Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Peringatan Keras tentang Bahaya Dunia Perdukunan

Gambar
Peringatan Keras tentang Bahaya Dunia Perdukunan ((تَنْبِيْهُ الْجَهَلَةِ مِنْ أَخْطَارِ الْكَهَنَةِ)) Oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. – hafizhahullah - Al-Kahanah ‘Perdukunan’ telah dikenal oleh umat manusia sejak dahulu kala. Di zaman para nabi dan rasul, mereka telah ada bahkan mereka menjadi musuh dakwah tauhid yang dilancarkan oleh para nabi dan rasul. Sebab, mereka (para dukun alias paranormal), biasanya adalah orang-orang yang bekerjasama dengan para setan dari kalangan jin. Sedang para nabi dan rasul memberantas kesyirikan, termasuk diantaranya perdukunan yang menggunakan jin dan mengaku tahu perkara gaib. Di dalamnya, mereka melakukan ke- syirik -an (menduakan Allah dengan makhluk-Nya) dalam ibadah dan ketaatan. Dunia perdukunan terus berkembang pesat, seiring dengan jauhnya manusia dari agama Islam yang menyerukan tauhid dan membasmi syirik. Perkembangan dunia perdukunan di zaman ini jauh lebih menghebohkan, karena para dukun...

Keutamaan Anjing atas Sebagian Manusia yang Berakal

Gambar
Keutamaan Anjing atas Sebagian Manusia yang Berakal ( تفضيل الكلاب على كثير ممن ارتدى الثياب ) Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –hafizhahullah- Sebuah keutamaan besar bagi manusia, Allah anugerahkan kepadanya akal yang mampu membedakan antara yang baik dan buruk. Dengan akal, manusia punya kasih dan perasaan kepada sesama. Akal itu membantu dirinya dalam memahami wahyu yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul. Akal ibarat pelita yang digunakan dalam mengarungi perjalanan yang diselimuti oleh kegelapan. Manusia telah diciptakan dengan bentuk yang paling sempurna. Andai seluruh makhluk berkumpul dan bekerja sama dalam menciptakan makhluk yang bernama "manusia", niscaya mereka tak mampu!! Maha Suci Allah - Azza wa Jalla - yang telah berfirman dalam Surah At-Tiin: 4-6, {لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُم...

16 Artikel Manis dari BLOG RESMI Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. (Edisi Des 2016)

Gambar
16 Artikel Manis dari BLOG RESMI Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. (Edisi Des 2016) = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =   Edisi Kelima dari Bulan Desember 2016 = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =   Untuk  KELIMA  kalinya, kami mengumpulkan judul-judul tulisan manis dari buah tangan kami –semoga Allah memberkahi kami dan mengampuni dosa-dosa kami-. Judul-judul tulisan ini sengaja kami kumpulkan agar bisa dibaca oleh saudara-saudara kita yang belum sempat membacanya dan dapat menjadi rujukan bagi teman-teman pembaca yang membutuhkan materi penting yang telah berlalu. berikut judul-judul artikel beserta alamat URL -nya, semoga bermanfaat : 1.                         Kertas Mulia yang Berserakan https://abufaizah75.blogspot.co.id/2016/12/kertas-mulia-yang-berserakan.html...

Berkaca dari Musibah

Gambar
Berkaca dari Musibah ( الاعتبار بما وقع من المصائب والابتلاء ) oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah- Saat ini, musim kemarau panjang melanda. Berita musibah datang silih berganti. Angin kencang, tanah longsor, kekeringan dan si jago merah yang kian merajalela. Hampir setiap hari terjadi kebakaran, baik di perkotaan, maupun di huta n. Rasa was-was dan khawatir pun kian menghantui jiwa . Tatkala sengatan matahari yang begitu panas membuat rumput-rumput menjadi kering kerontang sehingga sepuntung api rokok saja, mampu menghanguskan berhektar-hektar kebun dan hutan . Akibatnya, banyak kerugian dan kesedihan terjadi. Semoga segala keadaan ini dapat dipahami sebagai suatu peringatan bagi kaum mukminin dan manusia seluruhnya untuk menerimanya dengan jiwa yang lapang dan hati yang sabar sebagai suatu ketentuan dari-Nya. Allah -Subhana wa ta'ala- berfirman, {نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ } [الواقعة: 73...

Hukum Wanita Menggunakan Selop Bertumit Tinggi

Gambar
Hukum Wanita Menggunakan Selop Bertumit Tinggi oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah- Jika kita meneropong sebuah sudut kehidupan anak cucu Adam, khususnya kehidupan wanita dari zaman ke zaman, maka kita akan menemukan perubahan drastis sehingga muncullah istilah baru "Lain dulu, lain sekarang". Sesuatu yang terjadi hari ini, dahulu belum pernah terjadi di zaman Rasulullah - shallallahu 'alaihi wa sallam -. Dahulu para wanita muslimah bangga dengan pakaian kesucian mereka (yakni, jilbab) yang menutupi semua tubuh mereka. Kini tinggal sebuah cerita yang bisa dikenang. Banyak diantara mereka pada hari ini lebih senang mengekor kepada wanita-wanita barat yang kafir atau wanita-wanita fasik, sehingga apa saja yang ditawarkan oleh orang-orang kafir atau fasik, maka serta-merta para wanita muslimah menerimanya mentah-mentah, tanpa berusaha mengetahui hukumnya menurut agamanya, misalnya : MEMAKAI SELOP yang memiliki alas at...

Aqidah Pocong, Adakah dalam Islam?

Gambar
Aqidah Pocong, Adakah dalam Islam? Oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –hafizhahullah- Mungkin anda pernah mendengar istilah "pocong". Pocong secara bahasa adalah mayat yg dibalut kain kafan. Akan tetapi istilah ini terus berkembang sehingga terkadang jauh dari maknanya, karena adanya pengaruh aqidah (keyakinan) yang salah atau kesalahpahaman tentang arti pocong. Akhirnya, banyak diantara masyarakat yang memaknai bahwa pocong adalah mayat yang bangkit dan dapat berjalan atau bergerak kesana-kemari sesuai keinginannya. Pocong kini diyakini oleh sebagian orang sebagai momok yang menakutkan lagi berbahaya. Menurut mereka, pocong itu hidup atau bangkit saat ikatan kain kafan mayat bagian kepala tak dilepas. Padahal semua itu hanyalah keyakinan dan khayalan batil!! Karena takut pocong, sebagian orang takut melanggar sumpahnya bila ia dimintai bersumpah pocong, yaitu sumpah yg disertai tidur membujur ke utara menghadap kiblat (barat) di dalam mas...

Tiga Maksiat Pembinasa

Gambar
Tiga Maksiat Pembinasa Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Faizah, Lc. –hafizhahullah- Kehidupan dunia adalah kehidupan yang penuh dengan aral dan rintangan. Barang siapa yang tak berhati-hati mencari jalan yang dapat menyelamatkan dirinya, maka ia akan celaka di dunia, bahkan boleh jadi nanti di akhirat. Karena itu, hendaknya kita menghindari segala perkara yang mendatangkan kebinasaan. Disebutkan dalam sebuah hadits : Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ ، وَثَلاَثٌ مُنْجِيَاتٌ ، فَقَالَ : ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ "Ada tiga perkara yang dapat membinasakan dan tiga perkara yang menyelamatkan. Tiga perkara yang membinasakan adalah kebakhilan yang ditaati, hawa nafsu yang diperturutkan dan bangganya seseorang terhadap dirinya".