Kamis, 02 Februari 2017

Menyoal Aksi Boikot dan Hukumnya di Mata Para Ahlul ‘Ilmi


Menyoal Aksi Boikot dan Hukumnya di Mata Para Ahlul ‘Ilmi

Oleh : 
Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. 
–hafizhahullah-

Di zaman ini, muncul sebuah aksi yang seringkali membawa kerugian bagi masyarakat dan bangsa. Aksi itu mereka namai dengan “AKSI BOIKOT”.

Aksi boikot ini seringkali dilakukan oleh sekelompok organisasi atau ormas saat mereka tersinggung oleh pernyataan sebagian, maka para pelaku aksi boikot ini pun melancarkan aksinya dengan menggerakkan massa dan memobilisasi mereka dalam memboikot produk atau usaha orang yang mereka benci dan sentiment kepadanya.

Aksi ini tentunya bukan seringan dan semudah dalam pikiran sebagian orang, karena akan menelurkan berbagai macam kerugian, kerusakan dan kemunduran bagi masyarakat.

Bayangkan saja jika mereka memboikot sebuah perusahaan yang mempekerjakan ribuan masyarakat muslim, dan barang yang mereka boikot adalah kebutuhan pokok masyarakat.

Akibatnya, anda bisa perkirakan bahwa aksi itu akan banyak menyebabkan terjadinya pengangguran, dan manusia akan mengalami kesempitan hidup karena kebutuhan pokoknya terhalang dengan aksi boikot.

Jika pengangguran merebak, tentunya akan melahirkan banyak mengalami kesusahan hidup, karena sehabis berhenti dari pekerjaan semula, dalam mencari pekerjaan baru, tidak segampang membalikkan telapak tangan, apalagi di perkotaan.

Sebagian orang yang sempit pikiran dan tipis iman, terkadang menempuh jalan-jalan pintas yang membahayakan diri dan masyarakatnya. Mereka pun melakukan pencurian, perampokan, pembegalan, pembunuhan, pemaksaan, atau menjual kehormatan. Wal ‘iyadzu billahi min dzalik.


Sisi lain, terkadang jika aksi boikot ini didalangi oleh para aktifis Islam, akan memberikan kesan buruk kepada Islam bahwa Islam mendatangkan kesempitan bagi masyarakat. Padahal itu hanyalah aksi personal dan pribadi atau kelompok, bukan mewakili Islam!!

Adanya aksi-aksi boikot serampangan ini jelas banyak melahirkan dampak negative bagi perekonomian masyarakat.

Karena itu, ulama kita mewanti-wanti kaum muslimin agar jangan serampangan dan ikut-ikutan melakukan aksi boikot ini, tanpa ada arahan dan komando dari pemerintah.

Ini merupakan sikap ceroboh. Aksi boikot yang serampangan dan ceroboh seperti ini juga dahulu pernah dilakukan oleh sekte sesat Syi'ah-Rofidhoh.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyahrahimahullah- mengisahkan aksi boikot kaum Syi’ah yang ceroboh dan serampangan atas masyakat Ahlus Sunnah,

"وَأَمَّا سَائِرُ حَمَاقَاتِهِمْ فَكَثِيرَةٌ جِدًّا: مِثْلَ كَوْنِ بَعْضِهِمْ لَا يَشْرَبُ مِنْ نَهْرٍ حَفَرَهُ يَزِيدُ مَعَ أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَالَّذِينَ مَعَهُ كَانُوا يَشْرَبُونَ مِنْ آبَارٍ، وَأَنْهَارٍ حَفَرَهَا الْكُفَّارُ، وَبَعْضُهُمْ لَا يَأْكُلُ مِنَ التُّوتِ الشَّامِيِّ، وَمَعْلُومٌ أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، وَمَنْ مَعَهُ كَانُوا يَأْكُلُونَ مِمَّا يُجْلَبُ مِنْ بِلَادِ الْكُفَّارِ مِنَ الْجُبْنِ، وَيَلْبَسُونَ مَا تَنْسِجُهُ الْكُفَّارُ، بَلْ غَالِبُ ثِيَابِهِمْ كَانَتْ مِنْ نَسْجِ الْكُفَّارِ." اهــ من منهاج السنة النبوية (1/ 38)
“Adapun kebodohan-kebodohan mereka (Syi’ah) yang lainnya, maka (jumlahnya) amat banyak, seperti : sebagian mereka ada yang tidak mau minum dari sungai yang digali oleh Kholifah Yazid.

