamainya demikian karena kandungan Al-Fatihah
meliputi segala perkara yang dikandung oleh Al-Qur'an Al-Azhim secara global. Wallahu
A'lam bish showab.
Rasulullah
-Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
أُمُّ
الْقُرْآنِ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْآنُ الْعَظِيْمُ
"Ummul
Qur'an (yakni, Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur'an
Al-Azhim". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya
(4427), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1457), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya
(3124)]
§ Al-Fatihah adalah Surat Ruqyah
Al-Qur'an
seluruhnya bisa digunakan dalam me-ruqyah. Namun secara khusus
Al-Fatihah pernah dipergunakan oleh para sahabat dalam meruqyah sebagian orang
yang tergigit kalajengking.
Dengan
berkat pertolongan Allah, orang yang digigit kalajengking tersebut sembuh kala
itu juga.
Sekarang
kita dengarkan kisahnya dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudriy -radhiyallahu
'anhu- ketika beliau berkata,
انْطَلَقَ
نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ سَفْرَةٍ سَافَرُوْهَا
حَتَّى نَزَلُوْا عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوْهُمْ فَأَبَوْا
أَنْ يُضَيِّفُوْهُمْ فَلُدِغَ سَيِّدُ ذَلِكَ الْحَيِّ فَسَعَوْا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ
لاَ يَنْفَعُهُ شَيْءٌ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَوْ أَتَيْتُمْ هَؤُلاَءِ الرَّهْطَ الَّذِيْنَ
نَزَلُوْا لَعَلَّهُ أَنْ يَكُوْنَ عِنْدَ بَعْضِهِمْ شَيْءٌ فَأَتَوْهُمْ فَقَالُوْا:
يَا أَيُّهَا الرَّهْطُ إِنَّ سَيِّدَنَا لُدِغَ وَسَعْيُنَا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ لاَ
يَنْفَعُهُ فَهَلْ عَنْدَ أَحَدٍ مِنْكُمْ مِنْ شَيْءٍ ؟ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: نَعَمْ
وَاللهِ إِنِّيْ لأَُرْقِي وَلَكِنْ وَاللهِ لَقَدْ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَلَمْ تُضَيِّفُوْنَا
فَمَا أَنَا بِرَاقٍ لَكُمْ حَتَّى تَجْعَلُوْا لَنَا جُعْلاً فَصَالَحُوْهُمْ عَلَى
قَطِيْعٍ مِنَ الْغَنَمِ فَانْطَلَقَ يَتْفُلُ عَلَيْهِ وَيَقْرَأُ { الْحَمْدُ للهِ
رَبِّ الْعَالَمِيْنَ } . فَكَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ فَانْطَلَقَ يَمْشِي وَمَا
بِهِ قَلَبَةٌ . قَالَ: فَأَوْفَوْهُمْ جُعْلَهُمُ الَّذِيْ صَالَحُوْهُمْ عَلَيْهِ
فَقَالَ بَعْضُهُمْ: اقْسِمُوْا فَقَالَ الَّذِيْ رَقِيَ: لاَ تَفْعَلُوْا حَتَّى نَأْتِيّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَذْكُرَ لَهُ الَّذِيْ كَانَ فَنَنْظُرَ
مَا يَأْمُرُنَا فَقَدِمُوْا عَلَى رَسُوْلِ اللهِ فَذَكَرُوْا لَهُ فَقَالَ: وَمَا يُدْرِيْكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ . ثُمَّ قَالَ:
قَدْ أَصَبْتُمْ اقْسِمُوْا وَاضْرِبُوْا لِيْ مَعَكُمْ سَهْمًا . فَضَحِكَ رَسُوْلُ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Ada
beberapa orang dari kalangan sahabat Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- pernah berangkat dalam suatu perjalanan yang
mereka lakukan sampai mereka singgah pada suatu perkampungan Arab.
