Minggu, 21 Mei 2017

Asal usul Rokok



Asal usul Rokok

oleh : 
Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. 
-hafizhahullah-
(Alumni Islamic University of Medinah, KSA)

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 sampai 120 mm. Perbedaan ini tergantung kebiasaan pada setiap negara.

Diameter rokok itu sendiri berkisar 10 mm yang berisi daun tembakau yang telah dicacah.

Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujungnya yang lain.

Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam saku.

Sejak beberapa tahun terakhir, juga bungkusan-bungkusan itu dibumbui dengan pesan kesehatan yang memperingatkan perokok tentang bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh rokok berupa kanker paru-paru, serangan jantung, keguguran janin dan lainnya.

Walaupun pada kenyataannya, pesan itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi.

Itulah manusia; sudah tahu racun, tetap saja ia berbuat zhalim terhadap diri dan orang lain.


Inilah yang diisyaratkan oleh Allah dalam firman-Nya,
{إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا} [الأحزاب: 72]
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat (kewajiban-kewajiban agama) kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh". (QS. Al-Ahzab : 72)

Al-Imam Asy-Syinqithiy -rahimahullah- berkata,
"وَالْمَعْنَى: أَنَّهُ أَيِ الْإِنْسَانَ الَّذِي لَا يَحْفَظُ الْأَمَانَةَ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا، أَيْ: كَثِيرَ الظُّلْمِ وَالْجَهْلِ." اهـ من أضواء البيان في إيضاح القرآن بالقرآن (6/ 259)
"Maknanya, manusia yang tidak menjaga amanah adalah zholuman jahula, yakni sering berbuat zhalim dan kejahilan". [Lihat Adhwaa' Al-Bayan (6/362)]

Bukankah termasuk kezhaliman dan kejahilan bila seseorang sudah tahu bahwa rokok adalah penyebab kematian dan penyakit kronis?!

Sebab ia memiliki senyawa-senyawa beracun yang amat berbahaya bagi organ-organ tubuh. Jelas ini adalah kezhaliman dan kejahilan!!

Para pembaca yang budiman, manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku Indian di Amerika untuk keperluan ritual, seperti memuja para dewa dan roh-roh yang mereka sembah.

Sebagian sejarawan mengungkapkan bahwa rokok bukan hanya ada pada suku Indian kala itu, bahkan juga dua suku lain yang menghuni benua Amerika, yaitu suku Aztec dan suku Maya juga telah memiliki kebiasaan merokok dengan memakai tembakau sejak 1000 tahun sebelum masehi.

Tentunya ketiga bangsa ini adalah bangsa yang jauh dari tuntunan agama Islam dan peradaban manusia yang sudah maju.

Tapi anehnya, malah manusia maju yang mengadopsi kebiasaan itu dari ketiga suku tersebut.

Pada abad ke-16 saat bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian diantara para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba mengisap rokok, lalu membawa tembakau ke Eropa.

Kemudian muncullah kebiasaan merokok di kalangan bangsawan Eropa untuk sekedar bersenang-senang dan mencari sensasi.
Asalnya merokok adalah sebuah tradisi membakar tembakau yang dilakoni ketiga suku Amerika tersebut untuk ritual pengobatan dan persembahan para dewa dan roh yang mereka sucikan.

Kru Columbus yang menemukan benua Amerika membawa tembakau beserta tradisi mengunyah dan membakar tembakau melalui pipa ini ke dalam "peradaban" Inggris.

Namun yang lebih berperan dalam hal ini adalah seorang diplomat dan petualang Prancis yang bernama Jean Nicot.

Dialah yang berperan dalam menyebarkan dan memasyarakatkan tradisi merokok di seantero Eropa.

Walaupun sebagian sejarawan membukukan bahwa kebiasaan merokok telah ada pada masa Dinasti Utsmaniyyah, Turki.

Tapi ini tidaklah berseberangan, sebab mungkin kebiasaan itu ada di Turki dari hasil adopsi dari Eropa yang dilakukan sebagian masyarakat Turki , namun yang menyebabkan tersebar dan populernya rokok adalah Jean Nicot dari prancis, sehingga dari nama orang inilah muncul istilah nicotin (nikotin).

Kemudian istilah NIKOTIN digunakan sebagai nama bagi zat racun yang terdapat dalam tembakau yang biasa digunakan sebagai insektisida (racun pembunuh serangga).

Adapun rokok masuk ke negara-negara Islam, bermula dari masuknya bangsa Spanyol ke Turki untuk tujuan berdagang dengan membawa kebiasaan merokok.

Itu terjadi sekitar abad ke-17 Masehi. Oleh karena itu, rokok tak ada di zaman Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-. Tapi bukan berarti bahwa rokok tak ada hukumnya dalam syariat Islam sebagaimana yang disangka oleh sebagian orang bodoh!!

Rokok adalah haram, sebab ia benda berbahaya yang mendatangkan banyak penyakit.