Padahal Nabi –shollallahu alaihi wa sallam- dan orang-orang yang bersama beliau, dulu minum dari sumur-sumur dan sungai-sungai yang digali oleh orang-orang kafir

Sebagian dari mereka (Syi’ah), ada yang tidak mau makan dari buah-buahan dari negeri Syam. Sementara sudah dimaklumi bahwa Nabi –shollallahu alaihi wa sallam- dan orang-orang yang bersama beliau, dulu memakan sesuatu yang diimpor dari negara-negara kafir berupa keju, dan mereka juga menggunakan pakaian yang ditenun oleh orang-orang kafir. Bahkan mayoritas pakaian mereka berasal dari tenunan (produk) kaum kafir." [Lihat Minhajus Sunnah (1/38)]

Para pembaca yang budiman, disini penting kiranya kita mendengarkan sejumlah nasihat dari fatwa-fatwa ulama dunia berikut kami nukilkan agar kita berada di atas ilmu dan hujjah dalam setiap langkah dan sikap kita, sebagaimana kita diperintahkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an untuk bertanya kepada para ulama yang mumpuni.

Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah
li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta’

Ulama yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta’ pernah ditanya


السؤال:
يتردد الآن دعوات لمقاطعة المنتجات الأمريكية مثل بيترا هت وماكونالدز… إلخ فهل نستجيب لهذه الدعوات وهل معاملات البيع والشراء مع الكفار في دار الحرب جائزة؟ أم أنها جائزة مع المعاهدين والذميين والمستأمنين في بلادنا فقط؟
“Kini beredar seruan-seruan untuk memboikot produk-produk Amerika, seperti : Pizza, Mc. Donald, dan seterusnya.
Apakah kami boleh menyambut seruan-seruan ini?
Apakah muamalah jual-beli dengan kaum kafir di negeri kafir harbi adalah boleh? Ataukah hal itu boleh dengan kafir mu’ahad, dzimmi, dan musta’min di negeri kami saja?

Al-Lajnah Ad-Da’imah menjawab,
الجواب:
يجوز شراء البضائع المباحة أيا كان مصدرها مالم يأمر ولي الأمر بمقاطعة شيء منها لمصلحة الإسلام والمسلمين لأن الأصل في البيع والشراء الحل كما قال تعالى : والنبي صلى الله عليه وسلم اشترى من اليهود.
 “Boleh membeli barang-barang yang mubah, dari manapun asalnya, selama pemerintah belum memerintahkan untuk memboikot sesuatu dari barang-barang itu, demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin. Karena, hokum asal dalam jual-beli adalah halal (boleh), sebagaimana yang Allah Firmankan.
Nabi –shollallahu alaihi wa sallam- saja membeli (barang) dari orang-orang Yahudi.” [Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah (no. 21776)]

Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin
–rahimahullah-

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin –rahimahullah- pernah ditanya soal memboikot produk kaum kafir.

 Kata Penanya,
السؤال:
فضيلة الشيخ مارأي فضيلتكم في نشر فكرة مقاطعة المنتجات والمواد الأستهلاكية والمنتجات الأمريكية الصنع للمساهمة في زيادة تدهور اقتصادها لما لها من نشاطات ومواقف شيطانية ضد المسلمين؟
“Wahai Syaikh yang mulia, apa pandangan anda tentang penyebarang ide pemboikotan produk dan barang-barang habis pakai, serta produk-produk made in Amerika dalam rangka ikut andil dalam menambah kemerosotan ekonomi mereka, karena mereka ini memiliki kegiatan, dan sikap-sikap syaithoniyyah melawan kaum muslimin?”

Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin –rahimahullah-,

الجواب:
أشتر ما أحل الله لك واترك ماحرم الله عليك < شريط لقاء الباب المفتوح رقم 64

“Belilah sesuatu yang Allah halalkan bagimu dan tinggalkan sesuatu yang Allah haramkan.” [https://goo.gl/PfcXpq]

Syaikh Al-Utsaimin juga pernah ditanya,

السؤال:
فضيلة الشيخ يوجد مشروب يسمى الكولا تنتجه شركة يهودية فما حكم شراب هذا المشروب؟ وماحكم بيعه؟ وهل هو من التعاون على الإثم والعدوان؟

“Syaikh yang mulia, ada minuman yang bernama “COLA” yang diproduksi oleh perusahaan Yahudi.
Apa hukumnya meminum minuman ini? Apa hokum menjualnya? Apa hal itu termasuk tolong-menolong  di atas dosa dan permusuhan?”

Syaikh Al-Utsaimin –rahimahullah- menjawab,
 الجواب:
ألم يبلغك أن النبي صلى الله عليه وسلم اشترى من يهودي طعاماً لأهله؟ ومات ودرعه مرهونة عند هذا اليهودي .
ألم يبلغك أن الرسول عليه الصلاة والسلام قبل الهدية من اليهود؟ ولو أننا قلنا: لا، لفات علينا شيء كبير، من استعمال سيارات مايصنعها اليهود. وأشياء نافعة أخرى لايصنعها إلا اليهود.
صحيح أن هذا الشراب قد يكون فيه بلاء يضعه اليهود، لأن اليهود غير مؤتمنين ، ولهذا وضعوا للرسول صلى الله عليه وسلم السم في الشاه التي أهدوها إليه ومات عليه الصلاة والسلام وهو يقول : "ما أزال أجد ألم الطعام الذي أكلت بخيبر وهذا أوان انقطاع أبهري من الدنيا من ذلك السم"، يعني : موتي،
ولهذا قال الزهري رحمه الله: إن النبي صلى الله عليه وسلم مات بقتل اليهود له، لعنة الله عليهم، ولعنة الله على النصارى، فهم لايؤتمنون لا اليهود ولا النصارى،
لكن في ظني أن هذا الذي يرد إلينا لابد أن يكون قد اختبر ومحص، وعرف هل فيه خطر أو ضرر أم لا.

“Belumkah sampai kepadamu (riwayat) bahwa Nabi –shollallahu alaihi wa sallam- pernah membeli makanan untuk keluarganya dari seorang Yahudi?
Beliau meninggal dunia, sedang baju besinya tergadai di sisi orang Yahudi ini.
Belumkah sampai kepadamu bahwa Rasul –alaihish sholatu was salam- menerima hadiah dari orang-orang Yahudi?
Andai kita katakana, “Tidak boleh,” maka luputlah sesuatu besar (banyak) bagi kita, berupa penggunaan mobil-mobil yang diproduksi oleh orang-orang Yahudi, dan hal-hal yang bermanfaat lainnya, yang tidak diproduksi, melainkan oleh orang-orang Yahudi.
Memang benar bahwa minuman ini terkadang ada padanya bala (musibah) yang diletakkan oleh orang-orang Yahudi, karena kaumYahudi tidak bias dipercaya.