Mereka
pun meminta jamuan kepada mereka. Tapi mereka enggan untuk menjamu mereka (para
sahabat). Akhirnya, pemimpin suku itu digigit kalajengking.
Mereka
(orang-orang kampung itu) telah mengusahakan segala sesuatu untuknya. Namun
semua itu tidak bermanfaat baginya.
Sebagian
diantara mereka berkata, "Bagaimana kalau kalian mendatangi rombongan
(para sahabat) yang telah singgah. Barangkali ada sesuatu (yakni, obat)
diantara mereka".
Orang-orang
itu pun mendatangi para sahabat seraya berkata, "Wahai para rombongan, sesungguhnya pemimpin kami tersengat, dan kami
telah melakukan segala usaha, tapi tidak memberikan manfaat kepadanya. Apakah
ada sesuatu (obat) pada seorang diantara kalian?"
Sebagian
sahabat berkata, "Ya, ada. Demi Allah, sesungguhnya aku bisa me-ruqyah.
Tapi demi Allah, kami telah meminta jamuan kepada kalian, namun kalian tak mau
menjamu kami. Maka aku pun tak mau me-ruqyah kalian sampai kalian mau
memberikan gaji kepada kami".
Merekapun
menyetujui para sahabat dengan gaji (bayaran atas ruqyah) berupa beberapa ekor
kambing.
Lalu
seorang sahabat pergi (untuk me-ruqyah mereka) sambil memercikkan ludahnya
kepada pimpinan suku tersebut, dan membaca, "Alhamdulillah Robbil alamin
(yakni, Al-Fatihah)".
Seakan-akan
orang itu terlepas dari ikatan. Lalu mulailah ia berjalan, dan sama sekali tak
ada lagi penyakit padanya.
Dia
(Abu Sa'id) berkata, “Mereka pun memberikan kepada para sahabat gaji yang telah
mereka sepakati.”
Sebagian
sahabat berkata, “Silakan bagi (kambingnya)".
Yang
me-ruqyah berkata, "Janganlah kalian lakukan hal itu sampai kita
mendatangi Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-, lalu kita sebutkan kepada
beliau tentang sesuatu yang terjadi. Kemudian kita lihat, apa yang beliau
perintahkan kepada kita".
Mereka
pun datang kepada Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- seraya menyebutkan
hal itu kepada beliau.
Kemudian
beliau bersabda, "Apa yang memberitahukanmu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah?"
Kemudian
beliau bersabda lagi, "Kalian telah benar, silakan (kambingnya) dibagi.
Berikan aku bagian bersama kalian".
Lalu
Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- tertawa".
[HR.
Al-Bukhoriy (2156), Muslim (2201)]
Al-Imam
Ibnu Abi Jamroh -rahimahullah- berkata,
"Tempat
memercikkan ludah ketika me-ruqyah adalah usai membaca Al-Qur'an pada anggota
badan yang dilalui oleh ludah".
[Lihat Tuhfah Al-Ahwadziy (9/206)]
§ Al-Fatihah adalah Cahaya Untuk Umat
Islam
Satu
lagi diantara fadhilah Al-Fatihah, ia disebut dengan cahaya, karena di
dalamnya terdapat petunjuk bagi seorang muslim dalam semua urusannya.
Jika
kita mengkaji Al-Fatihah secara mendalam, maka kita akan mendapatkan banyak
faedah dan petunjuk.
Oleh
karena itu, sebagian ulama' telah menulis kitab khusus menafsirkan Al-Fatihah
dan mengeluarkan mutiara hikmahnya yang berisi pelita yang menerangi kehidupan
kita, seperti kitab “Madarijus Salikin”, karya Ibnul Qoyyim –rahimahullah-.
Ibnu
Abbas -radhiyallahu 'anhu- berkata,
بَيْنَمَا
جِبْرِيْلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ نَقِيْضًا
مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ
لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلاَّ الْيَوْمَ فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ فَقَالَ: هَذَا مَلَكٌ
نَزَلَ إِلَى اْلأَرْضِ لَمْ يَنْزِلُ قَطُّ إِلاَّ الْيَوْمَ فَسَلَّمَ وَقَالَ: أَبْشِرْ
بِنُوْرَيْنِ أُوْتِيْتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةَ الْكِتَابِ
وَخَوَاتِيْمَ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلاَّ أُعْطِيْتَهُ
"Tatkala
Jibril duduk di sisi Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- , maka ia
mendengarkan suara (seperti suara pintu saat terbuka) dari atasnya.
Karenanya,
ia (Jibril) mengangkat kepalanya seraya berkata, "Ini adalah pintu di
langit yang baru dibuka pada hari ini; belum pernah terbuka sama sekali,
kecuali pada hari ini".
Lalu
turunlah dari pintu itu seorang malaikat seraya Jibril berkata,
"Ini
adalah malaikat yang turun ke bumi; ia sama sekali belum pernah turun, kecuali
pada hari ini".
Malaikat
itu pun memberi salam seraya berkata,
"Bergembiralah
dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu; belum pernah diberikan kepada
seorang nabi sebelummu, yaitu Fatihatul Kitab, dan ayat-ayat penutup Surat
Al-Baqoroh. Tidaklah engkau membaca sebuah huruf dari keduanya, kecuali
engkau akan diberi".
[HR.
Muslim dalam Shahih-nya (806), dan An-Nasa'iy (912)]
§ Al-Fatihah adalah Penentu Sholat
Al-Fatihah
adalah kewajiban bagi setiap orang yang mengerjakan sholat, baik ia imam,
makmum, atau pun munfarid (sholat sendiri). Barangsiapa yang tak
membacanya, maka sholatnya tak sah.
Nabi
-Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
مَنْ
صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيْهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ ثَلاَثًا
غَيْرُ تَمَامٍ فَقِيْلَ لِأَبِيْ هُرَيْرَةَ: إِنَّا نَكُوْنُ وَرَاءَ اْلإِمَامِ
فَقَالَ: اِقْرَأْ بِهَا فِيْ نَفْسِكَ فَإِنِّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَّمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِيْ
وَبَيْنَ عَبْدِيْ نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِيْ مَا سَأَلَ
"Barangsiapa
yang melakukan sholat, sedang ia tak membaca Ummul Qur'an (Al-Fatihah) di
dalamnya, maka sholatnya kurang (3X), tidak sempurna".
Abu
Hurairah ditanya, "Bagaimana kalau kami di belakang imam".
Beliau
berkata, "Bacalah pada dirimu (yakni, secara sir ‘pelan’), karena sungguh
aku telah mendengar Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
"Allah -Ta'ala- berfirman, "Aku telah membagi Sholat (yakni,
Al-Fatihah) antara Aku dengan hamba-Ku setengah, dan hamba-Ku akan mendapatkan
sesuatu yang ia minta".
[HR.
Muslim (395), Abu Dawud (821), At-Tirmidziy (2953), An-Nasa'iy (909), dan Ibnu
Majah (838)]
Abu
Zakariya An-Nawawiy -rahimahullah- berkata,
"Al-Fatihah
dinamai sholat, karena sholat tak sah, kecuali bersama Al-Fatihah". [Lihat Syarh Shohih Muslim (2/127)]
Inilah
beberapa diantara keutamaan Al-Fatihah, kami sajikan bagi para khotib, da'i,
penuntut ilmu, dan seluruh kaum muslimin agar mereka tahu dan mengamalkan
hadits-hadits shohih ini, dan menyebarkannya, tanpa berpegang lagi dengan
hadits-hadits lemah dan palsu tentang fadhilah Al-Fatihah.
…………………………………..
1. Artikel
ini telah kami edit ulang 1 Robi’ul Awwal 1441 H = 30 Okt 2019 M
2. Artikel
ini telah tampil dalam Buletin At-Tauhid (edisi 86), terbitan Pustaka Ibnu Abbas Gowa.

Komentar
Posting Komentar