Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Fatwa Syaikh Sholih Al Fauzan tentang “Hukum Memperingati Hari Ibu”

Gambar
Fatwa Syaikh Sholih Al Fauzan tentang “Hukum Memperingati Hari Ibu” Alih Bahasa : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. الجواب:لا يجوز الاحتفال، عند المسلمين عيد إلا عيدان فقط عيد الفطر وعيد الأضحى، وكل عيد بعد أداء ركن من أركان الإسلام، عيد الفطر بعد أداء ركن الصيام، عيد الأضحى بعد أداء ركن الحج فقط هاذين العيدين وما عدى ما في أعياد لا للأمهات ولا للآباء، حتى الرسول ما في عيد لمولده، ما في مشروع لمولد الرسول صلى الله عليه وسلم هذا بدعة، إذا كان ما يحتفل بمولد الرسول فكيف يحتفل بمولد الإنسان ومولد الولي، أو مولد من يعظمونهم، أو مولد الرئيس ما يجوز هذا، الذي يريد أن يحسن لأمه يبر بها ما يجعل لها عيد ما نافعها العيد هذا، إذا تريد الأجر تبر بأمك حيةً وميتةً . "Tidak boleh memperingati Hari Ibu. Tidak ada hari peringatan di sisi kaum muslimin, selain dua hari peringatan saja : Idul Fithri dan Idul Adh-ha.

Kedudukan Hadits Larangan Mempersempit Rumah dan Jalan Kaum Muslimin

Gambar
Kedudukan Hadits  Larangan  Mempersempit Rumah dan Jalan Kaum Muslimin Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. _ hafizhohulloh _ Seorang kawan menanyakan kepada kami tentang hadits yang menjelaskan adanya larangan mempersempit rumah dan jalan kaum muslimin. Si penanya sengaja bertanya tentang kedudukan hadits itu. Sebab, sebagian pihak mengklaim bahwa hadits itu  dho’if  (lemah), sehingga tidak boleh dijadikan hujjah. Dengan memohon pertolongan dan taufiq kepada Allah, kami tegaskan bahwa hadits yang dimaksud adalah berkedudukan sebagai “hadits shohih”, dan minimalnya “hasan”, sebagaimana anda bisa lihat dari penjelasan berikut : Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2629), dengan redaksi dan sanad berikut :