Karena inilah, mereka meletakkan racun bagi Rasul – shollallahu alaihi wa sallam- pada kambing yang mereka hadiahkan kepada beliau, dan beliau wafat
Sedang beliau bersabda,  “Senantiasa aku merasakan sakitnya makanan yang aku makan di Khaibar. Ini saat terputusnya urat nadiku dari dunia, karena racun itu.”, yakni kematianku.
Karena ini, Az-Zuhri –rahimahullah- berkata,
“Sesungguhnya Nabi –alaihish sholatu was salam- meninggal dunia, akibat pembunuhan kaum Yahudi terhadap beliau.”
Semoga laknat Allah atas mereka, dan laknat Allah atas kaum Nashoro. Mereka adalah orang-orang yang tidak bias dipercaya, baik kaum Yahudi, maupun Nashoro (Kristen).
Akan tetapi menurut perkiraanku bahwa (minuman) yang dating kepada kita ini, mesti sudah diuji coba dan diperiksa, serta diketahui apakah di dalamnya terdapat bahaya atau madhorot, ataukah tidak.” [https://goo.gl/PfcXpq]


Fatwa Syaikh Sholih bin Abdillah bin Fauzan Al-Fauzan
hafizahaullah-

Syaikh Sholih Al-Fauzan –hafizhahullah- pernah ditanya oleh seseorang tentang hukum memboikot barang-barang dan produk Amerika Serikat.

Kata penanya,
السؤال:
فضيلة الشيخ وفقكم الله ، يكتب في الصحف هذه الأيام الدعوة لمقاطعة البضائع الأمريكية وعدم شراءها وعدم بيعها ومن ذلك ماكتب في هذا اليوم في إحدى الصحف من أن علماء المسلمين يدعون إلى المقاطعة وأن هذا العمل فرض عين على كل مسلم وأن الشراء لواحدة من هذه البضائع حرام ، حرام وأن فاعلها فاعلٌ لكبيرة ومعين لهؤلاء ولليهود على قتال المسلمين فأرجو من فضيلتكم توضيح هذه المسألة للحاجة إليها وهل يثاب الشخص على هذا الفعل؟

Pertanyaan :

Tertulis di koran koran pada hari ini ajakan untuk memboikot produk-produk Amerika dan tidak membelinya, serta tidak pula menjualnya dan bahwasanya "para ulama" mengajak untuk memboikotnya dan bahwa aksi (boikot) ini adalah fardhu 'ain (kewajiban personal) bagi setiap muslim, dan bahwa membeli salah satu dari produk-produk ini adalah haram, haram!; dan bahwa pelakunya adalah pelaku dosa besar yang telah menolong mereka dan peran orang Yahudi untuk memerangi kaum muslimin.

Nah, kami mengharapkan dari Syaikh yang mulia penjelasan perkara ini, karena kita butuh kepadanya.

Apakah diberikan pahala bagi seseorang atas perbuatan (aksi boikot) ini?

Jawaban Syaikh Sholih Al-Fauzan -hafizhahullah-  :
الجواب:
أولاً: أطلب صورة أو قصاصة من هذه الجريدة ومن هذا الكلام الذي ذكره السائل .
ثانياً: هذا غير صحيح. العلماء ما أفتو بتحريم الشراء من السلع الأمريكية ، والسلع الأمريكية مازالت تورد وتباع في أسواق المسلمين ، ولاهو ضار أمريكا إذا منك ما أشتريت منها من سلعها ماهو ضارها هذا ، ماتقاطع السلع إلا إذا أصدر ولي الأمر إذا أصدر ولي الأمر منعاً ومقاطعة لدولة من الدول فيجب المقاطعة أما مجرد الأفراد أنهم يبون يسوون هذا ويفتون فهذا تحريم ما أحل الله لايجوز

"Ini tidak benar para ulama yang mu'tabar (terpandang), tidaklah memberikan fatwa dalam mengharamkan pembelian produk-produk Amerika.

Produk-produk Amerika senantiasa terekspor dan diperjualbelikan di pasar-pasar kaum muslimin.

Produk-produk itu tidak boleh diboikot, kecuali pemerintah mengeluarkan pelarangan dalam hal itu dan memerintahkan pemboikotan sebuah negara dari negara-negara yang ada, sehingga wajib memboikotnya.

Adapun person-person mengeluarkan fatwa PENGHARAMAN (dalam membeli barang-barang itu, -pen.), maka ini adalah pengharaman terhadap sesuatu yang Allah halalkan. Ini tidak boleh!!"

Sumber Fatwa : Kitab "Al-Fatawa Al-Muhimmah fi Tabshir Al-Ummah," (hlm. 110), oleh Jamal bin Furoihan Al-Haritsiy, cet. Dar Al-Minhaj, 1424 H.

Demikian sejumlah fatwa dari kalangan ulama kita yang menjelaskan sikap yang benar dalam perkara boikot-memboikot. Mereka jelaskan bahwa memboikot suatu barang atau produk, itu adalah hak pemerintah.

Jadi, aksi boikot tidak boleh serampangan, tanpa mengikuti arahan pemerintah, sebab boikot serampangan (tanpa perintah dari penguasa) akan melahirkan banyak kerusakan. Lain halnya jika pemerintah yang mengeluarkan perintah pemboikotan. Sebab, tidaklah mereka mengeluarkan perintah boikot, melainkan mereka telah mengkaji dan menimbang maslahat dan bahayanya.

Adapun aksi boikot yang selama ini didalangi sebagian pihak, tanpa arahan dari pemerintah, maka ketahuilah bahwa itu adalah sikap ceroboh, tanpa pengkajian mendalam dan menimbang maslahat dan madhorotnya yang akan menimpa kaum muslimin.

Kemudian, jika para pelaku aksi boikot itu mau jujur, sebenarnya sering kali mereka mengajak boikot, tapi mereka dalam hal itu tidak jujur. Ketika bahaya dan kerugian boikot akan menimpa diri mereka atau keluarganya, maka mereka pasti tidak akan menerapkan ide boikot tersebut.

Demikian pula jujur saja bahwa kadang mereka memboikot perusahaan yang tidaklah memberikan tekanan kepada Islam secara nyata –ambil saja sebagai sampel : kasus Sari Roti-. Yang mereka boikot malah perusahaan ini. Padahal masih banyak perusahaan yang jauh lebih layak untuk diboikot –andai boikot dalam hal itu dibolehkan oleh pemerintah-.

Tidakkah mereka tahu bahwa perusahaan-perusahaan raksasa di dunia, banyak yang dimiliki oleh kaum kafir dari kalangan Yahudi dan lainnya, semisal : FACEBOOK, GOOGLE, WINDOWS, dan lainnya. Dimana tidak tertutup kemungkinan bahwa dana dan keuntungan mereka banyak yang teralokasikan dalam membangun rumah-rumah ibadah dan aktifitas mereka yang memusuhi Islam.

Tapi apakah jujur bahwa kita siap memboikot perusahaan-perusahaan raksasa ini?

Belum lagi produksi-produksi mereka dalam hal yang berkaitan dengan komunikasi, kendaraan, dan tekonologi lainnya.

Benarkah kita akan siap memboikot mereka? Saya yakin anda akan berpikir 1000 kali. Karenanya, dalam urusan boikot-memboikot, ada baiknya anda kembalikan kepada pemerintah dan jangan anda hanya berpikir untuk diri dan kelompok anda saja. Tapi pikirkanlah kemaslahatan dan madhorot yang akan menimpa kaum muslimin, akibat ulah kalian!


=================================================
DUKUNG KAMI :

Dalam membantu pembangunan Masjid IMAM SYAFI'I POLMAN SULBAR, milik Ahlus Sunnah Polman.

"Siapa yg membangun sebuah masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan istana di surga".[HR. Al-Bukhori & Muslim]

# Bagi anda yang ingin membangun istananya di surga, silakan kirim sebagian rezki anda melalui :

BRI.0259-01-035305-50-9
a/n.YAYASAN AR-RAHMAH AL-MANDARY

Kontak Person : 0852-3091-8001 (Saudara Mu'in)

Jazakumullohu khoiron atas sumbangsih dan doanya.
=================================================




Tidak ada komentar:

Posting Komentar