Sejak dikenalnya tradisi mengisap tembakau alias merokok di daratan benua Eropa, manusia Eropa mulai mempelajari tata cara bercocok tanam tembakau Virginia yang biasa ditanam di Amerika.

Orang yang pertama kali berhasil menanam tembakau dalam skala besar adalah John Rolfe.

Akhirnya, mereka mulai mempelajari lebih mendalam teknik penanaman tembakau.

Secara ilmiah, buku petunjuk bertanam tembakau pertama kali terbit pada tahun 1855 M di Inggris.

Seiring dengan hal itu, maka Amerika pun mengekspor tembakau ke Eropa, sebab dari sanalah asal tembakau Virginia yang belakang hari dikembangbiakkan oleh bangsa Eropa.

Di Indonesia sendiri, sejarah rokok tidak diketahui asal usulnya. Hanya saja para sejarawan menyebutkan bahwa istilah tembakau berasal dari kata "tobaco" (bahasa Spanyol ); artinya, gulungan daun-daun pada tumbuhan ini.

Dari sini, terdapat isyarat bahwa rokok masuk ke Indonesia dari jalur orang-orang Spanyol yang pernah singgah di Indonesia, bahkan sumber lain menyebutkan bahwa Spanyol sempat menjajah Indonesia.

Mungkin dari merekalah masyarakat Indonesia mengadopsi kebiasaan merokok sejak mereka menginjakkan kaki di Nusantara sekitar abad 16-17 M.

Walaupun ada sumber sejarah yang menyebutkan bahwa rokok dikenal dan tersohor bermula di zaman Haji Jamahri tahun 1880 M di kota Kudus yang dianggap orang pertama kali meramu tembakau dengan cengkeh dalam bentuk rokok untuk dijadikan obat asma yang ia alami. Padahal rokok itu justru menjadi biang keladi penyakit asma (sesak napas)

Tapi sebenarnya rokok sudah ada sebelumnya dan menjadi tradisi masyarakat sekitar. Hanya saja ia yang menemukan rokok kretek yang berisi tembakau dan cengkeh.

Dari anggapan di zaman Haji Jamahri bahwa rokok kretek adalah obat, lambang persahabatan dan kejantanan, maka berkembang pesatlah perusahaan rokok.

Hanya saja fakta setelah itu membalik anggapan dan asumsi itu. Ternyata rokok berbahaya bagi kesehatan sebagaimana yang diakui oleh para medis.

Rokok pada zamannya diiklankan dengan berbagai model mulai dari bayi sampai ke dokter.

Tetapi sekarang malah terbukti bahwa rokok adalah racun yang dibungkus indah, sehingga dampaknya memang sekarang hampir tak ada iklan yang muncul dengan gambar rokok, bahkan semua iklan rokok wajib dibumbui dengan PESAN KESEHATAN yang berisi peringatan keras tentang bahaya rokok.

Inilah sekelumit sejarah rokok dan bahayanya. Jika kita sudah sepakat bersama para dokter dan ahli medis lainnya bahwa rokok adalah racun yang berbahaya dan dapat menimbul mudhorot (kerusakan) berupa penyakit kronis bagi tubuh, maka ada baiknya kita mengetahui bahwa syariat kita melarang dan mengharamkan rokok dengan dasar ia membahayakan diri atau orang lain.

Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- bersabda,
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
"Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain". [HR. Ibnu Majah (2341). Di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 250)]

Orang yang merokok telah membahayakan diri dan orang lain. Ini semakin memperkuat sisi keharaman rokok.

Al-Imam Ibnu Daqiqil Ied Al-Qusyairiy -rahimahullah- berkata,
"Ketahuilah, barang siapa yang membahayakan (mengganggu) saudaranya, maka sungguh ia telah menzholiminya. Sedang kezholiman itu haram". [Lihat Ad-Durroh As-Salafiyyah Syarh Al-Arba'in An-Nawawiyyah (hal. 225)]

Bagaimana rokok tak berbahaya, sementara dalam rokok terdapat 4000 elemen dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan.

Racun utama dalam rokok adalah tar, nikotin, karbon monoksida. Ketiga racun ini merusak paru-paru, syaraf, hemoglobin, peredaran darah, dan organ tubuh lainnya, sehingga menimbulkan penyakit kronis dan mematikan!!

Orang yang merokok telah menjatuhkan dirinya dalam kebinasaan. Padahal Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
{وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ } [البقرة: 195]
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik". (QS. Al-Baqoroh : 195)

Selain itu, jika kita meninjau sejarah awal rokok yang merupakan kebiasaan kaum kafir (Indian, Aztec dan Maya) di Amerika dalam menjalankan ritual ibadahnya, maka dari sini kita mengetahui bahwa merokok ada sisi tasyabbuh (penyerupaan diri) dengan orang-orang kafir.

Padahal Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut" (HR. Abu Dawud (4031). Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (4347)]

Syaikhul Islam Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata,
"Hadits ini serendah-rendahnya mengharuskan pengharaman tasyabbuh (menyerupai orang kafir atau fasiq)". [Lihat Al-Iqtidho' (83)]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar