Sabtu, 04 Februari 2017

Penjelasan Tegas tentang Hukum Asuransi


Penjelasan Tegas tentang Hukum Asuransi

oleh : 
Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
-hafizhahullah-

Asuransi (inggris : insurance) adalah satu bentuk transaksi yang merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Asuransi mulai dikembangkan di era Pencerahan Eropa dengan berbagai variasi mulai dikembangkan.

Cikal bakal asuransi rumah (properti) -seperti yang kita kenal sekarang-, dapat ditelusuri saat peristiwa Kebakaran Besar London pada tahun 1666 yang melahap lebih dari 13.000 rumah.

Dampak yang menghancurkan mengubah pandangan atas asuransi dari masalah kenyamanan menjadi sebuah urgensi.

Sejumlah skema asuransi kebakaran dikembangkan namun belum menghasilkan apapun.

Akhirnya, pada tahun 1681, ekonom Nicholas Barbon dan sebelas rekannya mendirikan perusahaan asuransi kebakaran pertama, “Kantor Asuransi untuk Rumah.” Awalnya, 5.000 rumah diasuransikan oleh perusahaan ini.[1]

Dari sini, kemudian mulailah menyebar sistem dan transaksi yang bernama "asuransi" ini dari daratan Eropa ke benua lain, sampai merambah ke negeri-negeri Islam.

Hal ini menyedot perhatian para pemerhati dan cendekiawan di berbagai negara. Masyarakat Islam yang memiliki sendi-sendi dan aturan yang kita dengan "SYARIAT ISLAM". Syariat suci ini telah menyentuh semua lini kehidupan, karena ia merupakan aturan terlengkap yang menuntun manusia menuju kemaslahatan dunia dan akhirat.

Realita bermunculannya asuransi dan banyaknya masyarakat Islam yang tidak mengerti kedudukan dan hukum "sesuatu yang baru ini", memancing para pencinta dan pemerhati umat untuk mengajukan sebuah pertanyaan kepada para ulama rujukan dunia.

Seorang penanya pernah melayangkan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan hukum ASURANSI MENURUT SYARIAT ISLAM kepada lembaga Al-Lajnah Ad-Da'imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta'  yang berkantor di Timur Tengah :

س: إن عقد التأمين الحديث الذي تسرب إلينا من بلاد الغرب، وانتشر في بلادنا انتشارا واسعا، وانتقل العمل به إلى فريق كبير من المسلمين، وأسست له شركات، وفتحت له مكاتب، وتعاطاه كثير من التجار وأرباب المصانع والأعمال من المسلمين؛ ضمانا لسلعهم المستوردة، وتعويضا عن أثمانها إن هلكت أو سرقت أو عما يطرأ في أعمال البناء، والمصانع_والعمال من هدم أو خسارة أو قتل أو أذى، أو عما يحدث للسيارات من صدام أو سرقة وعطب، أو عما يعرض في حفر الآبار وشق المناجم من انهيار تخلصا من المسئولية المالية، أو عن حياة المستأمن نفسه طمعا بالتعويض عنه لورثته إن مات.. أو غير ذلك من شئون كثيرة وفيرة.
وقد صنفوها ووضعوا لها الحدود والشروط، ورتبوا عليها الأقساط المالية كل عام، يدفعها المستأمن للشركة التي تنظم له عقد التأمين حسب قوانينها الموضوعة، وقد تبنتها الحكومات، واعتبرت قوانينها، فنرجو الإجابة على هذا السؤال حول مشروعية عقد التأمين في ضوء الشريعة الإسلامية، وحكم العمل بهذه الشركات.

