Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Bahaya Fatal Meninggalkan Tuma'ninah ketika Sholat

Gambar
Bahaya Fatal Meninggalkan Tuma’ninah Ketika Sholat Disadur oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. _hafizhahullah_ “Tuma’ninah” (tenang), tanpa tergesa-gesa melakukan gerakan-gerakan sholat adalah perkara amat asasi dalam sholat. Sebab, orang yang meninggalkannya tak akan mendapatkan buah pahala dari sholatnya, tak akan meraih khusyu’ , dan malah mendapatkan dosa. Ia mendapatkan dosa karena sholatnya tidak sah, tanpa "tuma'ninah" ! Perkara “tuma’ninah” dalam sholat sering dilalaikan oleh banyak orang saat ia melakukan sholat sehingga terkadang ia bagaikan seorang yang berolah raga saja, bahkan laksana ayam yang mematok makanannya. Begitu cepatnya ia bergerak dari rukun sholat ke rukun lainnya. Orang yang seperti ini tak akan mendapatkan sesuatu dari sholatnya, selain capek dan penat saja!! Ada seorang sahabat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- yang bernama Hudzaifah bin Al-Yaman -radhiyallahu anhu- pernah melihat seseorang yang ...

Rapor Merah buat Hanan At-Taki Akibat Pelecehannya terhadap Nabi Musa

Gambar
Rapor Merah buat Hanan At-Taki Akibat Pelecehannya terhadap Nabi Musa Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. _hafizhahullah_ Tersebar sebuah video ringkas berisi pelecehan dari seorang “dai gaul” [1] yang bernama Hanan At-Taki _hadahullah_. Pelecehan itu terkait dengan seorang figur dan tokoh mulia yang dimuliakan oleh setiap mukmin, yaitu Kalimulloh Musa _alaihish sholatu was salam_ , seorang nabi mulia dari kalangan ulul ‘azmi yang wajib kita cintai dan muliakan, serta harus membelanya dari pelecehan siapapun! Pelecehan Hanan At-Taki kepada Nabi Musa _ alaihis salam _ sangat menyayat hati setiap mukmin. Pasalnya , ia mencela dan menggelari Nabi Musa _alaihis salam_   sebagai “Preman Para Nabi”. Na’udzu billahi min dzalik ! Kata “preman” adalah kata yang tidak digunakan, melainkan untuk makna yang berkonotasi buruk sebagaimana yang diungkapkan oleh para pakar bahasa. Kita nukilkan –misalnya- dari KBBI Daring, “ preman 2 /pre · man/ ...

Adab-adab Menasihati Para Penguasa

Gambar
Adab-adab Menasihati Para Penguasa Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. _hafizhahullah_ Di awal Desember 2010, kembali terjadi peristiwa pahit yang meninggalkan dampak buruk bagi masyarakat di negeri ini dan Makassar secara khusus, yakni adanya sejumlah mahasiswa dan masyarakat yang turun ke jalan-jalan melakukan aksi demo dalam rangka memperingati “Hari Anti Korupsi Sedunia” yang bertepatan dengan 9 Desember. Setiap orang yang turun ke jalan memiliki tendensi dan niat tertentu. Ada yang menyangka bahwa demo yang ia lakukan adalah “jihad fi sabilillah” . Ada yang menyangka bahwa demo mereka adalah nasihat dan amar ma’ruf-nahi munkar. Ada yang turun dengan tendensi mencari reputasi dan nama baik agar selanjutnya ia mendapatkan pujian dan kedudukan politik. Lahiriahnya, orang-orang seperti ini adalah pejuang rakyat. Tapi ternyata ia adalah pencari kursi ‘kekuasaan’ , dunia, dan ketenaran. Namun di balik semua itu, seorang yang cerdik nan pan...

Cermin Musibah

Gambar
Cermin Musibah Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. _ hafizhahullah _ Musibah terlalu banyak menimpa kita, baik yang menimpa badan kita berupa penyakit dan kecelakaan, ataukah musibah yang menimpa semua orang, seperti banjir, longsor, gempa dan lainnya. Namun banyak diantara kita yang lupa dan tak mau mengaca di depan cermin musibah seraya bertanya, “Apa gerangan yang menyebabkan datangnya musibah?” Semua musibah yang menimpa diri kita dan yang lainnya, tak akan terjadi kecuali diiringi oleh sebab-sebab yang menimbulkan musibah. Jika kita mengetahui sebab-sebab itu, maka itulah cermin yang akan memberikan gambaran kepada kita tentang hikmah di balik semua musibah agar kita sedikit “muhasabah” (mengoreksi) diri dan tidak lagi mengulangi semua dosa dan kesalahan di hari mendatang. Ada sebuah hadits yang agung dari sahabat Abdullah bin Umar - radhiyallahu anhu- . Hadits ini akan menjadi cermin bagi kita dalam menghadapi musibah yang mendera. ...

Hukum Acara “Pemburu Hantu”

Gambar
Hukum  Acara “Pemburu Hantu” Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. (Alumni “Islamic University of Medina”, KSA) _ hafizhahullah_ Belakangan ini, ada sebuah acara   yang berbau mistik banyak disiarkan di televisi, baik dalam bentuk film sinetron maupun semacam show (pamer kemampuan ghaib). Konon kabarnya, di dalam acara itu mereka mempertunjukkan acara penangkapan dan penyingkapan hantu alias setan atau jin atau makhluk halus. Para pemburu hantu mendapat peran penting dalam acara-acara tersebut. Melalui acara mereka, setan atau hantu –menurut istilah mereka– dapat dipublikasikan. Digambarkan bahwa para pemburu hantu adalah orang-orang sakti yang dapat memburu, menangkap dan membuat setan bertekuk lutut. Bila ada tempat yang berhantu –menurut mereka-, maka didatangkanlah “orang hebat” [1] ke tempat tersebut. Padahal para pemburu hantu itu adalah dukun alias paranormal yang kita dilarang mempercayai dan mendatanginya. Rasulull...