Virus-Virus Ganas dalam Kehidupan
Virus-Virus Ganas dalam Kehidupan
Oleh
:
Ustadz
Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc., cs.
-hafizhahumallah-
Mungkin setiap orang diantara kita sudah pernah mendengar istilah "virus".
Virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun.
Virus secara istilah adalah mikro organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan
mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
Walaupun ukurannya sangat kecil, tapi bahaya dan keganasannya mampu untuk
membunuh ribuan nyawa.
Di dunia ini, sangat banyak virus-virus yang bertebaran. Mulai dari yang
ringan sampai yang terganas.
Dalam edisi kali ini, kami akan mengulas tentang beberapa virus ganas dalam kehidupan manusia :
· Virus HIV
Virus ini termasuk salah satu virus yang mematikan. Virus ini telah banyak merenggut
korban di seluruh negara yang ada.
Virus ganas ini tersebar melalui hubungan badan, transfusi darah, jarum suntik dan lain-lain.
Tapi kebanyakannya virus ini tersebar dan mewabah melalui hubungan badan
dengan bergonta-ganti pasangan.
Inilah yang kita saksikan di zaman ini, banyaknya orang mengidap penyakit
AIDS akibat pergaulan bebas.
Mereka tidak tahu dan tidak mau tahu lagi aturan agama. Sebab mereka
menyangka bahwa agama itu hanya mengekang gerak dan mengungkung kebebasan
mereka.
Akhirnya perzinaan merajalela tanpa bisa dibendung lagi. Padahal Allah -Subhana
Wa Ta'ala- telah memerintahkan kita untuk menjauhi zina.
Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
{وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ
سَبِيلًا } [الإسراء: 32]
"Dan
janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji. dan suatu jalan yang buruk". (QS. Al-Isra' : 32)
Allah telah melarang hamba-Nya untuk mendekati perzinaan, karena zina itu
adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.
Lantaran itu, segala hal yang bisa
mengantarkan kepada bentuk perzinaan telah diharamkan pula oleh Allah.
Pendorong-pendorong dan pengantar
menuju zina banyak sekali ragamnya, misalnya: memandang lawan jenis, berduaan,
bersentuhan, berciuman, berpelukan, mengucapkan ucapan-ucapan percintaan yang
lembut lagi merayu, berpacaran, memakai pakaian seksi dan menampakkan aurat.
Masalahnya semakin parah di zaman ini karena
banyaknya fasilitas dan teknologi yang ikut menyemarakkannya, mulai dari televisi,
koran, majalah, HP,
internet, radio, pakaian, reklame beserta berbagai acara yang mengajak manusia
kepada zina.
Namun kita sesalkan, banyak manusia yang tidak mengindahkan larangan
tuhannya, justru berlomba-lomba melakukannya.
Lihatlah anak muda sekarang!! Mereka merasa bangga dan jantan jika sudah berzina dengan pacarnya atau
wanita lainnya!! Na'udzu billah!!!
Lebih tragis lagi, sebagian diantara mereka menjadikan zina sebagai "jalan
keluar" (baca: jalan konyol), ketika hubungan pacaran mereka tidak
direstui oleh orang tua.
Tempat-tempat pelacuran semakin ramai dan semakin kurangnya keprihatinan banyak
pihak tentang fenomena yang buruk ini!
Karenanya, tidak heran jika Allah -Subhana Wa Ta'ala- menurunkan sedikit adzab-Nya kepada
umat manusia berupa penyakit-penyakit diantaranya AIDS, untuk menyadarkan dari
kedurhakaan mereka.
Allah -Tabara wa Ta'ala- berfirman,
{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ
أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ }
[الروم: 41]
“Telah tampak kerusakan di darat dan di lautan, disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan
kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali
(ke jalan yang benar).” (Q.S. Ar-Rum: 41 )
Ahli Tafsir Jazirah Arab, Syaik Abdur Rahman bin
Nashir As-Sa’diy -rahimahullah- berkata ketika
menafsirkan ayat di atas,
"أي: استعلن الفساد في البر والبحر أي: فساد معايشهم ونقصها
وحلول الآفات بها، وفي أنفسهم من الأمراض والوباء وغير ذلك، وذلك بسبب ما قدمت
أيديهم من الأعمال الفاسدة المفسدة بطبعها." اهـ من تيسير الكريم الرحمن (ص:
643)
“Ditampakkan kerusakan di darat dan di laut, yaitu rusaknya kehidupan
mereka, timbulnya berbagai musibah dan berbagai penyakit, wabah dan lainnya akan
menimpa mereka. Semuanya disebabkan oleh perbuatan dosa mereka berupa
amalan-amalan yang rusak dan merusak kehidupan”. [Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal. 642), tahqiq Abdur
Rahman Al-Luwaihiq, cet. Mu'assasah Ar-Risalah, 1420 H]
Seorang ulama Tabi’in, Al-Imam Abul Aliyah
-rahimahullah- berkata,
مَنْ
عَصَى اللهَ فِي اْلأَرْضِ فَقَدْ أَفْسَدَ فِي اْلأَرْضِ؛
لأَنَّ صَلاَحَ اْلأَرْضِ وَالسَّمَاءِ بِالطَّاعَةِ
“Barangsiapa
yang bermaksiat (durhaka) kepada Allah di bumi, maka sungguh ia telah melakukan
kerusakan di bumi, karena baiknya bumi dan langit dengan ketaatan”. [Lihat Tafsir
Ibnu Katsir (6/320)]
Demikianlah jika kekejian (zina) dan maksiat tersebar dimana-mana, Allah
akan datangkan musibah demi musibah atas manusia.
Jangan kita menyangka bahwa kerusakan dan musibah yang menimpa kita, hanya
terjadi begitu saja, tanpa sebab!! Bahkan ia terjadi karena maksiat kita.
Rasulullah -Sallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
لَمْ
تَظْهَرْ اَلْفَاحِشَةُ فِيْ قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوْا بِهَا إِلاَّ فَشَا
فِيْهِمُ الطَّاُعُوْنُ وَاْلأَوْجَاعُ الَّتِيْ لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِيْ
أَسْلاَفِهِمُ الَّذِيْنَ مَضَوْا
“Kekejian (zina) tidaklah bertebaran pada suatu kaum sampai-sampai mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar wabah
tha’un (penyakit pes) dan berbagai macam wabah penyakit lainnya yang tidak
pernah menyerang para pendahulu mereka yang telah berlalu”. [HR. Ibnu Majah dalam As-Sunan
(4019), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy -rahimahullah-
dalam As-Silsilah Ash-shahihah (106)]
·
Virus Komputer
Virus computer adalah program ilegal yang dimasukkan ke dalam sistem komputer melalui jaringan atau disket, atau yang lainnya, sehingga menyebar dan merusak sistem yang ada.
Virus ini berasal dari ulah tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab
dan tidak berperasaan.
Mereka membuat virus agar merusak komputer atau menghilangkan data dan hasil usaha keras orang lain.
Tentu hal ini adalah suatu perbuatan yang tercela dan sangat merugikan
orang lain.
Oleh karenanya, perbuatan ini diharamkan dalam agama kita dari beberapa
sisi, diantaranya:
a) Menzholimi Orang Lain.
Para pembuat virus itu tidak menyadari bahwa mereka telah menempatkan
dirinya sendiri dalam situasi yang berbahaya.
Sebab dengan virus yang mereka ciptakan itu, akan menjadikan mereka sebagai
orang yang zholim, karena telah merugikan orang lain.
Padahal Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
{إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ } [الأنعام: 135]
“Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan
keberuntungan”. (Q.S. Al-An’am: 135)
Allah menjelaskan bahwa orang yang zholim tidak akan mendapatkan
keberuntungan di dunia, terlebih lagi di akhirat.
Di dunia, ia akan dibenci dan senantiasa didoakan dengan kejelekan sampai ia terkena
laknat Allah dan manusia.
Jika para pembuat ini
tidak segera bertobat atas dosa-dosa itu kepada Allah –azza wa jalla-, maka tidak ada tempat kembali yang pantas bagi orang yang zholim, melainkan hanya neraka, sebagaimana firman-Nya,
{وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ } [آل
عمران: 151]
“Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat
tinggal orang-orang yang zhalim”. (Q.S.
Ali-Imron: 151)
Di akhirat, dia akan menjadi orang yang sangat menyesal terhadap perbuatannya, saat ia di selimuti oleh kegelapan yang lahir dari kezhalimannya.
Nabi -Shallallahu
alaihi wa sallam- bersabda,
اِتَّقُوْا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Takutlah terhadap perbuatan zholim, sebab kezholiman
adalah kegelapan di atas kegelapan pada hari kiamat". [HR. Al-Bukhary dalam Shohih-nya(2447), Muslim dalam Shohih-nya
(2579)]
b) Merugikan Orang Lain.
Adanya virus tentu akan
merugikan para korbannya. Data super
penting, file yang dikerja dengan susah payah dan program-program kesayangan
ludes dimakan si jago virus.
Hal ini sangat merugikan orang lain dan bertentangan dengan syariat Islam yang
mulia.
Di dalam Islam, kita dilarang untuk merugikan orang lain dalam segala perkara.
Allah -Subhana Wa Ta'ala- berfirman ,
{وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى
النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3)}
[المطففين: 1 - 3]
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima
takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau
menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”.(Q.S. Al-Muthoffifin: 1-3)
Allah mengancam orang-orang yang curang dalam timbangan dan takaran, karena hal itu akan merugikan orang lain dan menyebabkan permusuhan dan
kebencian.
Inilah yang disebut kezhaliman. Karenanya, Nabi -Shallallahu alaihi wa
sallam- mengecam orang yang mau merugikan orang lain.
Abu Hurairah -radhiyallahu anhu- berkata,
مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ،
فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا، فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلًا، فَقَالَ : مَا هَذَا،
يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ؟ قَالَ : أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ، يَا رَسُولَ اللَّهِ،
قَالَ : أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ، كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ؟ مَنْ غَشَّ
فَلَيْسَ مِنِّي!
“Rasulullah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan
tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah,
maka beliau bertanya, "Apa ini wahai pemilik makanan?" Pemiliknya
menjawab, "Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah". Beliau
bersabda, "Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian atas makanan agar
manusia dapat melihatnya. Barangsiapa menipu, maka dia bukan dari golongan
kami".[HR. Muslim dalam Kitab Al-Iman (102)]
Oleh karenanya Rasulullah -Sallallahu 'alaihi wa sallam- telah
memutuskan bahwa tidak boleh membahayakan dan merugikan orang lain dalam
sabdanya,
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Tidak boleh berbuat mudharat dan hal yang menimbulkan mudharat." [HR. Ibnu Majah (2341).
Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 250)]
Syaikh Abdul Muhsin
Al-Abbad -hafizhohullah- berkata, "Wajib bagi seorang muslim
untuk tidak memudharati orang lain karena sengaja, atau tanpa sengaja". [Lihat
Fathul Qowiy Al-Matiin (hal. 101)]
· Virus Tasyabbuh
Virus ini jauh lebih ganas daripada dua virus yang telah kami sebutkan.
Sebab virus ini menyerang hampir di seluruh lini kehidupan kaum muslimin.
Virus ini sangat hebat karena berhasil masuk pada seluruh lapisan kaum
muslimin. Mulai anak-anak sampai kakek-kakek, yang kaya maupun yang miskin,
perempuan maupun laki-laki, ustadz
maupun anak muda berandalan.
Semua terinfeksi dengan virus ini, kecuali orang yang Allah rahmati dari
kalangan pengikut Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- yang setia.
Itulah virus tasyabbuh (اَلتَّشَبُّهُ). Tasyabbuh artinya menyerupakan
diri dengan orang kafir dalam hal ibadah, tradisi, adat istiadat, cara
berpakaian, gaya bicara, penampilan dan sebagainya.
Sesungguhnya Allah -Azza wa Jalla- telah menyempurnakan agamanya
sehingga kaum muslimin tidak butuh lagi dengan selainnya.
Seluruhnya telah terkandung di dalam Al-Qur’an baik dalam makna yang tersurat
maupun tersirat, ketetapan secara nash maupun dalil-dalil umum.
Allah -Subhana Wa Ta'ala- berfirman,
{مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ } [الأنعام: 38]
“Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab” (Q.S. Al-An’am: 38)
Sayangnya kaum muslimin justru meninggalkan tuntunan agamanya dan mengambil
gaya hidup dan pemikiran orang-orang kafir sebagai panutannya.
Perhatikanlah! remaja-remaja yang "mejeng"
di mall-mall, pinggir-pinggir jalan atau di pusat-pusat hiburan, maka kita akan
melihat pemandangan yang sangat mengherankan.
Yang laki-laki kepalanya botak sebelah,
rambutnya dicat, pakai anting-anting, kalung, dan lain sebagainya. wanitanya
pun tak mau kalah, mereka tidak malu lagi dengan pakaian ketat yang
kelihatan pusarnya, rok mini dengan kaos you can see, dan potongan
rambut yang tidak karuan.
Yang lebih tragisnya lagi, ketika mengikuti orang-orang kafir dalam
perkara-perkara ibadah. Lihatlah ketika orang-orang Nashrani merayakan tahun
baru mereka, maka sebagian umat Islam mengikuti mereka dalam merayakan tahun
baru hijriyah atau tahun baru Masehi itu sendiri.
Ketika orang Nashrani merayakan kenaikan Isa
Al-Masih, maka umat Islam mengikuti mereka dengan merayakan Isra’ dan
Mi’raj.
Ketika orang Nashrani merayakan hari lahirnya
Isa Al-Masih, maka umat Islam mengikuti mereka dengan merayakan maulid Nabi
-Shollallahu ‘alaihi wasallam-, dan lain-lain.
Alangkah benarnya sabda Nabi -Sallallahu 'alaihi wa sallam-,
لَتَتَّبِعُنَّ سُنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا
بِذِرِاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوْا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوْهُ قُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى
؟ قَالَ: فَمَنْ ؟
”Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat
sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang
biawak, niscaya kalian pun akan masuk ke dalamnya”. Para sahabat bertanya:
“Ya Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nashara? Maka beliau menjawab:” Siapa
lagi (kalau bukan mereka)?”.[HR. Bukhariy dalam Shohih-nya
(3269 & 6889), Muslim dalam Shohih-nya (2669), Ahmad dalam Musnad-nya
(11817&11861)]
Inilah beberapa virus ganas
yang dapat menghacurkan kehidupan dunia dan akhirat seseorang. Semoga kita
semua dijauhkan oleh Allah darinya, aamiin!!
===============================
INFO PENTING
===============================
Dukung Kami
Dalam membantu pembangunan ruang belajar Pesantren Al-Ihsan Gowa, yang dibina oleh Ust. Ibnu Yunus, Ust. Nashrul Haqq, Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, dkk.
“ إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ “
"Jika manusia meninggal, maka terputuslah amal-amalnya, kecuali dari tiga jalan : sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak sholih yang mendoakan kebaikan baginya".
[HR. Muslim (no. 1631)]
# Bagi anda yang ingin mencari sedekah jariyah dan amal jariyah, silakan kirim sebagian rezki anda melalui :
BRI. Unit Borong Loe
(no. rekening : 5082-0101-7462-539)
atas nama :
SEKOLAH MA'HAD AL-IHSAN
Kontak Person :
0822-1441-0000 (Saudara Nurhadi Hasan)
0852-4154-8039 (Saudara Bahriadi, SE.)
0821-8831-3323 (Saudara Muhammad Sabir)
Jazakumullohu khoiron (semoga Allah membalas anda dengan balasan kebaikan) atas sumbangsih dan doanya.

Komentar
Posting Komentar