"Sesungguhnya akad asuransi masa ini, masuk kepada kita dari negeri-negeri barat, tersebar di negeri kami secara meluas, dan aktifitas asuransi ini berjangkit kepada sekelompok besar dari kalangan kaum muslimin, dirintis untuknya berbagai perusahaan, dibuka baginya kantor-kantor, dan digunakan oleh banyak dari kalangan pedagang, pemilik perusahaan dan pekerjaan dari kalangan kaum muslimin, demi memberikan jaminan bagi barang-barang dagangan mereka yang terimpor, dan penggantian bagi harganya jika hancur, dicuri, atau bagi sesuatu yang tiba-tiba menimpa pengerjaan bangunan dan pabrik-pabrik, serta para pekerja akibat (terkena) reruntuhan, kerugian, pembunuhan, gangguan, serta (jaminan) bagi sesuatu yang terjadi pada mobil-mobil berupa tabrakan, pencurian, dan kerusakan, atau (jaminan) bagi sesuatu yang menimpa dalam pengeboran sumur, penggalian tambang berupa keruntuhan demi terbebas dari tanggung jawab finasial; atau (jaminan) bagi kehidupan orang yang iku asuransi, karena mengharapkan adanya ganti (pesangon) baginya untuk keluarnya jika ia meninggal, dan lain-lainnya berupa urusan-urusan yang banyak.

Mereka telah mengklasifikasikannya, meletakkan batasan dan syarat-syaratnya, serta mengatur padanya premi finansial setiap tahun yang dibayar oleh peserta asuransi kepada perusahaan yang menyelenggarakan kontrak asuransinya sesuai undang-undang yang ditetapkan

Hal itu telah diadopsi oleh pemerintah, dan dianggap sebagai undang-undang asuransi,

Kami mengharapkan jawaban atas pertanyaann ini seputar legalitas syar'i dalam naungan cahaya syariat Islam, dan hukum bekerja pada perusahaan-perushaan (asuransi) ini.

Jawaban Al-Lajnah Ad-Da'imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta' yang kala itu diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz –rahimahumullah jami'an-  :
ج: التأمين بجميع أنواعه محرم وممنوع؛ لما يشتمل عليه من الجهالة والغرر - اللذين لا يعفى عنهما- والمقامرة، وأكل المال بالباطل، والربا، وكل هذا قد دلت النصوص على تحريمه،
قال تعالى: { وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ }  
وقال تعالى: { إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ }
والنبي -صلى الله عليه وسلم- « نهى عن بيع الغرر »
وكذلك لا يجوز العمل عند شركات التأمين؛ لأن فيه إعانة لهم على الإثم. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... نائب الرئيس ... الرئيس
عبد الله بن قعود ... عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز

"Asuransi dengan semua jenisnya haram dan terlarang, karena sesuatu yang terkandung padanya berupa "jahalah" (ketidaktahuan), dan ghoror (tipuan) yang tidak dimaafkan, unsur judi, memakan harta dengan cara batil, dan riba.

Semua ini telah ditunjukkan oleh-nash-nash tentang keharamannya.

Allah -Ta'ala- berfirman,

((وَلاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ))
"Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil." (QS. Al-Baqoroh : 188)

Allah -Ta'ala- berfirman,
((إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ))
"Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)." (QS. Al-Maa'idah : 91)

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- telah melarang jual-beli ghoror.[2]

Demikian pula tidak boleh bekerja pada perusahaan-perusahaan asuransi, karena di dalamnya terdapat ta'awun (tolong-menolong) di atas dosa.

Wabillahit taufiq wa shollallahu ala nabiyyina Muhammadin wa alihi wa shohbihi wa sallam.

Sumber Fatwa : Kitab "Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta'" (15/261-263)

=================================================
DUKUNG KAMI :

Dalam membantu pembangunan Masjid IMAM SYAFI'I POLMAN SULBAR, milik Ahlus Sunnah Polman.

"Siapa yg membangun sebuah masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan istana baginya di surga".[HR. Al-Bukhori & Muslim]

# Bagi anda yang ingin membangun istananya di surga, silakan kirim sebagian rezki anda melalui :

BRI.0259-01-035305-50-9
a/n.YAYASAN AR-RAHMAH AL-MANDARY

Kontak Person : 0852-3091-8001 (Saudara Mu'in)

Jazakumullohu khoiron atas sumbangsih dan doanya.
=================================================









[2] Sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Abu Dawud dalam Sunan-nya (2178) dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (2018). Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Irwa' Al-Gholil (1294)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar