Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Kumpulan Hadits Shohih tentang Haramnya Musik

Gambar
Kumpulan Hadits Shohih tentang Haramnya Musik Oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. Suatu hari, kami sedang pulang dari majelis taklim, tiba-tiba mata kami tertuju kepada suatu iklan raksasa yang terpajang di pinggir jalan. Iklan rokok itu tertulis dengan bahasa ala Betawi, "Saatnya Besarin Musik Lho" . Iklan itu tampaknya mengajak para anak muda untuk membesarkan klub dan grup bandnya atau mungkin maksudnya adalah mengajak para anak muda agar membesarkan suara musiknya. Terlepas dari semua itu, yang jelas iklan itu salah total. Sebab, ia telah menyelisihi petunjuk Syari'at Islam yang suci. Karenanya, tulisan iklan itu bagusnya diubah dengan "Saatnya Mati'in Musik Lho!!" Sebab, musik itu haram!

Sejarah Penting yang Tercecer dari Catatan Para Sejarawan Dunia

Gambar
Sejarah Penting yang Tercecer dari Catatan Para Sejarawan Dunia oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah- Sejarah memiliki peran dalam kehidupan manusia. Ia mencatat segala kejadian yang pernah mereka saksikan atau mereka dengarkan. Seluruh bangsa memiliki catatan sejarah dari zaman ke zaman. Para ahli sejarah memiliki semangat tinggi dalam merekam dan mencatat sejarah kehidupan dunia. Hanya saja banyak diantara sejarah penting di dunia yang mereka tinggalkan. Sejarah itu tercecer dan termakan oleh panjangnya abad  dan zaman sampai kebanyakan manusia sudah melupakannya.

Menjalin Ta'awun, Mengeratkan Ukhuwwah

Gambar
Menjalin Ta'awun, Mengeratkan Ukhuwwah Oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah- Seekor semut tergopoh-gopoh menghampiri kawan-kawannya, seakan-akan ada suatu informasi yang mereka harus ketahui bersama. Satu demi satu datang menghampiri makanan yang terjatuh di tanah. Dari sini akan muncul sebuah pemandangan yang menakjubkan dengan adanya segerombolan semut sedang sibuk membawa butiran-butiran makanan; antara satu dengan yang lainnya saling bahu-membahu membawa sisa makanan tersebut. Walaupun mereka harus menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, tapi mereka semua bersabar sampai ke tujuan. Subhanallah , ini adalah perumpamaan yang amat indah dalam ta'awun (kerja sama). Semut saja mampu melakukannya, nah bagaimana lagi dengan kita yang dianugrahi akal yang sehat. Kenapa tidak?!

Pemutus Segala Kelezatan

Gambar
Pemutus Segala Kelezatan Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah- Sebuah pohon tumbuh perlahan-lahan, dari sejari menjadi batang besar lagi menjulang tinggi. Tampak suatu kekokohan padanya. Namun sebagian orang tak sadar bahwa pohon yang kokoh itu akan melemah dan hancur perlahan-lahan. Demikianlah perumpamaan manusia dan seluruh makhluk. Sebuah kepastian yang tak terelakkan bagi setiap insan bahwa ia akan kembali kepada Allah Sang Maha Pencipta. Segala kelezatan yang ia pernah rasakan dan terima di dunia berupa jasad beserta segala pelengkapnya, harta beserta segala macamnya, keluarga dan lainnya. Semua itu memiliki masa yang telah ditentukan oleh Allah Allah - Azza wa Jalla -. Lantaran itu, Nabi kita yang mulia - Shallallahu alaihi wa sallam - telah mengingatkan semua itu dalam sebuah sabda, أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ، يَعْنِي : الْمَوْتَ "Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan, yakni kematian...